
Rey.. begitulah dia. tak ada yang mampu menandingi pesona adiknya. tanpa menghiraukan pandangan wanita terhadapnya, Rey segera pergi dan melajukan mobilnya menuju asrama karena Rey tahu waktu berkunjung segera berakhir.
Dalam perjalanan Rey mencoba untuk menghubungi Icha,
"Halo Cha, bagaimana Tiara?"
"Iya kak, sekarang dia sedang tidur."
"Baiklah, bisa kah kamu keluar sebentar. aku dalam perjalanan menuju asrama, aku membawakan beberapa makanan."
"Tapi Tiara sedang tidur kak."
"Justru itu, aku hanya ingin bertemu denganmu. lagipula mungkin Tiara belum mau bertemu denganku."
"baiklah aku akan turun."
Icha mengakhiri panggilannya dan pelan-pelan keluar kamar agar Tiara tidak terbangun. Icha segera pergi kelantai satu dan menuju parkiran tamu, sudah ada Rey menanti disana.
"Hai kak, sudah lama?"
"Gak baru sampai kok. Oh iya ini ada beberapa makanan bernutrisi untuk Tiara dan cemilan untukmu."
"Tapi ini banyak sekali kak." namun Rey tak menjawab
"Icha, aku minta tolong. bisa kah kau mengabari ku setiap tindakan Tiara."
"Iya kak, aku akan lakukan semampuku."
__ADS_1
"Terima kasih ya cha, maaf merepotkanmu."
"Gak masalah kak."
"Baiklah aku pamit yah. tolong jaga Tiara."
"Iya kak, aku langsung kembali yah. pagar akan ditutup."
Icha pun berlalu meninggalkan Rey. dan segera kembali ke kamarnya.
Saat Ocha tiba di kamar, Ia mendapati Tiara tidak ada ditempat tidur. Icha pun panik dan kebingungan, namun disaat kepanikan melanda tiba-tiba terdengar suara air dari kamar mandi. sekita Icha menjadi lega,
Icha pun merapikan makanan yang ia terima dari Rey.saat sedang asik menata makanan tersebut ke rak penyimpanan mereka, Tiara pun keluar dan heran melihat makanan begitu banyak.
"Icha, kenapa belanja banyak sekali, kita harus hemat loh." tegur Tiara membuat Icha kaget.
"Ya ampun Tiara, bikin kaget aja sih." jawab Icha sambil mengusap dada nya
"Siapa sih yang belanja, ini dikasih tadi."
"Siapa yang kasih?"
Icha bingung menjawab pertanyaan Tiara, Ia bingung harus kah Ia jujur atau.....
"Kenapa?" tanya Tiara curiga
"Ehm ini sebenarnya..
__ADS_1
"Kak Rey?? " ceplos Tiara, dan Icha hanya mengangguk mengiyakan.
Tiara kemudian terlihat sedih. membuat Icha merasa bersalah.
"Tiara maafkan aku tadi pergi diam-diam. tapi itu tadi permintaa kak Rey, sungguh." ucap Icha
"Gak kok Cha, aku gak marah soal makanan itu. aku hanya kepikiran tentang keadaan dirumah.
"Tiara, jangan seperti ini. aku ikut sedih melihatmu begini." ucapnga sambil memeluk Tiara
"Cha, terima kasih kamu selalu ada dan gak ninggalin aku disaat terpuruk seperti ini."
"Duh jangan bicara begitu aah. kita kan sudah sahabatan lama. kenapa harus bicara seperti itu sih."
"Cha, aku sudah fikir matang-matang. aku akan menghilang dari keluarga pratama, bagaimana pun cara nya."
"kamu serius Tiara? tapi kamu mau kemana?"
"Aku gak akan kemana-mana Ichq, hanya saja untuk permulaan aku mungkin tidak akan pernah pulang ke kediaman. dan perlahan aku akan mengurangi kontak berhungungan dengan kak Rey atau pun kak Rendy."
"Tapi Dosen Anisa bagaimana?"
"Aku akan bicara pada nya Cha."
"Kamu yakin dia akan membantumu?"
"Aku sangat yakin, bahkan jika Ia tak yakin aku akan melakukan sesuatu agar Ia mau membantuku."
__ADS_1
"Tiara, kamu sudah yakin? Apa ini benar?"
Tiara hanya tersenyum penuh keyakinan. dan Icha pun pasrah.