
Rey sangat tahu kalau Tiara sedang ada masalah. dia sangat khawatir tapi tidak tau harus berbuat apa.
"Kak, apa kakak sayang sama aku?" tanya Tiara
"Kamu kenapa tanya begitu?" Rey bertanya balik
"Aku tanya serius kak, apa kakak sayang sama aku?"
"Tidak perlu dijawab."sahut Rey dengan sangat kesal
"Kak..." Tiara memegang bahu Rey
"Apa." Rey memalingkan wajah nya dari Tiara
"Jadi kakak ga sayang sama aku??
"Tiara, pertanyaan macam apa itu?
"Lalu, kenapa kakak tidak menjawab."
__ADS_1
"Aku sangat sayang padamu Tiara, dan itu tidak perlu diungkapkan lagi."
"Kalau kakak sayang sama aku, berjanjilah satu hal." Tiara mengenggam tangan Rey
"Apa pun Tiara." Rey membalas genggaman Tiara
"Berjanjilah kalau kakak tidak akan menentang setiap keputusanku dimasa depan." kata Tiara dengan mata berkaca-kaca
Rey terdiam mengengar ucapan Tiara. dia tidak mengerti mengapa Tiara mengatakan itu dan dia tidak tahu harus bersikap seperti apa.
"Kakak berjanji akan selalu mendukung setiap keputusanmu." ucap Rey sambil memegang pipi Tiara
Rey merasa sesak melihat keadaan Tiara saat ini. dia begitu merasakan betapa kacau nya Tiara.
Disisi lain rumah itu, ada sepasang mata yang sejak tadi melihat adegan ditaman. Nyonya Dewi, dia begitu cemburu dengan Tiara. bagaimana tidak, sejak Rey datang tidak pernah dia menghabiskan waktu bersama mamahnya. Dia begitu disibukkan dengan memperhatikan Tiara. dan sebenarnya terjadi, nyonya Dewi mulai mencintai Tiara saat Rey tidak dirumah. tapi sekarang perasaan cemburu selalu menghantui nyonya Dewi.
Rendy dan Anisa menikmati makan malam yang indah dengan suara ombak dan angin sepoi. Anisa tidak bisa berhenti tersenyum karena perlakuan suaminya, pasalnya Rendy itu sedikit kaku tapi malam ini benar-benar menjadi kejutan untuk Anisa.
"Mas, terima kasih yah." ucap Anisa
__ADS_1
"Sayang, aku minta maaf ya karena selama ini aku terlalu kaku." balas Rendy
"Bagi ku, kamu yang tercinta mas tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan."
"Terima kasih selalu disamping ku disetiap masa sulitku."
"Sudah tugasku kan pak."jawab Anisa menggoda suami nya
dan Rendy pun tertawa dengan sikap istrinya. Rendy sangat bersyukur memiliki Anisa. perempuan cantik dan cerdas, tapi tidak pernah menuntut atau mengeluh dengn karakter Rendy yanh sedikit kaku dan terlalu fokus bekerja.
"Mas ini sudah malam sekali, sebaiknya kita pulang ya." ajak Nisa
"Baiklah tuan Putri, kita pulang." jawab Rendy
"Mungkin kita bisa bulan madu lagi mas, gimana??"kata Nisa
"Berangkat." jawab Rendy. mereka pun tertawa bersama sambil jalan menuju parkiran
Dikamar, Rey masih memikirkan Tiara. pasalnya dia merasa Tiara seperti orang lain. Rey begitu khawatir tapi dia bingung harus berbuat apa dan mencari jawaban kemana. Rey juga memikirkan permintaan Tiara untuk berjanji, entah apa yang akan terjadi kedepannya tapi Rey tidak bisa berfikir dengan baik saat Tiara memnta nya untuk berjanji.
__ADS_1
Sementara itu, Tiara juga dilema dengan hidupnya kedepan. akan seperti apa nasib nya dikeluarga Pratama. bagaimana dia melewati masa-masa sulit dimada depan yang selama ini selalu ada tuan Erwin dan Rendy yang berdiri dibelakangnya memastikan jalan Tiara mulus sampai Tiara mencapai keinginan nya. Akan kah dia mampu melewati segalanya, akan kah dia sanggup jika dimasa depan harus terpisah dari keluarga Pratama.