
"Mah.. lihat papah bawa adik cantik untukku dan Rey." ucap Rendy kegirangan
Nyonya Dewi hanya terdiam melihat suaminya tanpa sepatah kata pun, begitu pun tuan Erwin. Ia tidak fau harus memulai dari mana untuk menceritakan segalanya, Ia takut kalau istrinya drop lagi mengingat trauma yang dialami istrinya belum hilang.
"Papah, jawab anak siapa ini?? Siapa perempuan itu pah?? Tanya nyonya Dewi dengan marahnya. Dia berfikir bahwa suaminya telah selingkuh dan memiliki anak dengan perempuan lain.
"Jawab pah, JAWAB!! bentak nyonya Dewi sambil memukul lengan suaminya.
"Bibi.. tolong jaga anak ini dan bawa Rendy keatas." pinta tuan Erwin dan langsung disegerakan oleh bibi
Bibi pun membawa Rendy dan Tiara nak kelantai atas dan bergabung dengan Rey yabg sedang menonton dikamar nya.
"Rey lihat apa yang papah bawa kerumah kita." Ucap Rendy antusias memberitahu adik nya. Rey pun menoleh dan sekilas melihat Tiara yang digendong bibi. Rey sangat terpanah melihat Tiara, baginya Tiara seperti boneka barbie yang sangat manis.
"Mah, tenang dulu dengarkan papah." ucap tuan Erwin sambil berusaha menenangkan istrinya yang terus saja memberontak
"Mamah ga mau dengar apa-apa pah. mamah sudah kecewa." timpal nyonya Dewi dengan nada tinggi
__ADS_1
"MAMAH!! bentak tuan Erwin yang mulai kehabisan akal menenangkan istrinya. nyonya Dewi terkejut dan langsung terdiam. tuan Erwin menghela napas dan mengajak istrinya duduk.
"Mah, dia itu Tiara anak yatim piatu. Papqh mengadopsinya karena mamah sangat ingin anak perempuan kan. sementara mamah sudah tidak bisa hamil lagi setelah kelahiran Rey." Tuan Erwin coba menjelaskan.
"Kenapa tiba-tiba pah, kenapa tidak mendiskusikan dulu sama mamah?? tnya nya masih tidak percaya
"Papah harus cepat mah, sebelum anak itu diambil pasangan lain. Kondisinya mamah sedang dirumah sakit saat itu."balas tuan Erwin meyakinkan
"Percayalah mah, papah tidak menghianati mamah."timpal tuan Erwin.
Nyonya Dewi hanya terdiam mendengar penjelasan suaminya, Ia ragu untuk mempercayai ucapan suaminya. Dia masih beranggapan kalau Tiara adalah anak dari selingkuhan suaminya.
Masih tertanam dengan baik keyakinan nyonya Dewi bahwa suaminya berbohong. tapi tidak dengan anak-anak nya, mereka begitu mencintai Tiara terutama Rey yang sangat menjaga Tiara.
Bertahun-tahun berlalu kini Rendy sudah dewada dan siap bergabung dengan perusahaan papahnya. Tuan Erwin pun memberitahu segalanya mengenai Tiara bahkan ketika Rendy hendak menikahi Anisa, Papah juga menjelaskan kepada Anisa permasalahannya.
Anisa yang memiliki jiwa keibuan dan langsung jatuh cinta saat pertama melihat Tiara, Nisa sudah paham perannya dirumah itu bagi Mamah mertua dan Tiara.
__ADS_1
"Jadi begitulah nak yang sebenarnya terjadi." ucap tuan Erwin mengakhiri cerita nya.
Tiara tidak mampu berkata-kata lagi, Wajahnya sudah sangat sembab dan dia sangat terpukul. begitu pun Anisa yang menyaksikan, Rendy yang selalu merangkul istrinya pun sangat terpukul mengingat Tiara bukan adik kandung nya. Mereka yang ada diruangan itu begitu merasa hancur dengan kenyataan ini.
"Pah.. Papah!!" suara Rey terdengar dari luar.
Mereka pun menjadi panik dan saling pandang. namun Tiara dengan tenang memberi isyarat agar tetap merahasiakan masalah Tiara.
Rey pun membuka pintu ruangan itu dan sediki terkejut karena semua orang ada diruangan itu kecuali mamah nya.
"O..ow apa aku mengganggu??" ucap Rey dengan santai
Tidak ada yang menjawab tapi Rey menyadari hal yang tidak beres diruangn itu. Rey melihat kakak iparnya yang masih berusaha menahan air matanya dan pandangannya beralih ke Tiara, dia terkejut melihat kondisi Tiara.
"Tiara, Ada apa ini? Siapa yang memarahimu? Papah ada apa ini??
Lagi-lagi mereka hanya terdiam tidak tahu harus berkata apa. Tapi Tiara yang sangat tenang menghadapi kakaknya itu hanya menggenggan tangan Rey dan berkata
__ADS_1
"Tidak ada apa-apa kak, Papah hanya terharu karena Tiara sudah bukan anak kecil lagi" kata nya dengan tenang.