Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 13


__ADS_3

18Tahun lalu Dikediaman Pratama


"Rey jangan lari-lari sayang nanti jatuh." Tegur Nyonya dewi.


Rey yang masih 3 tahun begitu aktif dan menggemaskan. Tuan erwin sudah rapi dan menuju meja makan untuk sarapan disusul Rehan yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya.


"Mba tolong jaga Rey sebentar ya." ucap mamah pada salah satu pejerja dirumahnya.


Mamah kemudian menyusul suami dan anak nya ke meja makan dan menyajikan makanan. Papan dan Rendy sarapan dengan tertib. Rendy yang memliki sifat tenang dan tegas sangat rapi saat makan dan dia tegas terhadap adiknya. bahkan tatapannya membuat nyali Rey kecil menurun.


"Mah, kita berangkat dulu ya." kata papah


"Heii Rey jangan nakal sama mamah dirumah ya. Papah sama kakak pergi dulu. okee." ucap Rey sambil memangku adikknya


Rey yang tidak memahami perkataan kakaknya hanya tersenyum.


"Oia mah. kalau mau keluar pakai supir ya. Mamah kan belum lancar mengendarai mobil." Nasehat papah sebelum pergi


" Iyaa pah. lagian hari ini mamah tidak ada rencana kemana-mana kok." jawab mamah

__ADS_1


"Ya sudah, kita pergi dulu yah." papah mengakhiri


Papah dan Rendy pun keluar rumah setelah berpamitan. Papah mengantar Rendi terlebih dahulu sebelum menuju kantor.


Siang Hari..


Tidak terdengar suara Rey yang biasa membuat keributan dirumah karena dia sedang tidur siang. Mamah pun menjadi bosan, Akhirnya memutuskan untuk pergi keluar bersama teman sosialita nya.


Entah sengaja atau memank mamah lupa. Ia keluar rumah mengendarai mobil sendiri tanpa supir. Dia benar- benar bahagia jalan sendirian dan menyetir mobil sendiri.


Nyonya Dewi telah sampai di restoran tempat dia janjian dengan teman-temannya. Mamah turun dari mobil dan langsumg masuk restoran tersebut dan mencari meja teman-temannya


Dewi yang mendapat sumber suara itu balas melambai dan menghampirinya.


"Maaf ya aku sedikit terlambat. Aku tadi bawa mobil ya agak pelan." ucap mamah sambil cipika cipiki dengan teman-teman nya.


"Apa wi. kamu bawa mobil sendiri???"


"Apa suami mu mengizinkan??"

__ADS_1


"Tumben suami mu wi??"


Pertanyaan itu berturut-turut dilontarkan karena mereka tau Mamah sangat dimanja dan suami nya sangat takut kalau terjadi sesuatu pada mamah.


"Yah suami ku ga tau kalau aku bawa mobil. Tadi sih dia sudah ingati tapi entahlah aku lupa. sudah setengah jalan baru ingat." jawab mamah dengan santai


Dan mamah pun bersenang-senang hingga tanoa terasa sudah 3 jam mereka direstoran tersebut. Mamah melihat jam ditangannya sudah menunjukkan jam 2 siank. Dia merasa harus segera pulang karena dia meninggalkan Rey dengan pekerja dirumah. Mamah pun berpamitan untuk pulang duluan.


"Hei maaf ya seperti nya aku harus pulang duluan. Rey sendirian dirumah." ucap Mamah


"Baiklah.. lagian ini sudah mau sore yang ada suami mu nanti marah hehe."


"Kalian tau aja hehe. ya sudah akh duluan ya, thank's untuk hari ini." kata mamah sambil cipika cipiki dengan teman-temannya.


Nyonya dewi segera menuju parkiran dan pergi meninggalkan restoran. Sejenak Ia berfikir bagaimana kalau suami nya tau, bagaimana kalau Rey menangis. semua beradu dikepala mamah hingga Ia tidak konsen dan tak menyadari bahwa dia terlalu laju membawa mobil itu.


"BRUUAAKKK..!!" Tiba-tiba terdengan bunyi benturan keras


###

__ADS_1


Haii semua. terima kasih ya sudah mau mampir dinovel aku. Insya allah ku bakal lrbih sering update. Oiaa jangan lupa cek Ig aku @sarinurdiaa dan Tiktok @darasariii yuukk jalin silaturahmi 🙏


__ADS_2