
Dikantor
Waktu menunjukkan jam makan siang. Rendy dan Rey memutuskan untuk makan dikantin kantor begitu pulang Tomy dan Sarah, saya saja tidak makan dimeja yang sama.
"Kenapa makam dimeja saya?" tanya Sarah berbisik
"Ada apa memangnya? Siapapun boleh duduk disini kan." timpal Tomy
Sarah tidak menjawab dan hanya melihat sekitar dengan wajah malu dan sedikit takut. Hal itu disadari oleh Tomy.
"Sarah, dimakan yaah. Abaikan mereka." Tomy menenangkan, Sarah pun menurut dan segera memakan makanannya.
Dimeja lain, Rendy dan Rey juga tak melewatkan suasana tersebut. Rey sempat berfikir betapa tulus dan gentle nya Tomy, Rendy juga berfikir bahwa Tomy sangat hebat dan keren.
" Aku harap hubungan mereka selalu baik." ucap Rendy yang memecah lamunan Rey.
"Aku tidak menyadari sejak kapan mereka bersama, tapi Tomy memang keren." balas Rey
" Emh.. Ayo habiskan makananmu." tegas Rendy
Cukup lama mereka dikantin, makan sambil berbincang hingga waktu tidak terasa dan mereka harus kembali dengan aktifitas mereka masing-masing dikantor itu.
__ADS_1
Dikoridor kantor, Rendy dan Rey menghampiri Tomy yang sedang berjalan dengan Sarah.
" Maaf, Sarah bisa kami pinjam Tomy duluan. Ada beberapa hal yang harus kami bahas segera." ucap Rey
"Oh baik pak, silahkan." jawab Sarah ramah.
"Kamu naik sendirian ga masalah kan?" tanya Tomy ke Sarah. Sarah hanya mengangguk tanda bahwa dia baik-baik saja sambil tersenyum.
"Baiklaah kami permisi dulu ya Sarah, Tolong Rapikan beberapa berkas dimejaku dan tolong tunda jadwal pertemuan saya hari ini." Ucap Rey kembali
"Baik pak." patuh Sarah
Akhirnya Rendy, Rey, dan Tomy meninggalkan Sarah didepan lift dan menuju parkiran.
Tomy dan Rey sama-sama menoleh dan seketika Tomy menjadi malu.
"Maaf tidak memberi tahu kalian. Tapi jangan khawatir, itu tidak akan menganggu pekerjaan saya." sahut Tomy
"Kakak ku hanya bertanya, tidak perlu malu begitu. Sarah itu wanita yang baik jadi tolong jangan permainkan sekertaris kesayanganku itu. Pahaam kau." timpal Rey bercanda. Dan mereka tertawa bersama
Sementara itu, Sarah yang masih didepan lift menunggu. Tiba-tiba ada sekelompok karyawan wanita yang juga ingin menaiki lift yang sama dengan sarah.
__ADS_1
"Heii kamu, pakai pelet apa sampai pak Tomy mau makan denganmu." celetuk salah satu dari mereka sambil menepuk pundak Sarah.
Sontak membuat Sarah terkejut, namun Sarah lebih memilih tidak meladeni ocehan mereka. Baginya dia juga harus teguh, dia tidak melakukan hal buruk, yang ia lakukan adalah jatuh cinta dan itu perasaan tulus.
Lift terbuka dan mereka siap untuk masuk, namun lagi-lagi para wanita itu mengusik Sarah.
"Kau tunggu lift selanjutnya, Aku tidak sudah bersama rakyat jelata" ucap salah satu sambil menarik tangan Sarah keluar.
Tanpa Sarah sadari, semua adegan itu telah dilihat atasannya yaitu Rey. Sarah menghapus sedikit air matanya nya, dan menarik napas panjang, Akhirnya dia sadar disudut ada Rey berdiri menatapnya.
" Oh bapak kembali."ucap Sarah seolah tak terjadi apa-apa
" Kamu baik-baik aja Sarah?" sahut Rey menghampiri
" Iya pak, Saya baik- baik aja." jawabnya berusaha tersenyum
"Sejak kapan hal ini terjadi?"
" maksud bapak??"
"Sejak kapan kami dapat perlakuan kasar dikantor inu, apa sejak bersama Tomy??"
__ADS_1
" Aah bapak, saya baik-baik aja kok." Sarah berusaha menghindari pertanyaan Bos nya