
"Tiara cuma gak mau menyusahkan kalian lagi."
Entah mebgapa kalimat itu membuat tulang Rey serasa hilang. Ia tak bisa merasaka tubuhnya sendiri.
Rehan yang masih mendekap adiknya mendadak merada aneh, Ia merasa tubuh Tiara terasa berat. perhalan Rehan melonggarkan pelukannya dan melihat Tiara, betapa terkejutnya Rehan wajah Tiara begitu pucat.
"Tiara.. Tiara jawab kakak. Apa yang kamu rasakan, katakan sesuatu." ucap Rey sambil menepuk pipi Tiara
"Kenapa semua menjadi gelap kak." kata Tiara parau
Rey dan Icha yang melihat langsung panik dan mendekati Tiara. Rey yang juga ikut memanggil-manggil nama Tiara begitu bingung, Icha langsung melihat monitar dan cek peralatan lainnya. Akhirnya Icha menyerah dan menekan tombol emergency pasien yang ada diatas tempat tidur.
Tidak membutuhkan waktu lama, dokter dan beberapa perawat tiba dan langsung mengambil alih Tiara. Salah satu perawat meminta Rehan dan Rey untuk keluar, sementara Icha menjelaskan pada dokter apa yang terjadi.
Lagi-lagi ketegangan terjadi pada Rehan dan Rey.
"Tuhan apa lagi ini?" kata Rey penuh emosi.
__ADS_1
"Rey, tenang ya. kendalikan dirimu."
"bagaimana aku bisa tenang melihat Tiara berjuang sendirian kak. Apa yang tuhan inginkan dari Tiara." tak terasa Rey sudah menangis
Cukup lama Rehan dan Rey menunggu akhirnya pintu ruangan Tiara terbuka, salah satu perawat keluar dan meminta Rehan dan Rey untuk masuk.
Mereka pun buru-buru masuk dan melihat keadaan Tiara. Rehan membisu melihat adik manisnya telentang tak berdaya, Sementara Rey merasa sangat hancur melihat Tiara dengan wajah pucat tanpa senyum ditutupi selang oksigen. Disana sudah ada Icha yang mengusap kening Tiara sambil menahan tangisannya
"Bagaimana adik saya dok, apa yang terjadi?" kata Rehan
"Begini tuan, saya rasa saat ini Tiara sedang merasa tertekan dan itu sangat mempengaruhi pikirannya. Cereda dibagian kepala yang Ia alami, sejujurnya dia harus rileks untuk beberapa saat dan jangan memikirkan hal yang berat. maaf tuan, saat ini kondisi Tiara sangat menurun." jelas dokter
"Sementara ini kami mohon agar jaga mood Tiara.itu sangat membantu dalam pemulihannya." kata Dokter
"Dokter terima kasih banyak ya, kami akan lebih hati-hati terhadap Tiara." ungkap Rehan
"Baik, kalau begitu saya permisi dulu." kata dokter.
__ADS_1
dokter meninggalkan mereka. Rehan dan Rey sangat terpukul melihat kondisi Tiara, Icha yang tak henti mengeluarkan air mata nya membuat Rey semakin merasa bersalah.
####
Dua hari berlalu, Rendy dan Rey selalu memantau kondisi Tiara yang mulai membaik, membuat Rey bahagia, Sementara itu kondisi mamah juga tidak ada perubahan sama sekali. ini membuat Rendy dan Rey berada disituasi yang sulit.
"Rehan, mengapa dokter belum melakukan operasi pada mamah?" tanya papah
"Pah, dokter pasti sudah mengatur segalanya pah. papah yang sabar yah." jawab Rehan
Rey langsung pergi tanpa mengucapkan apapun, Rey begitu bingung, Ia tak mengerti harus melakukan apa. ingin sekali dia marah, tapi harus marah kepada siapa. Rey memutuskan ke kamar Tiara.
Rey masuk dengan perlahan, rupanya Tiara sedang makan ditemani Icha.
"Hai kak, Tiara lagi makan. Kak Rey sudah makan?" sapa Tiara ramah.
"Makanlah, Aku sudah makan kok." jawab Rey coba menguasai dirinya didepan Tiara.
__ADS_1
Tiara pun tersenyum dan melanjutkan makannya, sementara itu mata Rey bertemu dengan mata Icha dan coba mengerti tatapan Icha.
"Kak, kita harus apa sekarang?" arti tatapan Icha