
Rey begitu fokus pada pekerjaan nya. die berfikir jika lebih cepat selesai maka dia bisa pulang cepat. Dia keliling melihat setiap sudut perusahaan dan berusahan mengenal semua karyawan.
Sore hari, Rey merasa semua tugas yang diberikan Rendy telah Ia selesaikan. Rey pergi keruangan Rendy dan mengajak kakak nya untuk pulang.
Tok.. tok.. tok..
"Iyaa masuk."
Rey membuka pintu ruangan "Haii ka, ini sudah sore..!!
"Lalu..??"
"Kok lalu?? sudah waktunya pulang kan."
Rendy hanya melirik sekilas adik nya dan kembali fokus pada laptop nya. Rey yang melihat sikap kakaknya menjadi kesal.
"Kakak..." Rey memanggil
"Kakak..." Ulang Rey dengan nada sedikit kesal
"KAKAK!!!"
"Astaga Rey.. Kalau kamu ga bisa tenang pulang lah duluan" Jawab Rey dengan wajah datar.
__ADS_1
"Kakak bercanda kan. Bagaimana aku pulang??" ucap Rey
"Kalau begitu tenang dan tunggu lah, Kakak masih harus mengerjakan sesuatu!!" pinta Rendy
Rey dengan kesal menuruti berkataan kakak nya. Dia pun menuju sofa panjang dan merebahkan dirinya. Setelah lama fokus dengan laptop nya, Rendy akhirnya menyadari bahwa hari sudah mulai gelap. Dia pun mengakhiri semua pekerjaan nya dan bersiap untuk pulang tapi dia tidak melihat Rendy diruangan nya. Rendy berdiri dan melihat ke sofa ruangannya, ternyata Rey sedang tertidur pulas. Rendy menghela napas dan mendekati Rey
"Dia pasti sangat lelah. maafkan kakak, tapi ini demi kebaikanmu sendiri agar mengerti semua ini bukan permainan akal saja Rey." Batin Rendy sambil mengelus kepala adiknya
Rey yang merasakan sentuhan kakaknya menjadi terbangun. dia berusaha membuka matanya dan melihat kakaknya berada disampingnya.
"Kakak??" ucap Rey sambil mengucek matanya
"Ayo kita pulang. ini sudah hampir gelap." ajak Rendy
Dirumah.
Anisa sibuk membuat makanan malam ditemani Tiara. Tiara sangat senang dengan momen ini, karena bagi nya Anisa bisa menghilangkan sedikit rasa rindu pada mamah nya yang sebenarnya dengan mudah Ia bisa mendapatkan pelukan mamahnya. Namun entah mengapa ada rasa yang ganjal dihatinya.
Rendy dan Rey tiba dirumah. Rey yang sudah rindu adiknya langsung keluar dari mobil sedikit berlari memasuki rumah dan sudah jelas dia sibuk mencari sosok Tiara. Papah dan mamah nya yang sedang diruang tv hanya terdiam melihat tingkahnya.
"Rey.. ada Papah sama mamah disini." kata Mamah mengingatkan
"Ehh iya ma. Rey sudah liat mamah disitu."
__ADS_1
"Kenapa cuma lewat aja. ga sopan sih sama orang tua."
"Heheee maaf mah."
"Sudah lah mah, Rey itu sedang cari obat nya." Timpal Rendy
"Kakak." Rey sambil melotot
"Apa." balas Rendy melotot
"Emmm tidak. Pah mah aku mandi dulu." Sahut Rey menyerah.
Malam hari setelah selesai makan, Papah mengajak Rendy keruang kerja nya dan papah meminta agar Anisa juga ikut.
"Rendy, Papah hanya mau mengingatkan bimbinglah terus Rey. Ucap Papah dengan tenang.
Rendy dan Anisa menyimak dengan baik setiap perkataan papah.
"Dan Nisa, sebelumnya papah minta maaf karena melibatkan mu dalam masalah ini. Tapu papah mohon na, bantu lah papah." pinta papah
"Pah, Aku mohon jangan begitu. Aku akan melakukan apapun yang terbaik untuk keluarga kita." Ucap Anisa menenangkan mertua nya.
"Terima kasih nak. Sudah sejauh ink, Papah benar-benar bergantung dengan kalian berdua."
__ADS_1
"Papah jangan cemas ya, Rendy pasti berusaha pah. " Lagi-lagi Rendy menenangkan papah nya.