Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 47


__ADS_3

"Bicara dengan siapa mas?"


"Seseorang yang akan mengawasi Tiara." jawab Rendy


"Mas, aku rasa Tiara bukan hanya sekedar ingin mandiri, tapi ada hal lain.


"Nisa, kita hanya bisa memastikan Tiara bahagia. terlepas ini tanggung jawab kita, Tira bukan lagi sebuah sangksi tapi dia jantung hati rumah ini."


Nisa pun setuju dan dia mengajak suaminya untuk istirahat. Karena menurut Nisa akan ada kejutan-kejutan tak terduga yang menanti keluarga mereka.


Keesokan Hari nya.


Tiara sida mengemas semua barang-barang yang Ia akan bawa ke asrama. Tiara membawa keluar koper nya dan turun untuk bertemu keluarganya.


"Barang-barangnya sudah semua nak." tanya papah


"Tiara rasa sudah semua pah." jawab Tiara


"Ingat ya nak, jika kamu membutuhkan apapun segera hubungi papah atau kakak mu yah." nasehat papah sambil memeluk putrinya

__ADS_1


Tiara merasa sangat sedih harus pergi. Tiara melepas pelukan papahnya, dan kini dia mendatangi mamah. Tiara berpamitan dengan mamah, meskipun dia tau itu tidak mempengaruhi apapun.


"Tiara pamit mah, jangan bertengar lagi dengan papah yah. Tiara minta maaf mah." ucap Tiara dihadapan nyonya Dewi


Semua orang yang ada disitu merasa pilu mendengar ucapan Tiara. Nisa sudah mulai berkaca-kaca namun Ia menyembunyikannya. Bahkan mamah pun merasa sedih Tiara pergi, pasalnya Tiara adalah anak perempuan yang didambakan nyonya dewi. Lemah lembut, patuh dan santun. namun bayang-bayang masa lalu menutup rasa cinta mamah untuk Tiara.


"Belajar yang giat dan jadi anak yang sukses yah" ucap mamah sedikit gengsi


"Terima kasih mah."


Rey memasukkan semua barang-barang Tiara ke dalam mobil. Tak lupa Tiara berpamitan dengan Rendy dan Anisa.


"Kak, terima kasih selalu bantu Tiara ya." ucap Tiara sambil memeluk Nisa


"Ingat yah, belajar yang giat." timpal Rendy mengusap kepala Tiara.


"Tiara pamit yah." ucap Tiara dengan senyum,kemudian Ia masuk ke mobil Rey. Rey pun pamit mengantar Tiara.


Mobil Rey sudah meninggalkan halaman rumah. sangat berat bagi Rey mengantarkan Tiara, tapi Ia sudah berjanji akan membuat Tiara bahagia. Selama perjalanan mereka hanya diam dan tidak melihat satu sama lain.

__ADS_1


"Langkah pertamaku sudah berhasil, tuhan bantu aku selalu."batin Tiara sambil melihat kearah jendela.


Kini mobil Rey sudah memasuki gerbang asrama. Tiara mengehela napas panjang karena Ia akan memulai hal baru. Tiara turun dari mobil dan bersama Rey, mereka mengeluarkan barang-barang Tiara.


Sudah ada ibu kepala asrama putri yang menanti Tiara. ibu pun menghampiri Tiara dan menyapanya,


"Tiara, apa kabar nak." sapa ibu asrama


"Tiara baik bu. Oh iya ini kak Rey, kakak Tiara." balas Rey


"Selamat sore nak Rey." sapa ibu kepada Rey


"Selamat sore bu." jawab Rey dengan ramah


"Ya sudah kita masuk yuk, ibu akan mengantar kalian ke kamar Tiara. tapi maaf nak Rey, seperti nya Rey hanya bisa mengantar sampai pintu akhir asrama, karena laki-laki tidak diperkenankan masuk area." jelas ibu asrama


"Baik bu, saya mengerti." jawab Rey


Mereka pun masuk, dan Rey hanya mengantar Tiara hingga pintu akhir.

__ADS_1


"Kak, antar Tiara sampain disini aja yah."


"Iyah, kakak tau. kamu baik-baik disini yah." ucap Rey lalu memeluk Tiara.


__ADS_2