
Tiara mencoba membangunkan Rey,
"Kakak." sambil menggoyangkan tubuh Rey
Rey yang merasa terusik perlahan membuka mata, saat kesadarannya sudah penuh Rey menyadari dia berada dikamar Tiara.
"Tiara." Rey seketika menyebut nama Tiara.
"Kak Rey." sahut Tiara seolah memberitahu bahwa dia baik-baik saja.
"Kamu baik-baik aja kan." ucap Rey sambil mengelus kepala Tiara
"Iyaa ka, Terima kasih ya semalam sudah temanin aku."
"Haah, Tiara sebenarnya apa yang terjadi?" Rey masih penasaran
"Maksud kakak??
"Kamu berbeda Tiara, seperti bukan Tiara yang biasanya.
"Aah itu perasaan kakak aja. Tiara baik-baik aja kok kak.
__ADS_1
"Yakin????"
"Iyaa kak, sungguh."
"Ya sudah kalau begitu, Kakak pergi dulu yah. Kamu juga bersiap lah, hari ini kamu mau melengkapi berkas pendaftaran kn."
"Iyaa ka." ucap Tiara dengan senyum
Rey pun meninggalkan Tiara dan menuju kamarnya untuk bersiap. Rey membuka pintu kamar dan masuk, saat Ia menutup lagi pintu kamar nya Rey neyandarkan diri dipintu dan menarik napas sambil memegang dada nya
"Huufhh apa-apaan ini. kenapa didekat Tiara aku seperti sedang bersama kekasih ku sih." Rey sambil mengingat bagaimana dia berlari saat mendengar teriakan Tiara dan bagaimana dia menjaga Tiara sepanjang malam.
Sementara itu diruang makan sudah ada Papah, Mamah, Rendy, dan Anisa.
"Rey baru mandi mah, tadi dia kesiangan." sahut Nisa
Rendy dan Nisa tahu bahwa Rey semalam ke kamar Tiara. Mereka juga mendengar teriakan Tiara. tapi saat mereka akan ke kamar Tiara, Rey sudah duluan samoai dikamar Tiara dan Nisa menahan Rendy untuk menyusul.
"Ini Tiara juga tumben belum turun??" tanya mamah lagi seeikit bingung
"Mah, Tiara kan baru lulus. selama ini dia selalu bangun pagi-pagi. sekali-kali biarlah dia bangun agak siang." timpal Rendy. yang sebenarnya Rendy mengerti pasti Tiara butuh waktu untuk segala nya.
__ADS_1
Tuan Erwin yang melihat sikap bijak anak-anaknya sangat bersyukur. terlebih lagi meski Rey suka bertingkah kenanakan tapi Rey sangat bertanggung jawab dan penyayang.
"Pah, mah.. maaf Tiara bangun kesiangan." sapa Tiara sedikit tergesa-gesa.
"Iya sayang. tidak masalah." sahut Papah
Anisa yang masih mengingat kejadian semalam, merasa lega melihat senyum Tiara pagi ini. Ia bersyukur melihat Tiara dengan bijak menyikapi masalah hidup nya.
"Kak, jadikan hari ini temanin Tiara." tanya nya pada Nisa
"Oh tentu, Kakak siap menemani mu kemana saja." sahut Nisa antusias
"Terima kasih ya ka, aku harap segalanya bisa selesai hari ini."ucap Tiara
"Tenang lah, kak Nisa akan membantu mu." sahut Rendy dengan senyum
Yah, Tiara akan mendaftarkan diri nya dikampus tempat Anisa mengajar. Dan tidak hanya itu, Tiara bahkan sudah mempersiapkan dirinya untuk hal lain. Tiara merasa lebih baik perlahan meninggalkan keluarga Pratama dan hidup sendiri, bukan maksud tidak terima kasih tapi Tiara tidak ingin lebih lama lagi menyusahkan keluarga itu. baginya ini adalah hidup nya dan dia akan menghadapi sendirian. Tiara belum pernah melakukan apapun tanpa didampingi Papah atau Rendy.
"Pagii semua!!" sapa Rey yang berusaha bersikap biasa
"Pagi Rey. Semangat sekali hari ini."tanya Rendy menggoda
__ADS_1
"Aku akan menjadi orang sukses ka, jadi aku harus bersemangat." timpal Rey
Rendy dan Anisa tertawa karena mengertinyang Rey alami. sementara Papah dan mamah hanya geleng kepala.