
Hari yang panjang bagi Tomy dan Sarah. Mereka benar-benar bekerja keras mengurus perusahaan sementara para bos mereka sedang diluar.
"Haaah.. " Sarah menghela napas, kemudian Ia berdiri dan berjalan menuju ke jendela. Ia menatap jauh keluar jendela.
Tomy merasa kasihan pada Sarah, namun Ia tak bisa berbuat banyak karena dia sendiri juja sebenarnya sangat lelah.
"Kamu lelah sekali ya?" tanya Tomy
"Yah, sangat lelah. Andai ada ayah disini." ucap Sarah tanpa menoleh
"Memang nya ayah kamu kenapa?" tanya Tomy. namun tak ada jawaban dari Sarah. Sarah hanya terdiam menatap keluar jendela.
"Maaf kalai pertanyaan aku gak sopan." sambung Tomy
"Gak kok pak, saya hanya sedang berusaha mengenang ayah meskipun saya sendiri ga tau rupa ayah seperti apa?" ungkap Sarah
__ADS_1
"Baru kali ada orang gak tau wujud ayahnya sendiri." kata Tomy sedikit bingung membuat Sarah tersenyum dan kembali duduk dikursinya.
"Jangankan bapak, saya sendiri aja gak tau jawabannya." ucap Sarah dengan santai.
"Maksud kamu?" semakin bingung Tomy
"Saya ga pernah ketemu sama ayah. Jadi ibu itu sebenarnya istri kedua pak, bahkan istri pertama ayah tau dan menerima, hanya saja mereka tinggal terpisah. Saya bahkan punya saudara perempuan pak, tapi waktu saya batu lahir ayah kecelakaan bersama istri pertamanya dan juga saudara perempuan saya. kata ibu mereka kecelakaan saat ingin menuju kerumah sakit dimana saya dilahirkan, karena mobil ayah mogok akhirnya mereka naik bus dan disitulah mereka kecelakaan."
"Ooh pantas saja kamu gak tau wajah ayahmu. tapi kenapa ibumu tidak menikah lagi?"
"Kamu sama ibumu adalah wanita kuat, tetap semangat yah Sarah."
"Kadang saya iri pak dengan teman-teman yang melewati momen bahagia mereka bersama ayah mereka sementara saya hanya dengan ibu." Sarah berdiri lagi dan menatap jendela lagi, sebenarnya untuk menyembunyikan air matanya.
Tomy tau bahwa Sarah sangat menderita dan butuh sandaran. Tomy pun berdiri dan mendekati Sarah, Tomy memeganh bahu Sarah dan berkata,
__ADS_1
"Bahu aku selalu ada untukmu bersandar Sarah." dengan nada lembut membuat Sarah luluh.
Sarah benar-benar merasa lemah sekarang. tanpa berfikir lagi Sarah membalikkan tubuhnya dan langsung memeluk Tomy. Sarah memeluk tanpa sungkan sama sekali dan begitu erat pelukan Sarah. tidak ada penolakan dari Tomy, justru Tomy membalas pelukan Sarah membuat nya merasa sangat nyaman. Sarah menangis dalam pelukan Tomy, tangisan Sarah pecah begitu saja dalam pelukan Tomy.
Begitu erat pelukan mereka membuat Tomy yakin untuk terus melindungi Sarah.
"Dengarkan aku Sarah, mulai saat ini aku akan selalu ada untukmu, menjagamu, menyayangi dan mencintaimu." kalimat yang sangat ingin Sarah dengar sejak Ia kecil, dan itu membuat Sarah mengengencangkan pelukkannya seakan tak ingin melepaskan sosok yang telah memeluknya.
Cukup lama Sarah berada dalam pelukan Tomy, tiba-tiba Sarah melonggatkan pelukkannya dan mengangkat wajahnya menatap Tomy begitupun Tomy yang juga menatap Sarah. kemudian Sarah berkata,
"Terima kasih pak, terima kasih." ucap Sarah dengan tatapan sendu.
Tomy memegang pipi Sarah dan berkata,
"Mulai sekarang jangan merasa sendiri lagi, ada aku yang siap disampingmu kapanpun kamu membutuhkan." lagi-lagi ungkapan Tomy membuat Sarah sedih dan Sarah hanya mengangguk.
__ADS_1