Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 7


__ADS_3

Rey dan Tiara menikmati sejuknya malam dengan jagung bakar. Tiara benar-benar telah melupakan kesedihannya. Rey yang diam-diam memperhatikan Tiara sempat berfikir, apa yang membuat Tiara sedih tadi sore.


"Tiara dengarkan kakak ya, Kakak janji alan selalu menjaga dan membahagiakan mu" ucap Rey menatap lekap wajah Tiara sambil menggenggam tangan Tiara.


"Terima kasih ya, Aku janji ga akan mengecewakan kakak dan keluarga." balas Tiara dengan yakin.


"Ayoo kita pulang, ini sudah terlalu malam." ajak Rey.


Keluarga Pratama sedang bersantai diruang keluarga setelah makan malam. Mereka sengaja tidak menunggu Rey dan Tiara, karena mereka tau bagaimana Kakak beradik itu jika sudah bersama.


"Mereka pergi sejak sore, kemana mereka??" tanya Rendy pada papahnya


"Entah.. Rey bahkan meninggalkan papah tadi ditaman." jawab papah


"Siapa yang bisa menghalangi keinginan Rey kalau sudah menyangkut soal Tiara." timpal mamah dengan nada datar


"Benar, Rey lah penentu hidup Tiara." sekali lagi Nisa menjawab


"Malam semua...!!!" suara yang tidak lain adalah Rey.


Dia memasuki rumah disusul oleh Tiara.


"Malam pah, mah.. maaf kami kemalaman pulang." sapa Tiara dengan nada sedikit bersalah


"Jika terjadi sesuatu pada Tiara, Siap-siap kau menerima bogem mentah dari kakak." Ancam Rendy sambil mengepalkan tangannya

__ADS_1


"Santai dong. ga perlu pakai urat kakakku yang tampan." ledek Rey kemudian kabur


"Dasar adik sialan kau. Mau kemana kamu Rey..!!" jawab Rendh sambil mengejar Rey


Dan lagi-lagi mereka tertawa melihat tingkah Rehan dan Rey. Yah begitulah, Tiara yang sangat dianak emaskan oleh semua orang. Anisa yang bahkan baru beberapa tahun mengenal Tiara sudah sangat mencintainya.


Tiara yang tidak pernah mengecewakan keluarganya, selalu patuh dan berkarakter lembut membuat siapa saja mudah mencintai nya.


######


Pagi yang sejuk, Matahari menembus jendela kamar Rey membuatnya terbangun. Dia berusaha mengimbangi silau nya matahari yang langsung mengarah ke wajahnya.


Seminggu sudah Rey berada di Indonesia, dan hari dia harus bersiap untuk ke kantor karena dia sudah berjanji pada papah akan membantu Rendy mengelola perusahaan.


"Hoam.. rasa nya masih mau tidur. tapi kalau lambat aku pasti akan diteriakin sama ka Rehan." ucap Rey dengan nada lesu.


"Haduuh.. pakai baju apa ya?? Ini hari pertama ke kantor, aku harus terlihat keren kan" batin Rey sambil memilih baju.


Akhirnya Rey memutuskan memakan kemeja abu-abu dengan jas warna biru tua senada dengan celana nya. setelah selesai Rey langsung turun untuk bergabung dengan keluarga nya dimeja makan


"Sudah siap Rey??" Tanya Rendy


"Seperti yang kakak lihat, Aku sudah siap."


"Apa kau tidak lupa membawa bedak dan lipstik??"

__ADS_1


"Maksud kakak??" tanya Rey dengan kebingungan


"Kau berdandan sangat lama, Tiara bahkan lebih cepat darimu"


"Jangan meledekku. Aku calon wakil direktur, jadi harus terlihat sempurna."


"Yang dibutuhkan disana kecerdasan kakak, bukan penampilan." celetuk Tiara dengan cuek sambil menikmati sarapannya. Ia tidak menyadari semua mata tertuju padanya karena celetukkan nya yang diluar kebiasaannya.


"Tiara..!!" panggil ka Rendy


"Emh.. ada ap...!!!" Tiara tidak melanjutkan kalimatnya, dia heran mengapa semua menatapnya dengan tatapan datar. tapi tidak dengan Rehan, Rehan sangat takjub dengan apa yang Tiara ucapkan.


"Sungguh kakak mencintaimu Tiara, bahkan kau lebih pandai darinya." ucap Rendy sambil melirik kearah Rey


"Upps maaf ka, Tiara ga sengaja." ucapnya dengan nada mengejek sambil menutup mulutnya


"Sudah jangan bertengkar. Rey belajar lah dengan baik okeh." sahut Nisa melerai perdebatan dipagi itu


"Kalau tidak didepan Tiara maka habis kau ka" Ucap Rey setengah mengancam. tapi itu tidak berpengaruh pda Rendy, sebab dia tau Rey yang usil sekali pun tidak akan kurang ajar pada siapa pun.


Tuan Erwin dan Nyonya Dewi hanya geleng kepala melihat tingkah anak-anak nya.



__ADS_1


Maafkan penyebutan Rendy yang salah diepisode sebelumnya. 🙏🙏🙏


__ADS_2