Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 95


__ADS_3

Sore hari, Papah dan Rehan bertemu dengan dokter yang menangani Mamah.


"Begini tuan Erwin, kami sudah menetapkan bahwa operasi nyonya Dewi akan kami lakukan besok pagi." kata dokter


"Benar kah itu dok?" tanya Rehan seolah Ia tak siap.


"Benar tuan. jika besok tidak ada halangan kami akan melakukan sesuai jadwal."


"Semoga besok berjalan dengan baik ya dok, iya kan Rehan." kata papah


"Oh iya pah." baru kali ini Ia merasa sangat tertekan oleh keadaan.


Papah dan Rehan keluar dari ruang dokter. Papah merasa senang mendapat kabar bahagian ini tapi tidak dengan Rehan, dia benar-benar berada disituasi sulit.


"Pah, mungkin Rehan akan pulang sebentar. kasihan Anisa pah."


"Iya Rehan, pulang lah dulu. papah gak masalah sendirian disini."


"Nanti ada Rey yang kemarin setelah pekerjaannya nya selesai."


Papah hanya mengangguk dan mereka sampai diruangan mamah.


"Terima kasih atas waktunya pak." kata Rey sambil berjabat tangan dengan rekan kerja nya


"Sama-sama pak, kalau begitu kami pamit. selamat sore."


"Iyah pak, hati-hati." ucap Rey


Klien pun pergi dari kantor Rey,

__ADS_1


"Sarah, saya minta tolong rapikan semua ya, saya mau kembali kerumah sakit dulu." kata Rey


"Baik pak, silahkan." jawab Sarah


Rey pun berlalu meninggalkan Sarah diruangannya. Sementara itu Sarah langsung merapikan segalanya sesuai perintah Rey.


"Halo kak, aku dijalan menuju rumah sakit." Rey menghubungi Rehan.


"Iya Rey, setiba nya kamu disini kakak akan pergi."


"Kemana?"


"Pulang sebentar, kasihan Anisa kakak tinggal terus."


"Benar juga. baiklah kak, sebentar lagi aku sampai. bye." Rey mengakhiri panggilannya.


"Cha, sampai kapan aku dikursi roda ini?" kata Tiara yang sedang duduk dikursi rodanya


"Sabar ya Tiara, kata dokter ini hanya ssmentara kok."


"besok aku akan operasi, setelah itu aku harus benar-benar menghilang."


"Gak salah dengar nih aku, bukannya kemarin kamu sudah janji dengan kak Rehan."


"Cha, semua itu hanya untuk membuat mereka tenang."


"Aku benar-benar gak mengerti dengan jalan fikiran kamu Ra,"


Icha begitu kesal dengan sahabatnya, Ia merasa Tiara sudah dibutakan oleh cintanya pada keluarga Pratama. Lebih kesalnya lagi Icha tak bisa melakukan apapun.

__ADS_1


Rey tiba dirumah sakit dan langsung diajak bicara oleh Rehan.


"Rey, Dokter sudah menetapkan jadwal operasi mamah." kata Rehan sedikit ragu


"Kapan?"


"Besok.!!"


"Apa... bagaimana ini kak?"


"Rey tenang, Papah bisa dengar nanti."


"Bagaimana ini kak, apa yang harus kita lakukan."


Mereka sama-sama terdiam bingung dan tegang karena situasi ini. Rehan memutuskan untuk pulang sementara Rey bersama papah menemani mamah.


Rey sangat ingin menemui Tiara, tapi dia takut papah akan curiga. Rey mengambil ponselnya dan coba mengirim pesan kepada Icha.


"Hai Icha, bagaimana keadaan Tiara?"


"Tiara baik kak, dia tidak merasakan sakit kepala lagi sejak tdi pagi. "


"syukurlah. aku belum bisa jenguk kalian. mungkin nanti malam."


"Iya kak, gak masalah kok."


Rey merasa sedikit tenang mengetahui Tiara mulai pulih. tapi dia masih bingung bagaimana besok, apa yang harus Ia lakukan. Rey benar-benar berharap akan ada keajaiban yang bisa menolong mamah dan Tiara.


Sementara itu, kondisi mamah yang juga lemah membuat Rey tidak tega. lama sudah Ia melihat mamah terbaring tak bersuara, tak ada gerakan, bahkan Rey belum melihat mamah membuka matanya.

__ADS_1


__ADS_2