Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 36


__ADS_3

Tiara masuk kamar nya dan cepat-cepat menutup pintu nya. kemudian dia duduk dimeja belajar nya dengan gelisah.


"Ya ampun kenapa aku bisa lupa untuk bertemu ibu asrama." batin nya dengan perasaan menyesal. kemudian Tiara menghela napas panjang dan berusaha mengendalikan diri. Tiara memilih segera mandi untuk menyegarkan diri, mungkin itu bisa membuatnya tenang.


Disamping itu, Rey yang baru masuk ke kamar nya juga merasa heran dengan sikap Tiara. Rey pun begitu gelisah memikirkan Tiara namun Ia tidak memahami akan kegelisahannya sendiri. Rey melonggarkan dasi nya dan merebahkan diri nya ditempat tidur.


"Ada apa denganmu Tiara?" batin Rey sambil menatap langit-langit kamarnya.


Kembali ke Rendy dan Anisa..


Rendy sudah puas dengan mandi bersama Nisa dan mengakhiri acara mandi nya. Rendy keluar kamar mandi sementara itu Anisa masih merendam tubuhnya di air hangat. Entah mengapa dia merada malam ini harus terlihat cantik dimata suami nya. Anisa pun menikmati ritual panjang nya dikamar mandi. Cukup lama Nisa berada dikamar mandi membuat Rendy lelah menunggu hingga tertidur.


Kini Anisa keluar dari kamar mandi dengan handuk dikepalanya. Tiba-tiba langkahnya terhenti melihat suami nya tertidur disofa, dengan gaya duduk sambil memegang remot tv.

__ADS_1


"Ya ampun mas, kamu pasti lelah." batin Nisa sambil mengelus pipi suaminya. Rendy yang merasa sesuatu menyentuh pipi nya pun terbangun. Rendy perlahan membuka matanya dan melihat istrinya hanya menggunakan handuk dengan sedikit belahan dibagian pahanya.


"Mau menggodaku?" tanya Rendy setengah sadar


"Maksud mas?" jawab Nisa sedikit bingung


Rendy tidak menjawab tapi langsung mengarahkan tangan ke paha Nisa dan menutup sedikit paha istrinya.


"O.. oh maaf mas, ga sengaja." Nisa jadi gelabakan dan berusaha menutup pahanya yang terbuka.


"Mas, ada apa? Apa aku merepotkanmu selama kita liburan?" tanya Nisa dengan nada rendah.


Rendy menoleh ke istrinya dan tersenyum. kemudian Ia merebahkan kepalanya dipangkuan istrinya. Nisa yang memahami kegundahan hati suami nya mengelus kepasa suaminya dalam arti menenangkan suaminya.

__ADS_1


"Maaf sayang, ini acara liburan kita tapi pikiranku tidak bisa lepas dari bayang-bayang Tiara." ucap Rendy dengan nada rendah.


"Mas, jangan minta maaf begitu. aku bisa mengerti mas bahkan aku juga memikirkan Tiara."jawab Nisa menenangkan suaminya. Nisa benar-benar mengerti akan perasaan suaminya, Rendy memank pria yang kaku namun memiliki cinta yang besar kepada Tiara bahkan Anisa pun mencintai Tiara.


"Terima kasih sayang kamu mau mengerti keadaan keluargaku. Aku hanya berfikir apakah selama ini dia baik-baik saja semenjak mengetau kebenarannya." ucap Rendy kemudian membenamkan wajahnya diperut istrinya.


Nisa tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia hanya memeluk erat suaminya. Eiitzz tunggu dulu, entah ada badai dari mana tiba-tiba saja Rendy berfikir untuk menggoda istrinya. Rendy tiba-tiba mengigit perut Nisa dan membuat Nisa kaget dan berusaha melepaskan diri dari jeratan suaminya.


Saat terlepas Nisa pun bergegas pergi sejauh mungkin dari suaminya, tapi sayangnya Rendy lebih sigap menangkap nya dan mengangkat tubuh Anisa dan membaringkan Nisa ditempat tidur.


"Kamu ingatkan apa kata mamah sama papah. mereka menginginkan cucu dengan segera." ucap Rendy sambil membuka perlahan handuk Nisa.


Nisa yang merasa sudah tidak bisa kabur lagi. akhirnya pasrah dengan perlakuan suaminya. dan mereka pun melewati malam panjang.

__ADS_1


"Sayang, jangan begini lagi


__ADS_2