Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 55


__ADS_3

Kini Tiara sedang sibuk menata caffe yang baru dibelinya. Dia sudah menyiapkan konsep caffe tersebut, dan pasti ada Icha yang selalu bersama nya.


"Icha, bagaimana disebelah sana?" tanya Tiara


"sedikit lagi selesai Ara. kamu ada kesulitan ga?"


"Gak kok, disini juga hampir selesai."


Tiara merubah tampilan caffe tersebut, mulai dari penataan meja, warna dan paling utama menu caffe tersebut. Tiara begitu bersemangat dengan kesibukan baru nya. Tiara yakin semua kerja kerasnya akan indah suatu saat nanti. Icha yang melihat senyum puas diwajah sahabatnya itu pun ikut merasakan kegembiraan yang dirasakan Tiara.


"Tiara, kami begitu tangguh meski kamu tau kehidupanmu sangat pahit." batin Icha


"Tiara, sebentar lagi kita akan praktek kan. bagaumana caffe ini nanti?" tanya Icha


"Aku sudah memikirkan itu kok Cha, kita akan menghubungi karyawan dari caffe lama ini. mungkin mereka masih butuh pekerjaan." jawab Tiara


"Kamu benar Tiara. baiklah lanjutkan perjuanganmu."


Dirumah


"Pah, ini tehnya." ucap mamah. namun papah tak bergeming diruang kerja nya. Mamah sedikit heran, dan melangkah lebih dekat untuk melihat keadaan suaminya.


'Ya ampun papah." mamah begitu panik saat memeriksa ternyata suaminya demam cukup tinggi. buru-buru mamah mencari ponselnya dan segera menghubungi Rendy

__ADS_1


"Ya mah, ada apa?" sahut Rendy


"Ren.. papah Ren."


"Papah kenapa mah? "


"Segera pulang Ren, mamah mohon."


Tanpa fikir panjang Rendy bergegas pulang. Ia mengambil kunci mobil nya dan buru-buru berlari keruangan Rey untuk memberitahu mamah yang begitu panik.


Kakak beradik itu langsung meluncur ke rumah tanpa fikir panjang. dalam perjalanan, Rey mwncoba menghubungi dokter keluarga.


Tak lama Rendy dan Rey tiba dirumah, Dokter pun juga tiba. mereka pun buru-buru masuk kerumah untuk mengetahui keadaan papah.


"Papah kenapa mah." tanya Rey


"Papah demam tinggi, dan papah terus saja mengatahan hal yang tidak jelas.


Rendy dan Rey membawa papah ke kamarnya dengan segera agar dokter bisa memeriksa keadaan papah. Rendy membaringkan papah dengan perlahan.


"Silahkan Dokter." ucap Rendy. dan dokter pun mulai memeriksa.


"Begini tuan, seperti nya bapak terlalu banyak fikiran dan tidur nya tidak teratur." jelas dokter

__ADS_1


"maksudnya dokter?" tanya mamah


"Begini bu, mungkin bapak sedang merindukan putrinya. mengkhawatirnya keadaan nona Tiara maksud saya. hingga menganggu fikirannya bahkan bapak menjadi sulit untuk tidur."


"Benar dok, minggu lalu Tiara memang tidak pulang." ucap Rey sedikit lesu.


berbeda dengan mamah yang memasang wajah seakan tidak suka mendengan penjelasan dokter.


"Lagi-lagi Tiara, begitu banyak prang dirumag ini dan papah hanya memikirkan Tiara."batin mamah


"Tuan, saya akan memberikan resep vitamin dan obat menurut panas untuk bapak. selebihnya bisa bantu untuk mengatur pola tidur bapak." jelas dokter


"Baik dok, terima kasih banyak." jawab Rendy


Dokter pun pamit dan diantar Rey. setelah kembali mengantar dokter, Rey berfikir sejenak.


"Papah sampai sakit memikirkan Tiara, apa terjadi sesuatu pada Tiara." batin Rey


"Mah, maaf. mamah jaga papag sebentar ya sama Rey. aku mau jemput Nisa dikampus." ucap Rendy. mamah hanya mengangguk, kemudian Rendy berlalu.


"Rey, kenapa melamun disini?" tanya Rendy yang melihat Rey sedang melamun didepan pintu


"Oh kakak, aku baik-baik aja kak." jawab Rey

__ADS_1


"Ya sudah kamu temani mamah dirumah ya, kakak mau jemput Kak Nisa dulu." pinta Rendy


__ADS_2