
"Caffe, aku harus fokus kesana Cha. sudah hampir 100 persen persiapan. dan sebentar lagi caffe itu akan segera dibuka. "
"Pelan-pelan aja ya Tiara. pikirkn segalanya dengan tenang." ucap Icha.
Mereka pun fokus pada pelajarannya. Sementara itu Anisa sedang termenung dikantornya. Ia memikirkan permintaan Tiara, disisi lain suami nya juga meminta untuk mengawasi Tiara selama dikampus.
"Aku harus apa sekarang. rasanya berbohong dengan mas Rendy itu gak mungkin." batin Nisa sambil memijat kepalanya.
Malam Hari.
Anisa baru keluar dari kamar mandi dan duduk dimeja rias sambil mengeringkan rambutnya, sementara itu Rendy sibuk dengan laptopnya. Nisa terus memperhatiakn dan berfikir, haruskah Ia mengatakan pada suaminya. Nisa terbawa dalam fikirannya hingga tak menyadari bahwa Rendy terus memperhatikan.
"Katakan sayang, jangan ada yang ditutupi." ucap Rey yang tiba-tiba membuat Nisa terkejut.
"Eh mas, bikin kaget aja sih."
"Jangan pura-pura, sini. katakan ada apa." timpal Rey sambil menepuk temlat tidur memberi isyarat pada Nisa untuk duduk disampingnya.
Nisa pun nurut dan segera naik ke tempat tidur dan duduk disamping suaminya. Ia menyandarkan kepalanya dibahu suaminya dan melingkarkan tangannya dilengan suaminya itu.
"Kalau mas sudah tau, apa perlu aku menjelaskannya lagi." ucap Nisa dengan nada pelan.
__ADS_1
"Hemm. . katakan dengan jelas." tegas Rendy
"mas jangan marah dulu." ucap Nisa dengan nada pelan. Rendy hanya melirik sekilas dan tak bergeming. Nisa tau bahwa bukan itu yang ingin didengar suaminya.
"Jadi begini mas, tadi pagi Tiara... " Nisa menceritakan segalanya dengan perasaan sedikit takut.
Rendy mengenggam tangan Nisa karena Ia paham istrinya sedang berada diposisi tak nyaman.
"Sayang, tetaplah seperti itu. Bagaimana pun Tiara tak lepas dari pengawasanku terlepas dari kesepakatan yang kamu buat dengan Tiara."
"Sekarang bagaimana mas?" Nisa sedikit bingung
"Tetaplah seperti yang Tiara mau, dan jangan terlalu banyak berfikir. nanti berpengaruh pada kandunganmu." ucap Rendy lembut sambil mengelus perut istrinya.
"Aduh anak papah sudah mandi ya." Rendy menghampiri Anaknya yang baru selesai mandi.
"Mas, hari ini aku harus ke kampus. bagaimana ini?"
"Pergi lama?"
"Gak kok. Aku hanya mengurus beberapa berkas untuk jurusan kedokteran. karena tahun ini mereka akan belajar dilapangan."
__ADS_1
"Pergilah, Aku bisa menjaganya. lagipula ada mamah yang bisa membantu."
"Yakin mas?"
"Iya sayang. kamu bisa diantar Rey nanti."
"Baiklah, aku gak akan lama."
Nisa pun pergi diantar Rey. sementara Rendy menjaga anaknya yang sedang tertidur.
"Rey, bisa kah menunggu kakak sebentar."
"Iya kak, tenang aja. lagipula dari pada aku harus bolak balik."
"maaf ya merepotkan."
"Sambil menunggu kak Nisa, mungkin aku bisa mencari Tiara." batin Rey
Kini mobil Rey memasuki halaman kampus dan parkir ditempat yang seharusnya. Nisa langsung bergegas dan meninggalkan Rey.
"Rey, kakak ga akan lama. ok..!!" ucap Nisa kemudian berlalu meninggalkan Rey.
__ADS_1
Sementara itu, mata Rey sudah sibuk mencari sosok yang dirindukan. namun tak ada hasil. Rey sempat merasa resah dan putus asa, akhirnya Ia memutuskan untuk ke caffe sebrang kampus sambil menunggu kakak iparnya.