Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 74


__ADS_3

Semua orang begitu gelisah melihat keadaan mamah, Rendy dan Rey bingung harus berbuat apa. Sementara Nisa yabg berada dikamarnya bersama sang buah hati juga sangat cemas tapi Ia tak bisa meninggalkan anak nya sendirian.


"Ya tuhan, semoga mamah baik-baik aja." ucao Nisa sambil memangku anak nya.


"Rey coba cek diluar, seperti ada yang memencet bel." ucap Rendy. Rey pun langsung bergegas dan benar saja dokter yang mereka hubungi telah datang.


"Ah dokter, kami sudah menunggu. silahkan." ucap Ret yang langsung mengantar dokter ke kamar mamah.


"Pah, mamah sudah ga kuat ini sakit sekali." keluh mamah


"Mah, tunggu sebentaf lag... "belum selesai kalimat papah, tiba-tiba mamah menutup mata nya.


"Ma.. mamah. mah buka mata mamah." Rendy begitu panik


"Ada apa dengan mamah? dok tolong lihat mamah." Rey yang batu datang juga ikut panik.


Dokter pun langsung memeriksa dan dengan sangat yakin dokter merasa ada yang tidak beres.


"Maaf pak, sebaiknya ibu dibawa kerumah sakit untuk pemeriksaan lanjut." saran dokter


"Lakukan apa saja untuk istriku dok." jawab papah.


Akhirnya mereka bergegas membawa mamah kerumah sakit.

__ADS_1


Rendy ke kamar nya untuk memberitahu Nisa,


"Sayang, kamu dirumah sama anak kita yah. Aku papah sama Rey akan membawa mamah kerumah sakit."


"Mamah kenapa mas?" ucap Nisa begitu khawatir


"Aku belum tahu sayang, tapi dokter bilang mamah sebaiknya dibawa kerumah sakit."


"Baiklah, kamu hati-hati ya mas. jangan lupa juga jaga papah."


"Kamu baik-baik dirumah yah, nanti aku akan kabari."


Mereka pun berangkat, Rey dan papah sudah lebih dulu pergi naik ambulan yang membawa mamah sementara Rendy menyusul dengan mobil nya.


Tiba lah mereka dirumah sakit, dan disana pun erawat dan pegawai rumah sakit sudah siap menunggu kedatangan mamah pun langsung bergegas.


"Pah, papah tenang dulu ya pah. biar mereka bskerja dulu." Rey coba menenangkan papah


"Bagaimana papah bisa tenang, mamah sama sekali tidak menjawab papah Rey." ucap paoah dengan suara parau nya


"Pah, Ayo duduk dulu pah. papah harus tenang dulu ya." Rendy tiba-tiba muncul dan langsung menenangkan papah.


"Kak, dokter langsung membawa mamah tadi."

__ADS_1


"Iya Rey, mereka akan melakukan yang terbaik untuk mamah." ucap Rendy coba menenangkan Rey yang juga ikut panik


Cukup lama mereka menunggu diruang ICU, tiba-tiba pintu terbuka Rey langsung berlari dan mendekati dokter.


"Dok, bagaimana mamah?" tanya Rey


"Iya dok, bagaimana istri saya?" timpal papah


"Pak, sebaiknya kita bicara diruangan saya."jawab dokter


Papah pun menuruti kata dokter, dan papah pun mengikuti dokter keruangannya ditemani Rendy, sementara Rey tetap didepan ruang ICU menunggu mamah.


"Jadi begini pak, dari hasil pemeriksaan kami ibu mengalami kerusakan pada ginjalnya hingga membuat ginjal ibu tidak berfungsi dengan baik."


"Apa.. separah itu dok penyakit istri saya?"


"Betul pak, dan kita harus melakukan pencangkokan ginjal atau kerusakan tersebut akan mempengaruhi organ yang lain." jelas dokter


"jadi maksud dokter, kita harus mencari ginjal untuk mamah?" tanya Rendy


"Iya pak, kita harus menemukan ginjal yang sehat dan pasti ginjal tersebut harus cocok."


"Astaga, kemana kita harus mencari." ucap papah frustasi.

__ADS_1


__ADS_2