Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 75


__ADS_3

Ke esokan hari nya.


Mamah sudah pindah diruang rawat VIP. semalaman Rendy dan Rey tak tidur.


"Rey, sebaiknya kamu pulang ya. biar aku sama papah disini." ucap Rendy yang melihat Rey begitu kelelahan


"Lebih baik kakak yang pulang, kasihan kak Nisa dirumah." jawab Rey


"Sudahlah, kalian berdua pulang aja. papah disini akan menunggu mamah. Rendy lebih baik kamu lihat Anisa dirumah, dan Rey lebih baik kamu urus kantor dulu yah." sahut papah


"Baiklah pah, Rey akan ke kantor pagi ini. setelah itu Rey akan kembali kemari."


"Pergilah, papah baik-baik saja disini." kata papah


Akhirnya Rendy dan Rey pun pulang. yang sebenarnya Rey sangat ngantuk sekali tapi Ia tak tega menginggalkan paoah sendirian menjaga mamah.


Sementara itu,


Tiara dan Icha baru saja tiba dirumah sakit. dan mereka segera berpisah dan pergi ke ruangan masing-masing. Tiara yang ditugaskan ke poli anak segera pergi keruangannya, sementara Icha bertugas di ICU.


"Hai semua, seperti nya kalian lelah sekali." sapa Icha pada teman-taman nya yang berjaga


"Iya Cha, semalam kami bagai disambar petir sampai mata kamu segar mendadak." jawab salah satu temannya


"Benarkah, memang nya ada apa?" Icha penasaran


"Semalam ada pasien darurat, kami begitu panik dan kami harus siaga bahkan sebelum pasien itu datang."


"Wah.. pasti kalian sangat panik tadi malam."

__ADS_1


"Sudah Cha, jangan ditanya lagi. sampai sekarang bahkan kami tidak berani istirahat."


"Memangnya pasien tadi malam sakit apa?"


"Gagal jantung Cha, dan pasien itu sudah tak sadarkan diri saat tiba disini. kami benar-benar ketakutan, bagaimana kalau kita buat kesalahan, pasti digantung leher kita."


"Hahaa kalian bisa aja, memang nya siapa pasien itu?"


"Nyonya dewi."


"Nyonya? dia pejabat?" tanya Icha dengan polosnya


"Duh Icha, lebih dari pejabat. Nyonya dewi itu istri dari pemilik rumah sakit ini."


"APAAA..!! maksud kalian nyonya Pratama?"


"Oh sorry, aku kaget. Duh aku harus kasih tahu Tiara ini."


"Kenapa harus kasih tau Tiara?"


"Ya iyalah, kan itu mamah nya Tiara."


"APAAA!!! "


"eh.. maksud aku Tiara ingin tau pemilik rumah sakit ini siapa?"


"Oh gitu, kirain apa."


"Hufh hampir aja, kalau sampai aku keceplosan bisa dipenggal aku sama Tiara, belum lagi kak Rey." batin Icha

__ADS_1


Diruang rawat mamah,


Mamah membuka matanya perlahan, mamah melihat sekitar dan sadar bahwa dirinya berada dirumah sakit. Mamah melihat papah tertidur disofa.


"Pah.. papah..!!!" mamah coba memanggil papah.


Papah yang sedang tertidur merasa ada yang memanggil. perlahan papah membuka mata dan tersadar itu suara mamah. seketika papah bangun dan mendatangi mamah.


"Mamah sudah bangun, apa yang mamah rasakan?"


"Perut mamah masih nyeri pah."


"Mamah harus banyak istirahat ya, jangan terlalu memikirkan hal lain."


"Pah, apa kata dokter? mamah kenapa pah?"


"Dokter masih harus memeriksa mamah, baru dokter bisa mengatakan nya. kita tunggu aja ya mah." papah terpaksa berbohong lagi,


Disela obrolan mereka, tiba-tiba pintu terbuka dan ternyata Rey yang masuk.


"Pah, Rey bawakan papah makanan dan baju ganti."


"Yah, terima kasih yah."


"Mamah.. mamah sudah sadar. bagaimana perasaan mamah sekarang?"


"sudah lebih baik Rey."


"Syukurlah. Oh iya papah makan dulu yah, ini sudah jam makan siang pah."

__ADS_1


__ADS_2