
Icha membeli beberapa cemilan untuk mereka. kemudian kembali mendorong kursi Tiara dan mencari tempat duduk yang teduh.
"Kita duduk disini aja yah. tempatnya sangat teduh."ucap Icha
Mereka berbincang-bincang sambil melihat orang-orang yang sedang lari pagi ditaman itu.
"Cha, menurutmu bagaimana kak Dimas?" tanya Tiara
"Bagaimana apanya?"
"Menurutmu dia bagaimana?" Tiara bertanya lagi
"Yaah dia cukup tampan, cerdas hanya saja dia sedikit kaku."
"Kaku bagaimana?"
"Dia berbicara apa adanya, sangat pelit kata."
"Tapi kamu suka kan." Goda Tiara
"Gak.. Perempuan mana yang akan suka dengan pria kaku seperti dia."
"Siapa yang kaku?" tiba-tiba ada suara pria yang menyela pembicaraan mereka, membuat Tiara dan Icha kaget.
"Ya ampun kak, bikin kaget aja sih." sahut Tiara
"Iya nih bikin syokk aja." timpal Icha
"Lagian pagi-pagi sudah gosip aja sih." Jawab Rey sambil tertawa kecil.
"Helooo semuanya." Sapa Anisa sambil menggendong putra nya.
__ADS_1
"Waah kak Nisa, Kak Rendy. Aku merindukan kalian." seru Tiara
"Kami juga sangat rindu Tiara." ucap Rendy sambil mengecup kening adiknya.
"Haii, ini pasti jagoannya kak Rendy." ucap Tiara
"Uughhh dia tampan sekali." timpal Icha dan langsung menggendong Tama.
Meraka pun bersenang-senang.
Dibelahan dunia lain.
Hari minggu, waktunya bermalas-malasan. Eeiitt tapi itu hanya hayalan. Ponsel Sarah berdering..
"Halo selamat hari minggu ada yang bisa saya bantu." Sarah menerima telpon dengan nada sedikit kesal.
"Selamat pagi, saya perlu bantuan anda untuk membangunkan kekasihku." jawaban dari sebrang
"Sudah jangan banyak bicara, buka pintunya."
"Haahh????" Sarah terkejut
"Cepat, disini panas sayang." ucap Tomy sedikit kesal.
Sarah pun bergegas keluar kamar dan menuju ruang tamu untuk melihat apakah Tomy benar ada Didepan rumahnya. Benar saja, Tomy sudah ada didepan pagar rumahnya. segera Sarah keluar dan membuka pagar, karena dia sangat tahu bahwa Tomy tidak suka sesuatu yang lambat. itulah sebabnya Rendy menjadikannya asisten pribadinya.
"Lama sekali, keringatan nih." Tomy berpura-pura kesal sambil melangkah dan berjalan didepan Sarah
"Maaf, lagian siapa suruh datang tanpa konfirmasi." jawab Sarah tidak mau disalahkan begitu saja.
"Berani menjawab ya sekarang" Tomy berbalik dan siapa sangka, mata Tomy tertuju pada bagian dada Sarah.
__ADS_1
"Astagaa Sarah...!!!" buru-buru Tomy menarik tangan Sarah dan masuk kedalam rumah.
"Ada apa, aduuh pelan-pelan ini tangan aku sakit." ucap Sarah tanpa memahami apapun.
"Baju mu... " ucap Tomy
"Kenapa dengan bajuku?"
"Ya ampun Sarah.. "
"Apa sih?? " Sarah kebingungan
"Lain kali kalau keluar rumah perhatikan pakaianmu." ucap Tomy menahan emosi
"Kenapa, bajuku gak pendek, gak seksi, Salahnya dimana??" Sarah masih tidak menyadari, akibat bangun dengan buru-buru.
"Memang bajumu gak seksi, tapi dadamu berbentuk Sarah." ucap Tomy pelan namun penuh penekanan.
Mata Sarah melotot, otaknya berfikir dan menyadari kemudian perlahan menunduk melihat bagian dadanya.
"AAAKKKHHH...!!" Sarah menutupnya dan buru-buru kabur dari hadapan Tomy.
namun teriakan Sarah membuat ibunya kaget dan buru-buru keluar dari dapur.
" ada apa?" Ibu mengetuk pintu kamar
"Gak kok bu, gak ada apa-apa." suara Sarah dari dalam kamar.
"Berisik banget sih pagi-pagi. cepat mandi." tegur ibu
"Iyaa bu. Oh iya diluar ada mas Tomy." Sarah memberitahu. dan Ibu langsung keluar
__ADS_1