
Tuan Erwin pun membuka pintu itu dengan ?perlahan. Dia melihat kedalam ruangan itu, Dia sangat bingung dengan pemandangan didalam. Seorang Dokter tengah menggendong anak perempuan yang sedang menangis dengan selang infus dan perbam dikepala anak itu. seketika hati tuan Erwin merasa sakit melihat keadaan gadis kecil itu. Air mata tuan Erwin mengalir begitu saja, gadis kecil itu menoleh dan menatap lekat kearah tuan Erwin dan tiba-tiba gadis kecil itu mengangkat tangannya seolah meminta digendong tuan Erwin dan tanpa bisa dipahami tuan Erwin langsung menggendong nya dan memeluk erat anak itu. Sangat membingungkan, gadia kecil itu berhenti menangis bahkan sangat tenang dalam pelukan tuan Erwin.
"Win, dia adalah anak dari korban kecelakaan kemarin." Tegur Tomi dengan nada rendah
"Dia begitu cantik bagai peri kecil." balas tuan Erwin sambil menyeka air mata nya.
Tuan Erwin tidak bisa melepaskan pandangan nya dari gadis kecil itu. Gadis kecil itu begitu manis dan sangat tenang tidur dipangkuan tuan Erwin.
Keesokan Harinya, Dikantor Polisi
Tuan Erwin yang datang bersama pengacaranya untuk bertemu dan membahas tentang kasus kecelakaan yang tersebut. Pihak kepolisian menginginkan kehadiran nyonya Dewi sebagai tersangka sementara Tuan Erwin menginginkan proses damai mengingat kondisi istrinya yang belum spenuhnya sehat dari syok beratnya.Begitu lama berdebatan antara pihak kepolisian dan tuan Erwin hingga akhirnya,
"Baiklah tuan, Anda harus menyetujui sangsi yang kami berikan dan anda wajib melapor pada kami setiap bulannya." Ucap pimpinan kepolisian
"Baiklah pak. saya akan berusaha." balas tuan Erwin
"Baik, Pertama anda harus mengganti rugi kerusakan halte bus akibat istri anda. Kedua anda wajib bertanggung jawab atas Tiara anak dari korban kecelakaan tersebut yang berusia 1 setengah tahun dan sekarang dirawat dirumah sakit Pratama. Dan selama itu pula keluarga anda akan dalam pengawasan kami.
__ADS_1
"Baik pak. saya akan menjalankan semuanya." jawab tuan Erwin.
Dengan itu kedua belah pihak setuju dan menandatangi perjanjian tersebut. Tidak ada yang bisa tuan Erwin lakukan selain menyetujui syarat mutlak dari pihak kepolisian.
Setalah dari kantor polisi, tuan Erwin menuju rumah sakit untuk menjemput Tiara. Saat tiba dirumah sakit, tuan Erwin langsung menemui Dokter Tomy dan menjelaskan segalanya.
"Lalu bagaimana dengan Dewi?" tnya Tomy
"Entahlah. dia bahkan tidak tahu kalau dia sudah menghilangkan 2 nyawa." jawab tuan Erwin frustasi
"Semua akan baik-baik saja. Mari kuantar kerungan anak itu." ucap Tomy menenangkan
"Bagaimana keadaannya?" tanya Tomy
"Sudah lebih baik mas, hanya memar-memar dibelakang badannya belum sepenuhnya sembuh." jawab dokter Dita
"Anak ini akan tinggal dengan Erwin mulai sekarang" dokter Tomy memberitahu
__ADS_1
"Maksudnya??" tanya Dokter Dita sedikit bingung
"Yah, anak ini akan menjadi putri dirumahku." Jelas tuan Erwin
Kini tuan Erwin diperjalanan menuju kediamannya. Sepanjang jalan dia terus berfikir apa yang akan dia katakan pada istrinya, bagaimana cara dia menjelaskan situasinya. Dia menghela napas panjang dan kembali fokus mengemudi hingga mobilnya memasuki halaman kediaman Pratama.
"Yeehh papah pulang." teriak Rendy yang melihat mobil papahnya. Rendy pun menghampiri mobil papahnya, tapi langkahnya menjadi pelan setwlah melihat papahnya menggendong seorang balita.
"Papah, siapa adik kecil ini?" tanya Rendy
"Ini adik Rendy, namanya Tiara."
"Aku punya adik lagi pah." ucap Rendy dengan semangat.
Tuan Erwin tersenyum karena anak nya dengan mudah menerima Tiara. Dia mengajak anaknya masuk kedalam rumah. Saat memasuki rumah, tuan Erwin langsung bertemu istrinya yang sedang memangku Rey diruang Tv.
"Pah, Sudah pul..
__ADS_1
Nyonya Dewi tidak jadi menyelesaikan kalimatnya, dia kaget melihat suaminya pulang dengan menggendong anak perempuan.