Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 40


__ADS_3

Kini Icha sudah tiba dikampus dan setengah berlari Ia langsung menuju taman kampus dan mencari sosok Tiara. Tidak sulit menemukan Tiara karena tidak ada seorang pun selain Tiara, dan Icha pun buru-buru menghampiri nya.


"Tiara.. gila ya pagi-pagi sudah dikampus." sapa Icha


"Icha.. ngagetin aja sih." sahut Tiara


"Kamu itu loh, ngapain pagi-pagi dikampus. Eh Tiara kamu jujur sama aku ya jangan ada rahasia."


"Apaan sih Cha, aku tuh memang mau aja ke kampus." jawab Tiara


Icha memicingkan mata nya menandakan dia tidak puas dengan jawaban Tiara, dan Tiara pun paham apa yang ada didalam fikiran Icha.


"Iya.. Iyah.. aku akan beritahu." ucap Tiara. dan seketika Icha langsung duduk disamping Tiara.


"Katakan??" ucap Icha singkat


"Tapi Cha, berjanjilah kamu akan tutup mulut dengan apa yang akan aku ceritakan." ucap Tiara dengan nada sendu


"Tiara kamu baik-baik aja kan. Apapun yang kamu butuhkan tolong katakan, jangan simpan semua sendirian." ucap Icha yang bisa langsung merasakan kesedihan sahabatnya.


"Jadi begini Cha.. Hufhhh aku ini sebenarnya...


"Ayo dong Tiara, jangan buat aku penasaran."

__ADS_1


"Aku ini sebenarnya bukan anak tuan Erwin Cha..


"APAA.. MAKSUDNYA KAMU ANAK PUNGUT. "


"Ssssttt.. jangan keras-keras dong Cha." dengan sigap Tiara menutup mulut Icha


"Ooh maaf Tiara, aku benar-benar kaget. tapi kamu serius nih?? "


"Iya Cha, aku serius. "


"Pantas aja kamu sering melamun, rupanya masalah mu sebesar ini."ucap Icha sambil merangkul sahabatnya


Sejenak mereka terdiam dan tiba-tiba Icha berfikir, pantas saja Bu Nisa meminta ku mengawasi Tiara.


"Tapi Tiara bagaimana bisa kami jadi anak tuan Erwni?" tanya Icha melepas pelukannya


"Apa ada hubungannya dengan kamu pagi-pagi berada dikampus?" tanya Icha curiga


Tiara hanya menganggukkan kepala nya menandakan Ia membenarkan ucapan Icha. Icha benar-benar tidak habis fikir sahabatnya menyembunyikan masalah sebesar ini dan menyimpan segalanya sendirian.


"sekarang ceritakan Tiara, tolong jangan ada lagi yang ditutupi dariku." ucap Icha dengan tegas


"Heemm.. jadi 18tahun lalu, mamah........!!!" Tiara menjelaskan pada Icha segalanya. dan betapa terkejutnya Icha mendengar nasib sahabatnya yang begitu menyedihkan.

__ADS_1


"Berarti hanya Kak Rey yang tidak tahu masalah ini? "


"Iya Cha, semua orang sangat bingung bagaimana memberitahu nya. sementara Kak Rey lah yang paling posesif mengenai diriku.


"Lalu.. kamu ke kampus pagi-pagi untuk apa? hubungannya dengan masalah ini apa?" lagi-lagi Icha bertanya


"Itu sebenarnya, aku menemui ibu asrama."


"Untuk apa Tiara?? tunggu.. jangan bilang" belum slesai kalimat Icha, Tiara langsung menganggukkan kepala tanda benar apa yang Icha fikirkan.


"Tapi kenapa Tiara, keluarga tuan Erwin aja mau tetap kamu berada dikeluarga nya.


"Sudah cukup tanggung jawab yang mereka lakukan untukku Icha, sudah cukup." tiba-tiba saja Tiara menangis tersedu-sedu


"Ya ampun Tiara, yang kuat yah. Aku akan selalu ada untukmu." ucap Icha menguatkan Tiara sambil memeluknya


"Terima kasih ya Cha, kamu selalu mengerti aku."balas Tiara


"Tapi Tia, selanjutnya apa yang akan kamu lakukan?"


"Mungkin pertama aku akan bilang ke papah mengenai asrama. Aku akan mencari waktu yang pas untuk bicara sama papah." kata Tiara sambil menyeka air mata nya


"Baiklah kalau itu keputusanmu, aku akan mendukungmu. berjanjilah tidak ada lagi yang kamu sembunyikan dariku." timpal Icha sambil mengelus pipi Tiara yang basah.

__ADS_1


Namun tanpa Tiara dan Icha sadari, ada sepasang mata yang mengawasi mereka sejak tadi.


"Lapor pak, dugaan saya benar. nona Tiara memang bertemu dengan ibu asrama pagi ini." ucap orang itu berbicara dengan sesorang ditelpon.


__ADS_2