Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 94


__ADS_3

Sarah tak bisa berfikir dengan baik, seakan waktu berhenti tubuh Sarah tiba-tiba lumpuh. Tomy yang peka dengan yang dialami Sarah langsung berinisiatif. Tomy sedikit ******* bibir Sarah dan kemudian.


"Aakkhh. " Tomy menggiigit bibir Sarah hingga membuatnya menjerit lagi.


Kali ini Sarah benar-benar menampar Tomy. Sarah benar-benar marah sekarang, Ia begitu membenci Tomy bahkan tak ingin melihat Tomy. Sarah hendak pergi namun Tomy memeluk Sarah dari belakang.


"Aku minta maaf Sarah, aku mohon jangan marah lagi." ucap Tomy pelan. Sarah melepas pelukan Tomy kemudian berbalik dan berkata,


"Saya tau pak, saya ini hanya orang kecil. bahkan hidup saya serba kekurangan, tapi saya siap kehilangan apapun daripada saya harus diperlakukan seperti ini."


Tomy syok mendengar ucapan Sarah, Ia tak menyangka bahwa keusilan nya barusan benar-benar menyakiti perasaan Sarah.


"Sarah aku gak bermaksud menyakitimu, sunggu aku hanya bercanda Sarah."


"Silahkan bapak bercanda dengan wanita lain. Saya tidak butuh bercanda bapak yang seperti itu." lagi-lagi hati Tomy sakit mendengar kalimat Sarah

__ADS_1


"Sarah, dengarkan aku dulu." namun Sarah tetap meronta berusaha melepas genggaman Tomy membuat kesabaran Tomy habis dan,


"SARAH...!!!" Tomy membentak Sarah dan itu sangat efektif menenangkan Sarah.


"Sarah, dengarkan aku baik-baik ya. Aku sungguh menyayangimu, yang barusan aku lakukan itu agar aku tidak bertidak diluar batas. aku bahkan tak ada niat menyentuhmu, tapi kamu duluan kan yang memelukku tadi." Tomy dengan sabar menjelaskan pada Sarah meski Sarah masih dalam keadaan sangat marah.


"Aku benar-benar minta maaf Sarah, sungguh aku gak bermaksud menyentuhmu tadi." lanjut Tomy.


"Tapi tadi bapak... " Sarah tak melanjutkan kalimatnya karena jujur Sarah merasa malu.


"Aku benci sama bapak."


"Tapi aku sayang kamu Sarah." ucap Tomy dengan senyum nakal. sejenak Sarah menatap Tomy dengan tatapan kesal, dan Tomy sadar jika wanita dihadapannya masih marah.


"Sudahlah, jangan terlalu lama marahnya."

__ADS_1


"Kenapa, kan bapak yang bikin saya marah." ucap Sarah masih kesal


"Karena kerjaan kita masih banyak, jadi marahnya nanti aja dilanjutkan." balas Tomy sambil melangkah meninggalkan Sarah.


"Saya mau pulang, masa bodo dengan pekerjaan itu. Saya mau resign." kata Sarah berjalan menuju lift.


Tomy yang mendengar itu menghentikan langkahnya dan menoleh lagi, Ia sudah melihat Sarah berjalan menuju lift. buru-buru Tomy berlari dan mengangkat tubuh Sarah dan membawa keruangannya.


"Sudah ku bilang kerjaan kita banyak, jangan bertingkah sekarang." kata Tomy


"Ikhh bapak!!!"


"Apa sayang." jawab Tomy membuat Sarah bungkam


mereka pun kembali keruangan Tomy dan melanjutkan pekerjaan mereka. meskipun sulit bagi Sarah untuk fokus mengerjakannya karena kerjadian barusan. Sarah masih bisa merasakan bibir Tomy, entah mengapa, namun yang sebenarnya Sarah merasa nyaman dan bahkan Sarah tidak keberatan. pelukan yang diberikan Tomy membuatnya merasa nyaman dan terjaga. sesuatu yang sejak lama Sarah rindukan kini Ia dapatkan dari Tomy, sosok yang sejak awal Ia segani selain atasannya sendiri.

__ADS_1


Sarah masih tak percaya dengan kejadian yang barusan Ia alami. Ia meliat Tomy sebagai sosok yang tegas dan tidak basa basi saat bekerja, namun hari ini Ia melihat sosok yang berbeda dari seorang Tomy.


__ADS_2