
"Ren. tau kan harus melakukan apa?" ucap papah.
"Iya pah."jawab Rendy
Papah pun bangkit dan pergi meninggalkan meja makan. sementara itu Nisa yang masih dilanda kebingungan coba mencati jawaban pada suaminya.
"Mas???" ucap Nisa dengan mata melotot
"Hemm. sayang tugas mu sekarang pastikan Tiara tetap ke kampus." ucap Rendy
"Lalu??? "
"Sudah jangan terlalu banyak bertanya, nanti juga kamu paham." jawab Rendy sambil mengenggam tangan Nisa untuk menenangkan nya.
Sementara itu, sekuat tenaga Tiara untuk kembali ke asrama. sebenarnya dia bisa dengan mudah meminta Rey mengantarnya ke kampus, tapi Tiara tak ingin bergantung lagi dan lagi pada keluarga Pratama.
Kini Tiara sudah tiba diasrama, tanpa mengetuk pintu Tiara langsung masuk karena sudah kuat menahan rasa sakit dikepalanya. Icha terkejut melihat kondisi Tiara saat pertama membuka pintu.
"Astaga Tiara, ada apa?" dengan sigap Icha menangkap Tiara yang hampir tumbang. Icha membawa Tiara ke tempat tidurnya dan membaringkan Tiara disana. buru-buru Icha mengambil air putih dan menyuruh Tiara untuk meminumnya.
__ADS_1
Saat Icha merapikan ramput Tiara, lagi-lagi Icha dikejutkan dengan luka yang ada dikening Tiara.
"Astaga apa yang sebenarnya terjadi Tiara."batin Icha
Tiara pun terlelap. tubuhnya kini sedang istirahat dari tekanan dan pasti Ia sangat lelah. saat Icha yakin Tiara benar-benar tertidur, diam-diam Icha keluar kamar dan coba menghubungi Rey.
Sekali dua kali Icha mencoba namun tak ada jawaban. Icha pun menjadi panik. Sementara itu Rey yang masih sangat emosi sengaja mengabaikan panggilan Icha, Ia tak ingin jika amarahnya tanpa sengaja Ia lampiaskan pada Icha.
Rey yang sangat serius mengendarai mobilnya tiba-tiba mendapat pesan, saat Ia periksa ternyata itu pesan dari Icha.
"Maaf kak kalau aku menganggu, aku hanya ingin memberi tahu jika Tiara baru aja sampai diasrama. tapi keadaannya sangat kacau."
"Halo kak."
"Iya Icha, bagaimana keadaan Tiara?" tanya Rey dengan nada panik
"Tadi Tiara datang dan dia sangat lemah. sepertinya dia habis nangis. dan dikeningnya ada bekas luka yang tidak diperban." jelas Icha
"Sekarang dia dimana? apa dia baik-baik aja?"
__ADS_1
"Dia sedang tidur kak, tubuhmua juga sedikit demam."
"Benar kah? haah."
"Kak sebenarnya ada apa? aku benar-benar gak tega lihat keadaan Tiara sekarang."
"Cetitanya panjang Cha, tapi aku minta tolong sekarang ini rawatlah Tiara."
"Aku akan selalu ada untuknya kak." Icha mengakhiri panggilannya.
Icha kembali masuk untuk melihat keadaan Tiara. Sementara itu Rey sangat cemas dengan keadaan Tiara namun Ia tak bisa berbuat apa-apa.
Rey kembali melajukan mobilnya dan Rey memilih pantai untuk menenangkan dirinya. Ia turun dari mobilnya dan berjalan kaki menuju pinggir pantai, Ia sengaja membiarkan Air laut mengenai kakinya.
Rey terbayang akan kenangannya bersama Tiara, dimana Rey begitu menjaga Tiara saat bermain ait laut. suara, senyum dan teriakan Tiara saat memanggil Rey. semua kenangan itu melayang didalam fikirannya.
"Terbuat dari apa hatimu Tiara, kenapa kamu bisa setegar itu. kamu bahkan tidak menyimpan dendam pada keluarga ku." batin Rey
Kini Rey duduk diatas pasir yang kering, Ia membuka ponselnumya dan melihat foto-foto Tiara saat kecil. Rey merasa sangat hancur saat melihat foto Tiara yang tersenyum sangat indah.
__ADS_1