
"Iya Rey, ada apa?"
"Kak. hick.. hick.."
"Rey, ada apa? katakan dengan jelas." Rendy mulai panik
"Tiara kak, Tiara."
"Rey jangan uji kesabaran ku ya."
Tanpa fikir panjang Rendy mematikan telpon dan bergegas kerumah sakit.
Rey terlihat kacau didepan pintu UGD dengan bekas darah dibajunya.
Sementara didalam ruang UDG Icha dan kawan-kawan masih berjuang untuk Tiara. diketahui terdapat gumpalan darah dibagian kepala Tiara dan kaki kanan Tiara juga patah dibagian paha dan pergelangan nya.
Rendy yang sudah tiba dirumah sakit langsung menuju kamar mamah, namun Rendy tak melihat Rey disana. untung Rendy tak langsung masuk, akhirnya Ia memutuskan untuk menghubungi Rey.
"Rey, dimana kamu sekarang?"
"Aku Di UGD kak."
"ok, kakak kesana sekarang."
__ADS_1
Tak butuh waktu lama untuk Rendy sampai di UGD. saat Rendy tiba, Ia melihat adik nya dalam keadaan kacau duduk didepan pintu UGD.
"Rey, kamu kenapa? Apa yang terjadi?"
"Kak...!! " Rey langsung memeluk Rendy
"Aku sudah salah kak, aku sudah melukai Tiara." Rey menangis histeris
"Katakan dengan jelas apa yang terjadi." Rendy ikut panik.
Rey mengatur napasnyq dan mengontol emosinya.
"Jadi tadi itu kak.......!! " Rey menceritakan segalanya dengan jelas.Rendy menjadi syok dan tak bisa berkata apa-apa lagi.
"Aku sudah mencelakai Tiara kak, aku sudah bersalah." Rey terus mengucapkan kalimat itu berulang kali
Pintu UGD terbuka dan Icha keluar. Icha tampak sama kacaunya dengan Rey.
"Icha, katakan padaku bagaimana Tiara. apa yang terjadi padanya." ucap Rey sambil memegang tangan Icha.
"Rey tenanglah. pelan-pelan Rey." Rendy coba menenangkan
"Bagaimana aku bisa tenang, Tiara celaka karena aku kak." ucap Rey frustasi
__ADS_1
"Icha, kakak ingin tahu bagaimana Tiara?" Rendy ciba bertanya dengan lembut.
"Dokter yang akan menjelaskannya nanti." ucap Icha kemudian berlalu begitu saja meninggalkan Rendy dan Rey.
tak lama dokter pun keluar dan langsung dihadang oleh Rendy.
"Dok, saya yang bertanggung jawab atas Tiara. bagaimana keadaannya sekarang?" kata Rendy
"Begini pak, sekarang Tiara sudah melewati masa kritisnya. jadi dibagian kepala ada penggumpalan darah yang berhasil kami keluarkan. namun bagian kaki kanan Tiara patah dibagian paha dan pergelangan nya. yang pasti butuh waktu lama untuk psmulihannya." jelas dokter
Rendy syok begitu juga dengan Rey. Rey seperti kehilangan separuh nyawanya. Rey benar-benar sudah kehabisan akal, Rey merasa bahwa Ia lah penyebab Tiara jadi seperti ini.
"Bisa kah kami melihat Tiara dok?" tanya Rendy
"Maaf sekali pak, untuk sementara Tiara belum bisa dijenguk." dokter menjawab
"Baiklah kami mengerti dok, tolong jika ada perkembangan apapun mengenai Tiara kabari kami dok." pinta Rendy
"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu." pamit dokter
Rendy menatap lekat Rey yang terlihat sangat frustasi. Rey menyandarkan dirinya di dinding sambil memeluk kepalanya, Ia merasa sudah menjadi kakak yang gagal untuk Tiara.
"Rey, dengarkan aku baik-baik. masalah Tiara jangan beritahu Papah, paham." ucap Rendy
__ADS_1
Rey mengangkat wajahnya, dia menatap kakaknya kemudian Ia menyeka air matanya dan berkata
"Terima kasih kak selalu ada untuk ku." ucapnya sambil memeluk kakaknya