Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 38


__ADS_3

Tiara Tau kalau kakak nya masih mengawasi, namun Tiara terus berjalan dan berusaha agar kakaknya tidak curiga. Setelah Rey yakin kalau Tiara baik-baik saja, Rey pun meninggalkan kampus dan berharap Tiara baik-baik saja.


Tiara yang merasa kalau mobil kakaknya sudah pergi meninggalkan kampus, Tiara berbalik dan berlari menuju gerbang untuk memastikan kakaknya sudah benar-benar pergi.


"Hufhh.. selamat aku. Seperti nya Kak Rey mulai curiga, aku harus hati-hati. maaf ya kak aku berbohong."batin Tiara. sebenarnya Tiara merasa sedih atas apa yang Ia lakukan, tapi dia sudah bertekad untuk melepaskan tanggung jawab keluarga pratama atas dirinya.


Setelah memastikan kakak nya benar-benar pergi, Tiara kembali masuk dan segera menuju ruangan ibu asrama. Tiara merasa tidak enak hati karena lupa akan janjinya.


"Semoga ibu asrama sudah datang." Tiara berjalan dengan buru-buru. sangking paniknya Tiara benar-benar tidak bisa mengontrol langkahnya


"Aawwhhh." Tiara tersandung anak tangga, namun Ia tidak terjatuh. ada tangan kokoh yang dengan cepat menangkapnya.


"Kak Dimas, terima kasih ya." ucap Tiara saat mendongak melihat si pemilik tangan.


"Kamu baik-baik aja Tiara? perhatikan langkahmu." ucap Dimas


"Iyaa kak maaf, sekali. lagi terima kasih ya." jawab Tiara sambil merapikan rambutnya.


"Pagi-pagi begini kamu sudah dikampus, apabada masalah? " tanya Dimas

__ADS_1


"Ooh gak kok kak, tadi aku nebeng kakak ku ke kantor. makanya sampai kampusnya terlalu pagi." jawab Tiara


"Tapi kamu mau kemana, bukannya ini bukan fakultas kamu?" tanya Dimas sedikit bingung


"Ooh itu kak, aku cuma jalan-jalan aja kok." lagi-lagi Tiara berbohong


"Baiklah. lain kali lebih hati-hati ya." ucap Dimas kemudian berlalu meninggalkan Tiara


"Hufhh selamat." batin Tiara sambil mengusap dada nya.


Tiara kembali berjalan menuju ruang ibu asrama. sambil berjalan Tiara berharap ibu asrama sudah ada diruangannya. Kini Tiara sudah didepan pintu ruangan namum Ia ragu untuk mengetuk pintu, Tiara masih tidak enak hati karena kemarin melupakan janji nya.


Tok... tokk...


"Permisi." Tiara coba mengetuk pintu


"Tiara." tiba-tiba ada suara dari belakang Tiara. Tiarq pun terkejut dan cepat2 mencari sumber suara tersebut. dan ternyata itu suara ibu asrama yang baru saja tiba.


"Ibu, Tiara sampai kaget." jawab Tiara sambol mengatur nafas.

__ADS_1


"Kok kaget banget sih. Ibu sudah liat kamu tadi dibawah, ibu coba kejar tapi kamu jalannya buru-buru sekali." jelas ibu asrama


"Maaf bu, Tiara ga perhatikan sekitar tadi." jawab Tiara dengan suara rendah


"Ya sudah. Ayo masuk." ajak ibu


Tiara pun mengiyakan ajakan ibu asrama dan Tiara mengikuti ibu masuk keruangannya.


"Ibu, Tiara benar-benar minta maaf kemarin tidak menemui ibu." ucap Tiara


"Ga masalah nak, ibu mengerti fakultas kedokteran memang cukup padat." jawab ibu dengan santai


"Terima kasih bu." balas Tiara. yang sebenarnya bukan itu yang membuat Ia tidak menemui ibu.


"Jadi bagaimana, Tiara mau jalan-jaoan ke asrama? kebetulan ibu belum ada kerjaan."


"Boleh bu, memang itu tujuan Tiara kemari. Lagian Tiara kuliah nya siang bu." timpa Tiara sedikit bersemangat.


"Baiklah, mari kita pergi. asrama nya dekat kok. letaknya tepat dibelakang fakultas kamu." ajak ibu

__ADS_1


Tiara dan Ibu pun keluar ruangan dan menuju asrama. dan pasti Tiara memastikan tidak ada orang yang memperhatikan nya.


__ADS_2