Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 60


__ADS_3

Usia papah sudah tidak muda lagi, bahkan perusahaan papah sudah sejak 5tahun lalu dikelola Rendy. papah mengumpulkan kalian disini untuk memberitahu bahwa papah sudah mengatur warisan untuk kalian bertiga, dan papah harap kalian bisa saling mendukung satu sama lain."


"Kenapa begitu mendadak pah?" tanya Rendy


"Tidak nak, papah sudah mengatur ini sejak setahun lalu. hanya saja papah butuh waktu sampai Tiara cukup usia."


"Tapi pah, ini kan...


"Tolong mah, untuk kali ini papah tidak membutuhkan pendapat mamah." potong papah, membuat mamah semakin emosi namun Ia tahan mengingat suaminya sedang tidak sehat.


"Rendy, tolong ambilkan berkas disana." ucap papah sambil menunjuk kearah lemari privasi papah.


Rendy pun sedikit bingung namun Ia tetap melaksanakan yang dikatakan papah. Ia menemukan berkas yang dimaksud dan membawa berkas itu ke papah.


"Tolong kamu buka dan bacalah. dan ingat tidak ada pertanyaan apalagi bantahan. yang tertulis disana keputusan papah secara sadar dan papah harap kalian terima keputusan papah."


Entah mengapa Tiara merasa tubuhnya menjadi lemas dan tak berdaya. Ia merasa takut namun tak bisa dijelaskan, Ia melirik Anisa dan Anisa memberi isyarat bahwa Nisa pun tidak tau apapun mengenai ini.


Rendy membuka berkas itu perlahan, yang sebenarnya dia juga sedikit takut akan isi dari file tersebut.


"Ehem. Rendy bacakan sekarang pah?"


"Silahkan." ucap papah dengan tenang

__ADS_1


"Saya Erwin Pratama dengan sangat sadar menulis surat ini. dimana disini telah tercantum warisan untuk ketiga anak-anak ku. yang dimana pembagian itu:



Rendy Pratama : 50% saham Pratama grup


Reyhan Pratama : 50% saham pratama grup


Tiara Pratama : Rumah Sakit Pratama grup



Yang berarti Perusahaan properti akan dikelola oleh Rendy dan Rey. sedangkan Rumah sakit akan dikelola oleh Tiara sebagai pemilik tunggal dari rumah sakit tersebut.


"Mah, tolong tenang lah." ucap Rey


"Gak Rey mamah ga setuju. mamah ga bisa."


Mamah pun berdiri dan mendekati Tiara, mamah menarik tangan Tiara hingga Tiara kehilangan keseimbangan, untung Rey several menangkapnya


"Mamah, kenaoa Mamah Kahar selali?" Benta Rey


"Apa Rey, Kamu Berani Benta Mamah Karena perempuan ini." ucap Mamah yang sidah tidak bisa menahan emosinya.

__ADS_1


"Apa sih maksud Mamah." Rey semakin bingung.


Mamah kemudia menarik Tiara Dari sekatang Rey, Mamah mencengkram Baju Tiara.


"Apa Tiara, aoa yang Sudah kamu lakukan pada keluargaku. katakan Ayoo katakan Tiara.


"Mamah aku mohon, berhentilah." Rendy bersaha menenangkan Mamah. namum mamah sudah tidak bisa dikendalikan lagi.


"KATAKAN TIARA, APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN SAMPAI SUAMI DAN ANAK-ANAK KU MENCINTAIMU." bentak mamah sambil mencengkram kuat bahu Tiara, membuat Tiara kesakitan.


"Mah, Tiara minta maaf." ucap Tiara sambil menahan kesakitannya


"Jangan memanggilku mamah, aku bukan mamahmu. apa segitu murahannya orang tuamu hingga mengirimmu kesini untuk mendapatkan harta suamiku. Ayo katakan.


"Mah sumpah Tiara ga tau apa-apa." Tiara menangis sejadi-jadinya.


"Sudah aku katakan aku bukan mamahmu."


PLAAKK. suara tamparan dipipi Tiara.


"MAMAH..!!! Teriak Rendy, Rey, dan Nisa kompak


Tiara tersungkur kelantai dan kepalanya menghantam ujung meja membuat Tiara menjadi pusing dan dahinya pun berdarah.

__ADS_1


dengan sigap Rey mengangkat Tiara dan mengusap darah dikening Tiara. Rendy yang sudah kehilangan kesabaran pun mendekati mamahnya,


__ADS_2