
Pagi yang cerah, Tiara dan Icha bangun pagi-pagi sekali karena mereka tak ingin terlambat. Tiara yang lebih dulu bangun membuat sarapan sementara Icha pergi mandi. Selama dikamar mandi Icha berfikir apakah Tiara baik-baik saja setelah semalam dia terlihat sangat kacau.
Icha menyudahi acara mandinya dan saat Ia keluar, Ia melihat Tiara hendak merapikan tempat tidur mereka.
"Eehh Tiara, sudah-sudah biar aku saja nanti yang merapikan. sekarang kamu mandi yah." sigap Icha.
"Oh iyah. terima kasih ya Cha." jawab Tiara sambil tersenyum kemudian mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
Kini mereka sudah dimeja makan untuk sarapan. Icha terus memperhatikan Tiara.
"Kenapa lihat aku terus, Ayo habiskan makanannya." ucap Tiara tanpa menoleh.
"Eh iya. Aku hanya berfikir apakah kamu baik-baik saja Tiara." jawab Icha
"Sudahlah Cha, aku baik kok. kamu jangan khawatir ya." lagi-lagi Tiara menunjukkan bahwa Ia seorang yang kuat.
"Syukurlah. semoga kamu selalu kuat ya Ara." batin Icha.
__ADS_1
Sementara dirumah sakit.
Mamah masih terbaring lemah, bahkan mamah belum membuka matanya membuat semua orang khawatir.
Rey yang sebelumnya tidak pernah terlihat cemas kini dia merasakan cemas berhari-hari. Rendy yang mulai kehabisan akan mencari pendonor, sementara papah yang berusaha tegar padahal papah merasa begitu tak berdaya. mereka menyadari pada dasarnya semua yang berjalan lancar tidak semata-mata karena mereka orang kaya sehingga segalanya bisa bergerak dengan uang.
"Pah, Rey keluar sebentar ya. mau cari sarapan untuk kita." pamit Rey. papah dan Rendy hanya mengangguk.
Rey keluar ruangan dan berjalan dikoridor rumah sakit. Rey sendiri bingung kemana Ia harus pergi, rasanya otak nya berhenti bekerja ditambah rasa ngantuk yang begitu berat. Namun tiba-tiba langkah Rey terhenti saat matanya tertuju pada 1 hal yaitu Tiara.
"Aku senang melihatmu bahagia Tiara." batin Rey
Rey pun bergegas mencari sarapan dan segera kembali. sementara itu Tiara dan Icha kuga sudah berpisah dan keruangan masing-masing dan fokus pada pekerjaan mereka hari ini.
Pratama Group
Tomy, Asisten pribadi Rehan tengah fokus kerja didepan laptop, sesekali Ia menerima telpon.
__ADS_1
"Hah.. disaat aku bisa libur kenapa harus ada kerjaan sih."
"Jangan banyak mengeluh pak, kerjakan saja biar cepat selesai."
"Eh sarah, sejak kapan kamu disitu."
"Maaf pak, saya tadi sudak ketuk pintu tapi bapak tidak dengar."
"Oh maaf yah, saya lagi banyak kerjaan sekarang."
"Iya pak, saya kesini hanya ingin memberitahu bahwa hari ini pak Rey dan pak Rehan harus bertemu klien yang tertunda tempo hari."
"Oh ya ampun sarah, untung kamu mengingatkan saya. Baiklah biar saya yang menghubungi bapak nanti." ucap Tomy
Sarah pun mengangguk tanda mengerti dan segera pamit keluar. namun tanpa Sarah sadari, Tomy terus saja memandang Sarah bahkan tanpa berkedip sedikitpun.
Karena Nyonya Dewi sakit, Rendy dan Rey menjadi tidak fokus pada pekerjaannya dan selalu dilimpahkan pada Tomy dan Sarah, membuat Mereka lebih sering bersama. dan karena terlalu banyak menghabiskan waktu bersama entah sejak kapan Tomy menjadi senang dengan Sarah.
__ADS_1