Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 62


__ADS_3

Tiara mengangguk dan tersenyum. Rendy pun meninggalkan Tiara dikamarnya. Sementara itu, Rey sudah masuk ke kamar palah dan disana ada Nisa dan mamah. Mamah masih memasang wajah marahnya, sementara itu Nisa menunjukkan kekhawatirannya pada Rey.


"Nisa, Rey. kalian pergilah istirahat. tinggalkan mamah dan papah yah."


Tanpa menjawab, Nisa dan Rey meninggalkan kamar tersebut dan pergi ke kamar masing-masing.


Nisa masuk ke kamar nya dan mendapati suaminya tengah duduk frustasi disofa kamar. Nisa sangat mencemaskan keadaan keluarga nya.


"Mas.. " sapa Nisa mendekati suami nya.


"Haii.. bagaimana mamah?"


"Mamah masih sangat marah, tapi papah minta aku sama Rey keluar. mungkin papah ingin bicara berdua dengan mamah."


"Semoga papah bisa nenangin mamah. Diluar dugaan mamah bisa seperti itu."


"Semoga ya mas, Tiara bagaimana?"


"Mungkin sekarang sudah tidur. Aku benar-benar mencemaskan nya, tapi aku harus apa sementara Tiara tidak bicara sedikitpun."


"Apa dia benar-benar ingin meninggalkan keluarga ini mas."


"Entahlah. lebih baik kita istirahat sekarang."


Nisa pun bangkit dan meteka bersiap untuk tidur.


Sementara itu Rey dikamar tampak gelisah dan tak percaya mamah bisa melakukan hal kasar. Ia frustasi memikirkan segalanya. Ia mengingat bagaimana Tiara begitu sabar dan pasrah diperlakukan dengan kasar oleh mamah. mengapa Tiara begitu sabar, ada apa?


Rey beranjak dari tempat tidurnya dan perginke kamar Tiara. perlahan Ia membuka pintu dan melihat Tiara sedang tidur, Ia melihat kacau nya wajah Tiara. Ia mendekati dan melihat adiknya yang malang itu. hatinya benar-benar hancur melihat kepala adiknya dibalut perban. karena selama ini Ia dan Rendy begitu menjaga Tiara.

__ADS_1


Rey mengucap2 kening Tiara untuk menenangkan nya. Perlahan Tiara mulai merasa nyaman dan tidurnya pun menjadi tenang dan pulas.


"Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan Tiara. Mengapa harus terjadi seperti ini?" batin Rey


Rey terdiam sejenak menatap wajah Tiara, kemudian Ia teringat sesuatu.


"Oh iyah...!!" ucap nya.


Rey pun bergegas meninggalkan Tiara dan pergi ke kamar kakaknya.


Tok... tok...


"Siapa yang ketok malam-malam begini?" ucap Nisa setengah sadar.


"Biar mas liat." Rendy pun bangun dan membuka pintu.


Sudah ada Rey berdiri disana, dengan wajah ingin mengintrogasi sepadang suami istri tersebut.


"Hah.. kakak masih bisa bertanya ada apa?"


"Heemm. masuklah." Rendy mengajak adiknya untuk masuk ke kamarnya.


"Rey..." sapa Nisa heran


"Maaf kak, aku ga bisa tidur memkirikn kejadian barusan." balas Rey


"Iyah kita ngerti Rey, tapi ini sudah terjadi."


"Kak, aku merasa hanya aku orang bodoh dirumah ini. Apa yang kalian sembunyikan sebenarnya?" tanya Rey dengan nada kesal

__ADS_1


"Yakin kamu siap mendengarkan?"


"Katakan kak." ucap Rey dengan pasti. Rendy dan Nisa saling lempar pandang, kemudian Rendy meyakinkan dirinya untuk memulai.


"Ok Rey, jadi sebenarnya... itu...


"Apa kak, jangan buat aku kesal."


"Tiara...


"Apa...!!! "


"Tiara bukan adik kandung kita." suara Rendy merendah


"APPAAAA"


"Sssstttt.. kamu bikin orang rumah bangun Rey." ucap Nisa sedikit panik


"Rey, tenanglah dulu."


Rey benar-benar terkejut. jantung nya tersentak mendengar ucapan kakakya.


"Ini gak mungkin kak, kakak bercanda kan. Ayolah kak serius sedikit." Rey tidak percaya


Namun Rendy tak menjawab. Rendy hanya saling lempar pandangan pada istrinya membuat Rey kebingungan


"Kenapa.. kenapa bisa Tiara ada dirumah ini? " Rey mulai frustasi


"Tenang Rey, kami akan ceritakan segala nya. tapi kumohon tenang lah." sahut Anisa

__ADS_1


Rendy pun berusaha menenangkan dirinya sendiri. Kemudian dia mulai bercerita.


"Jadi begini Rey...........


__ADS_2