
"Mas, Tiara bukan gadis lemah, Mas jangan khawatir ya." ucap Nisa sambik mengelus bahu suaminya.
"Nisa, terlalu banyak aku menyusahkanmu demi Tiara. aku mohon mengerti ya."
"Mas, Tiara juga adik aku kan. Mas jangan cemas yah."
"Thank's sayang."
"Ya sudah, aku turun yah. Mas semangat yah." Nisa pamit lalu turun dari mobil suaminya. Mobil Rendy pun melaju meninggalkan kampus.
Nisa langsung menghampiri Tiara, Nisa sadar kalau Tiara menunggu nya. karena itu bukan kebiasaan Tiara berdiri didepan gerbang.
"Tiara, kamu disini?" sapa Nisa
"Iya kak, Tiara disini nunggu kakak."
"Menunggu? memang nya ada apa?"
"Tiara ingin bicara sebentar boleh."
"Emh.. sebaiknya kita ke kantor kakak aja yah." ajak Nisa dan langsung disetujui Tiara.
"Ayo sini masuk." pinta Nisa. Tiara pun masuk dan langsung duduk disofa tamu. Sebenarnya Nisa sedikit gelisah karena pagi-pagi sekali Tiara ingin menemuinya.
__ADS_1
"Baiklah, katakan ada apa?" tanya Nisa
"Emh begini kak, duh aku bingung harus mulai dari mana."
"Tiara.. katakan aja, kakak akan bantu." ucap Nisa sambil mengenggam tangan Tiara
"jadi begini kak, entah lah tapi aku merasa hanya kakak yang aku percaya sekarang."
"Memang nya ada apa?"
"Tiara sudah bertekad ga akan kembali ke kediaman kak. Tiara akan hidup diluar tanpa nama pratama."
"Tapi Tiara, itu akan berat buat kamu."
"Apa rencanamu?"
"Aku minta kakak jangan beritahu kabar tentang aku pada siapa pun. Kak, aku sedang kelola usaha caffe untuk aku hidup kedepannya. tolong kakak jangan khawatir, aku akan baik-baik aja kok."
"Kamu yakin Tiara? kak Rendy dan Rey selalu siap untukmu. mereka bisa marah jika tau rencanamu. kakak harus jawab apa kalau mereka bertanya?"
"Aku mohon kak, bantu aku." Tiara berusaha meyakinkan Nisa
"Tiara, kakak akan lakukan sebisa kakak dan kakak ga yakin bisa bungkam terlalu lama."
__ADS_1
"Terima kasih kak, Tiara tau ini bukan hal baik. tapi kakak lihat sendiri keadaan dirumah seperti apa. semua karena aku kak."
Nisa langsung memeluk Tiara, Nisa tau betapa besarnya pengorbanan Tiara untuk keluarga pratama. Tiara harus kehilangan orang tua nya karena mamah, dan kini Ia bahkan kehilangan segalanya juga karena mamah.
Kini Anisa pun dilema antara melindungi Tiara dan berbohong pada suaminya. Dia benar-benar berada diantar pilihan yang rumit.
"Terima kasih kak, jujur Tiara sempat ragu. tapi Tiara cuma punya kak Nisa sekarang." ucap Tiara dengan tatapan memohon membuat Nisa melemah.
"Tiara dengarkan kakak ya. Kami semua selalu ada untukmu, jang pernah berfikir kamu sendirian." jawab Nisa sambil mengusap pipi Tiara.
"Ya sudah, Tiara keluar dulu ya kak. sebentar lagu kelas Tiara dimulai." pamit Tiara
Tiara pun keluar dan menujur kelasnya dengan segera. sudah ada Icha disana menunggu dengan cemas, Icha sangat penasaran dengan hasil pembicaraan Tiara dengan Anisa.
"Tiara, cepat sini." Icha melambai saat melihat Tiara memasuki pintu kelas, Tiara oun bergegas mendatangi Icha.
"Bagaimana? Apa kata bu Nisa?" tanya Icha sangat penasaran.
"Dia bilang akan coba bantu untuk merahasiakan tentang aku. tp aku ga bosa berharap sepenuhnya."
"kenapa?"
"Kak Nisa itu sangat patuh pada suami. Ia bahkan gak pernah berbohong tentang apapun. dan pasti permintaan aku tadi menyulitkan dia."
__ADS_1
"Lalu, kamu mau apa sekarang?"