
"Begini pak, saya mau bicara mengenai kecelakaan yang menimpa ibu Dewi." Ucap pak polisi dengan sopan
"Oh baik pak, silahkan." balas tuan Erwin sambil mengajak nya duduk
"Begini pak, Ibu Dewi menabrak halte bus dijalan S. Dihalte itu ada suami istri yang sedang menunggu bus. Dan.. "sedikit ragu polisi tersebut mau melanjtkan kalimatnya.
"Maksud bapak?" timpal tuan Erwin kebingungan
"Mereka tertabrak mobil ibu Dewi pak, dan suami nya meninggal ditempat. Maaf sekali pak tapi nyonya Dewi akan terkena sangksi terkait masalah ini." terang polisi
"Eemmhh begini pak, istri saya saat inj masih syok karena kejadian ini pak. Saya mohon beri sedikit waktu." ucap tuan Erwin sedikit memohon
"Begini pak, Saya beri waktu 2hari untuk ibu segera ke kantor kami. dan saya harap anda bisa kooperatif." balas polisi dengan bijak
"Terima kasih atas pengertiannya pak, semoga istri saya cepat baik." ucap tuan Erwin berjabat tangan dengan polisi
Polisi tersebut meninggalkan tuan Erwin dengab harapan keluarga Pratama mau bekerja sama dengan baik. Tak lama setelah kepergian polisi tersebut..
"Erwin. Apa yang terjadi?? tanya dokter Tomi
__ADS_1
"Tadi ada polisi menemuiku, Dia menjelaskan kasus Dewi." jawab tuan Erwin
"Begini win. Istri dari korban itu juga baru saja meninggal." Ucap Dokter Tomi
"Maksud mu pasien yang darurat barusan?" tanya tuan Erwin menerka.
Dokter Tomi hanya mengangguk mengiyakan ucapan tuan Erwin. Tuan Erwin menghela napas panjang, Ia berfikir andai istrinya mendengarkan nasehatnya tadi pagi. Dokter Tomi nenepuk bahi sepupunya mencoba menenangkan. Ditengah kebingungannya, tuan Erwin tiba-tiba teringat Rehan dan Rey dirumah. Ia mengeluarkan ponsel dan menelpon rumah.
"Halo bi, apa Rehan sudah tidur?" tanya tuan Erwin
"Belum pak, mereka baru selesai makan. dari siang mereka tidak mau makan dan mencari nyonya.
"Apaa pak!! lalu ibu bagaimana pak??"
"Tenang bi, ibu hanya syok tapi dokter tetap menahan nya untuk melihat keadaan sampai besok pagi. Saya nitip Rehan dan Rey dulu ya bi."
"Baik pak. Saya akan jaga anak-anak."
"Terima kasih ya bi. saya tutup dulu."
__ADS_1
Tuan Erwin lagi-lagi menghela napas panjang sambil memijat kepala nya.
Ke Esokan Harinya..
Tuan Erwin mendapat telepon dari pihak kepolisian terkait kasus nyonya Dewi. Dan tuan Erwin pun segera ke kantor polisi. Karena pihak kepolisian baru menerima laporan kematian Istri korban tabrakan tersebut.
"Selamat pagi pak." sapa tuan Erwin pada pihak kepolisian
"Selamat pagi pak, Silahkan." jawab pak polisi mempersilahkan tuan Erwin untuk duduk
"Maaf pak saya memanggil anda secara mendadak. Begini pak, saya baru saja menerima update dari kasus tabrakan ibu Dewi. Dan saya tidak bisa menunggu, saya harus segera proses kasus ini pak." kata pak polisi menjelaskan
"Tapi pak, bukan kah kita sudah membahas masalah ini. Dan bapak sudah memberi saya waktu 2 hari." timpal tuan Erwin
"Saya harus segera bertindak pak dan memberi keputusan mengenai nasib anak korban pak." Jelas pak polisi
"Anak? Maksud bapak, Korban mempunyai anak?? tanya tuwn Erwin sedikit bingung
"Benar pak. seorang anak perempuan berumur 3 tahun yang selamat dari kecelakaan tersebut pak. Dan anak itu sekarang sedang dirawat dirumah sakit yang sama dengan ibu Dewi."
__ADS_1
"Begini pak, saya butuh pengacara untuk masalah ini."