
Hari berganti Hari
Tiara sudah kembali ke kampus, dan belajar seperti biasa. Dan yang paling penting Icha selalu ada bersama nya. Anisa pun tak pernah luput untuk memantau kondisi Tiara selama dikampus.
Setwlah kuliah mereka berakhir, mereka tidak langsung pulang melainkan bersantai ditaman kampus sambil menikmati cemilan. Sudah lama mereka tidak berbincang santai
"Icha, eemhh..."
" Ada apa?? Ada masalah??" tanya Icha
" Beberapa kali aku menangkap mu bersikap aneh."
" Aneh bagaimana? Jangan bikin aku takut yaa!!!"
" Kamu suka ya dengan ka Dimas?" tanya Tiara menggoda
" Astagaa Tiara ini, bikin takut aja sih." ucap Icha sambil menepuk bahu Tiara
" Ahahaa kenapa juga harus takut. Aku melihatmu beberapa kali salah tingkah saat bersama kak Dimas."
" Kamu benar Ara, tapi rasanya tidak baik terlalu berkhayal kan." ucap Ica melemah
" kenapa? Kak Dimas baik dia juga sopan selama ini dengan kita." timpal Tiara bingung
" Ara, kamu tau kan kalau aku bukan keluarga konglomerat. Apa dayaku mau menghayalkan kak Dimas."
__ADS_1
" Icha, kalau kak Dimas ternyata menyukaimu bagaimana?"
" WAAAHH SENANGNYAA, tapi ga mungkin." jawab icha tiba-tiba melemah kembali.
Lagi-lagi tanpa mereka sadari, pembicaraan mereka terdengan orang lain yang tidak lain adalah Dimas.
" Selama ini Icha menyukaiku." batin Dimas sambil tersenyum kecil.
Dikantor.
Mereka baru saja menyelesaikan rapat. Rendy kembali keruangannya sementara Rey dan Tomy memutuskan untuk minum kopi sejenak dikantin kantor.
Sampainya mereka diKantin,
" Tomy, itu sekertaris aku kan?" tanya Rey sedikit heran. Tomy pun mengikuti arah pandangan bos nya. Akhirnya mereka memutuskan untuk mendatangi Sarah.
" Maafkan saya pak, saya baru sempat makan." jawab Sarah dengan ragu.
Seorang pelayan menghampiri mereka dan bertanya
" Maaf pak mau minum apa?" tanya pelayan
" Tolong buatkan kami 2 kopi yaa." jawab Tomy.
Mereka pun duduk dimeja yang sama, Sarah sedikit bingung apakah dia harus pindah dari meja tersebut. Tomy mengerti kenapa Sarah makan dijam 3 sore ini. Sebenarnya Rey pun memahami namun ia sedikit bingung harus bertindak apa.
__ADS_1
" Duduklaah dan habiskan makananmu." ucap Rey
Sarah sempat melirik ke Tomy dan segera Tomy memberi isyarat agar mengikuti perkataan bosnya.
" Tomy, sebaiknya kau segera menikahi Sarah." ucap Rey Santai. Seketika membuat Sarah tersedak dan membuat Tomy panik.
" Maaf pak, saya sedikit kaget." kata Sarah
" sudahlah Sarah, saya tau mengapa kau baru makan." timpal Rey lagi
" Maafkan saya pak, tapi sungguh saya hanya makan disini. Saya ga bermaksud yang lain." bela Sarah
" Saya paham, agar kamu tidak ditlganggu dengan wanita-wanita itu kan." ucap Rey membuat Tomy sedikit bingung.
" Tomy, aku dan kak Rendy mendukung kalian. Apa yang kalian butuhkan untuk persiapan pernikahan kami siap membantu " kata Rey sedikit sombong.
Seketika Tomy menjawab candaan dari Bosnya itu.
" Tolong beri kami cuti nikah selama 1 bulan." tegas Tomy, lagi-lagi membuat Sarah syok
" Apa kau gila, kau membiarkan ku bekerja sendirian." timpal Rey sedikit panik.
" Tadi katanya siap membantu."
" Astagaa, mengapa asistenku harus berjodoh dengan sekertarisku sih." keluh Rey. Dan mereka pun tertawa bersama.
__ADS_1
Kemudian Sarah terdiam, menunduk sambil menghabiskan makanannya. Rey paham Sarah tidak percaya diri atas apa yang baru saja mereka bincangkan. Tomy sesekali tersenyum kepada Sarah menandakan semua akan baik-baik saja.