Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 25


__ADS_3

"Mas bagus ga?" tanya Nisa di depan cermin


Rendy yang sedang duduk disofa kamar sambil memainkan ponsel nya memalingkan wajah nya melihat istri nya. jantung Rendy berdetak kencang saat melihat Nisa, dia terpanah melihat kecantikan istrinya dengan balutam dress yang Ia berikan


"Mas... maasss"


"Eh iya sayang."


"kok malah melamun sih, aku cantik ga??"


"Apa mas masih harus menjawab?"kata Rendy sambil berjalan kearah Nisa dan memeluk nya dari belakang.


"Katakan mas."


"Dengarkan aku. Kamu itu permaisuri dihati dan pikiranku. dan kamu tidak bisa dibandingkan dengan apapun."


"Serius???" goda Anisa


"Mau pergi atau ga??"


"Iya mas, mauu." jawab Nisa dengan senyum meledek


Rendy hanya geleng kepala melihat tingkah istrinya. Mereka pun keluar kamar dan menuruni tangga. Tiara yang baru dari dapur berpapasan dengan kakak nya.


"Waaw Kak Nisa cantik sekali." ucap Tiara


"Masa sih??" sahut Anisa

__ADS_1


"Baju nya maksud aku." timpal Tiara dengan muka datar


Anisa sempet kebingungan, tapi kemudian Tiara tertawa


"Tiara, kamu ngerjain kakak ya."


"Ya ampun Kak Nisa segitu nya."


"Sudah Tiara, jangan bikin mood nya berubah."ucap Rendy


"Upppss okk.. silahkan tuan dan nyonya." kata Tiara sambil memberi jalan Kakak dan Kakak ipar nya


Rendy membawa Anisa ke ke sebuah restoran mewah dengan pemandangan laut dengan cahaya remang-remang. Sudah tertata sebuah meja dengan lilin putih dengan nuansa golden white. Anisa yang melihat pun sudah tidak mampu berkata-kata lagi, mata nya sudah berkaca-kaca. Anisa tidak menyangka suami nya akan memberikan kejutan seperti ini, karena sudah lama sekali suami nya tidak mengajaknya makan romantis seperti ini.


"Mas.. ini indah sekali."suara Anisa sedikit bergetar.


"Maafkan aku karena terlalu sibuk."ucap Rendy


"Gak mas, kamu suami terbaik. bahkan aku yang belum bisa kasih mas keturunan, mas dan keluarga tetapa memberikan cinta hangat padaku."


"Kamu istri terbaik Anisa." Kembali Rendy memeluk istri nya.


"Mas.."


"Iya sayang."


"Sampai kapan kita berdiri disini, kaki ku sudah pegel."

__ADS_1


Rendy yang mendengar ucapan istrinya pun melonggarkan pelukannya dan menatap wajah istrinya, kemudian mereka tertawa bersama.


"Ayoo kita duduk." ajak Rendy


Rendy dan Anisa pun menikmati malam panjang yang indah dan romantis.


Dirumah..


Tiara sedang duduk ditaman seorang diri ditemani lampu taman yang menerangi sekeliling nya, Fikirannya melayang kemana-kamana. Tiba-tiba saja air mata nya mengalir dan dia pun tidak bisa menahannya lagi.


Tiara memikirkan setiap kenangan nya bersama keluarga Pratama, dada nya terasa sesak mengingat bahwa dia bukan siapa-siapa dirumah itu.


"Ya allah kuatkan aku. Aku ikhlas kan segala nya padamu." batin Tiara berusaha mengontrol dirinya dari kesedihan itu.


Lag-lagi Rey mendapati Tiara sedang menangis seorang diri. Penuh pertanyaan dikepala Rey yang dia sendiri tidak mengerti situasi dan harus mencari jawaban kemana


"Tiara..!!" tegur Rey


"Kakak." Tiara gelagapan dan dsngan cepat menghapus air mata nya.


"Ada apa??" tanya Rey kebingungan


"Tidak kak, Aku tidak apa-apa."


"Kamu yakin" Rey masih berusaha mendapatkan jawaban


"Iya kak, aku baik-baik aja." Tiara merasa Rey tidak perlu tahu apa yang dia fikirkan. Tiara bisa menebak reaksi Rey yang pasti akan membuat keributan dirumah.

__ADS_1


__ADS_2