Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 56


__ADS_3

Entah mengapa malam ini Tiara merasa gelisah. Ia merasa sangat mengatuk namun fikirannya melayang entah kemana. Icha mulai risih dengan tingkah Tiara yang sejak tadi membolak balikkan tubuhnya.


"Tiara. kamu kenapa sih?" tanya Icha penasaran.


"Ga tau Cha, aku merasa ga enak. tapi entahlah." jawab Tiara


"Tiara, kamu sakit? dari tadi aku perhatikan kamu gelisah loh."


"Perasaan aku ga enak Cha, tapi ga tau apa yang terjadi."


"Tiara tenang ya, coba pejamkan mata kamu deh."


"Sebaiknya aku telpon kerumah deh. Perasaan aku ga tenang nih." Tiara lalu bangun dan mengambil ponselnya. Ia mencari kontak Rey dan langsung menghubungi kakaknya


"Halo Tiara, ada apa? kenapa telpon malam-malam begini?" Rey menjawab panggilan Tiara


"Kakak maaf ya aku ganggu malam-malam begini. aku cuma mau tanya, apa dirumah baik-baik saja?" tanya Tiara, dan Rey begitu kaget. "Tiara bisa merasakan perasaan papah. hebat." bati Rey


"Halo kak, Kakak dengar aku?" Tiara memanggil karena tak ada jawaban dari Rey


"Eh iya, kakak dengat kok. itu tadi papah tiba-tiba demam, dan Aku sama kak Rendy langsung pulang cepat kantor." jelas Rey


"Papah sakit, kok ga ada yang kabarin aku sih." Suara Tiara sedikit kesal.

__ADS_1


"Maaf Tiara, kami fikir kamu sedang banyak tugas dan kami ga mau ganggu."


"Setidaknya bisa kirim pesan kan."


"Iya yah, kakak minta maaf." kata penuh rasa bersalah


"Baiklah, sampaikan sama papah, aku menyayangi ya." Tiara mengakhiri panggilannya.


Setelah menerima telpon dari Tiara, penyakit Rey kumat lagi. dimana Ia akan selalu memikirkan Tiara, dan sudah jelas tidak akan fokus pada pekerjaannya.


"Ok Rey, jangan lagi jangan. hufhh." batin Rey. Setwlah itu Rey mencoba memejamkan mata nya.


Tidak dengan Tiara, Ia menangis dalam diam dibawah selimutnya. suara isakannya pun terdengar Icha dan membuatnya terbangun. Icha perlahan turun dari tempat tidurnya dan mendatangi Tiara.


"Ya ampun Tiara, ada apa?" Icha langsung panik


"Icha... " hanya itu yang bisa kata ya g keluar dari mulut Tiara. Ia pun bangkit dan memeluk Icha, Icha pun dengan erat mendekap Tiara, hatinya begitu hancur melihat sahabatnya dalam keadaan seperti ini.


"Menangislah, menangis sebanyak yang kamu mau Tiara. jangan ditahan." ucap Icha masih kokoh memeluk Tiara


"Bukan ini yang aku mau Cha, bukan." Tiara terisak-isak


"Tenang Tiara, aku mohon." Icha semakin khawatir.

__ADS_1


"aku harus bagaimana sekarang." ucap Tiara tanpa dijawab Icha.


"Ya ampun Tiara, begitu pedihnya kah kehidupanmu." batin Icha


Cukup lama Tiara menangis dalam pelukan Icha, hingga membuat Tiara merasa lega dan sedkit tenang.


"Sekarang ceritakan ada apa? apa yang membuatmu begini Tiara." tegur Icha


"Tadi aku merasa gelisah Cha, akhirnya aku memutuskan untuk telpon kerumah. dan benar aja papah sakit dan tidak ada yang memberitahuku." jelas Tiara


"Tiara, mereka tadi pasti sangat panik hingga lupa mengabarimu." jawab Icha


"Cha, papah sakit pasti karena memikirkan aku. karena ini pertama kalinya aku diluar rumah begitu lama, setahun Cha, sudah 1 tahun kita disini."


"Jadi sekarang apa? mau membatalkan rencanamu?"


"Gak mungkin Cha, aku sudah separuh jalan."


"Lalu?"


"Entahlah. Aku sendiri bingung."


"Ya sudah, lebih baik kita tidur dulu yah. besok kita fikirkan lagi." ucap Icha dan langsung disetujui Tiara

__ADS_1


__ADS_2