Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 23


__ADS_3

"Haah, Ya allah bantu aku." batin Tiara


Tiara merasa sudah cukup keluarga Pratama merawatnya sebagai sangksi atas kecelakaan 18 tahun lalu. Bagi Tiara itu lebih dari sekedar tanggung jawab, karena begitu melimpah kasih sayang yang dia dapat dari keluarga pratama.


Kini Tiara telah menyelesaikan soal-soal nya fan memberikan kertas nya pada dosen pengawas.


"Ibu, ini kertas saya." ucap Tiara


"Bagus sekali, kamu menyelesaikan dengan cepat." jawab dosen dengan santun


Tiara hanya tersenyum dan berharap hasilnya baik. sebelum meninggalkan ruangan, Tiara memberi isyarat pada Icha kalau dia menunggu diluar dan Icha pun mengangguk tanpa mengerti isyarat Tiara.


Tiara keluar dan duduk dibangku depan ruangan. sebelum nya Tiara sudah cari tahu tentang kampus itu tanpa sepengetahuan keluarganya. ternyata kampus itu memiliki asrama. Tiara berfikir untuk pergi dan rumah dengan alasan ingin tinggal diasrama kampus. begitu jauh fikiran Tiara melayang sampai dia tidak menyadari kehadiran Icha


"Tiara." sapa Icha


"Tiaraa!!" kali ini sambil menepuk bahu Tiara


"Ya ampun cha, kebiasaan banget sih ngagetin." kata Tiara


"Kamu itu dari tadi dipanggil malah asik melamun. Mikirin apa sih??"

__ADS_1


"Emhh ga ada kok cha." Tiara berfikir belum saat nya dia menceritakan pada sahabat nya itu.


"Ya sudah kita cari makan yuk, diseberang kampu ada caffe tuh."


"Boleh, Hayuukk."


Mereka pun berjalan bersama menuju caffe yang dimaksud Icha. Tidak terlalu jauh bagi mereka untuk ke caffe itu. Sampai dicaffe Icha mencari tempat duduk dan mereka memilih duduk disudut ruangan. Caffe dengan tema Aestetik sangat menyenangkan dan Tiara sungguh menyukai nya. Mereka pun memanggil pelayan dan memesan makanan. Sambil menunggu makanan, mereka pun sibuk memainkan sosmed masing-masing, mereka pun sempat selfie lalu memposting disosmed masing-masing.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang selalu memperhatikan dan bahkan saat pertama kali mereka memasuki kampus halaman tadi pagi.


Dikediaman Pratama.


"Kalau anak-anak sudah berangkat, rumah ini terasa sepi ya pah."


"Mamah benar, Sekarang Rendy masih bersama kita. saat mereka pindah nanti pasti tambah sepi."


"Iya pah, Rey juga sudah sibuk dikantor. belum lagi kalai nanti dia menikah kan pah."


"Mamah jangan khawatir ya, kan selalu ada Tiara yang menemani kita."


Raut wajah nyonya Dewi seketika berubah. dia merasa kesal karena suami nya sangat mengutamakan Tiara. Nyonya Dewi masih beranggapan kalau Tiara adalah anak dari perselingkuhan suaminya dengan perempuan lain.

__ADS_1


"Mamah kedalam dulu pah." pamit mamah dengan wajah datar dan itu disadari oleh suaminya


"Suatu saat kamu akan menyesal karena tidak mencintai Tiara mah."batin tuan Erwin


"Hai.. boleh kita duduk disini?" sapa seorang pria tiba-tiba mendatangi Tiara dan Icha


Tiara dan Icha pun kaget dan menoleh, semoqt bingung lalu Tiara menjawab


"Silahkan kak." dengan sopan dan pasti senyum ramah


"Terima kasih ya. Aku Dimas dan ini teman ku Andri." salah satu pria itu memperkenalkan diri


"Saya Tiara dan ini Icha."jawab Tiara dan Icha tersenyum


"Kalian habis ikut tes ya??" tanya Andri ramah


"Iya kak, semoga kami lulus." jawab Icha sedikit cemas


"Kalian pasti lulus, yakinlah." timpal Dimas


Mereka pun berbincang dan tertawa bersama hingga lupa waktu.

__ADS_1


__ADS_2