
"Apa pah, Tiara? " sahut mamah terkejut
"Iya mah, papah akan minta pihak asrama untuk membawa Tiara pulang sementara waktu."
"Pah, ini buat mama bingung pah. untuk apa ada Tiara pah. anak kita hanya 2."
Namun papah tidak menghiraukan ucapan mamah. papah sudah tidak peduli lagi apa pendapat mamah tentang Tiara. Sudah lelah papah selama ini menghadapi sikap mamah yang acuh pada Tiara. Dan mamah yang merasa diabaikan pun berlalu meninggalkan suaminya.
Sementara itu, Tiara dan Icha pergi ke caffe setelah jam kulaih mereka berakhir. Tiara mengajak Icha untuk berdiskusikan mengenai kelanjutan caffenya. hingga mereka memutuskan untuk mencari karyawan agar dirinya tidak terlalu lelah. Tiara dan Icha pun menyebarkan hal itu pada teman kampus mereka, bahkan Icha mencari kontak karyawan lama caffe tersebut agar bisa bergabung.
setelah semua selesai mereka diskusikan, mereka kambali melihat sekali lagi hasil renovasi caffe tersebut dan mereka sangat puas dengan hasilnya, sangat sesuai dengan apa yang mereka inginkan.
"Cantik Ara." ucap Icha sambil melihat sekeliling
"Iya Cha, semoga usaha kita lancar terus ya." ucap Tiara
"Tiara, aku ada disini, dan selalu ada untukmu. kita jalani ini bersama yah." ucap Icha sambik merangkul Tiara.
Mereka akhirnya memutuskan kembali ke asrama. setelah tiba, Tiara tiba-tiba teringat papah nya.
"Aku sebaiknya menghubungi papah." batin Tiara
Segera Tiara mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi papahnya
__ADS_1
"Halo pah, bagaimana keadaan papah sekarang?"
"Papah baik nak, bagaimana kesehatanmu?"
"Tiara baik pah. apa papah sudah sembuh?"
"Iya nak, papah hanya lelah."
"Syukurlah, Tiara khawatir kalau papah sakit."
"Iyah nak. Oh iya hari minggu papah mau Tiara pulang dulu yah, ada hal penting yang papah bicarakan."
"Oh begitu ya pah, baiklah nanti Tiara pulang yah."
"Papah cepat sembuh ya, Tiara sayang papah." Tiara mengakhiri panggilannya.
Beberapa Hari kemudian.
Hari dimana papah meminta semua anak nya berkumpul termasuk Tiara.
Sore itu Rey bersiap menjemput Tiara diasrama. Entah mengapa Rey sangat bersemangat jika akan bertemu Tiara.
"Icha, yakin gak mau ikut kerumah aku?" tanya Tiara
__ADS_1
"jangan khawatir Ara, aku baik-baik aja kok. pergilah."
"Baiklah. aku akan segera kembali. aku tinggal ya Cha." pamit Tiara dengan segera karena Rey sudah menunggunya. Tiara oun meninggalkan kamar nya dan berlari menuju halaman asrama dimana kakak nya sudah menunggunya.
"Kak, maaf sedikit lama. tadi aku coba ajak Icha tapi dia gak mau."
"Jadi Icha sendirian?" tanya Rey dan Tiara hanya mengangguk.
Rey pun memberi isyarat agar Tiara masuk mobil. Tiara pun menurut dan segera masuk mobil. segera mobil Rey meninggalkan halaman asrama, dan menuju kediaman. Dalam perjalanan Tiara membuja obrolan
"Kak, kenapa papah ingin kita berkumpul?"
"Entah, tapi sepertinya ada masalah serius."
"Benarkah? semoga semua baik-baik aja."
Mobil melaju hingga tiba dihalaman kediaman, Tiara langsung turun dan masuk kerumah. diteras sudah ada papah dan Nisa menanti kedatangannya.
"Papah." sapa Tiara lalu memeluk papah
"Papah senang melihatmu sehat dan ceria." ucap papah
"Tiara sudah bilang kan, Tiara akan baik-baik aja pah." Tiara pun melepas pelukan papahnya dan beralih ke Anisa..
__ADS_1
"Ya ampun, beberapa hari ini aku ga liat kakak dikampus. Apa kakak sehat? " ucap Tiara