Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 41


__ADS_3

"Lapor pak, benar dugaan saya. nona Tiara bertemu ibu asrama pagi ini."


"Saya minta awasi terus dan jangan sampai ada yang terlewat."


"Baik pak. saya mengerti."


"Sayang. apa semua barang-barang kita sudah rapi?" tanya Rendy. Mereka bersiap untuk kembali.


"Sudah semua, tinggal diangakat aja tuh." jawab Anisa dengan santai


"Baiklah. Ayo kita berangkat." ajak Rendy


Mereka pun meninggalkan hotel dan langsung menuju bandara dengan mobil yang sudah disiapkan Rendy tentunya. Sebenarnya Rendy sedikit merasa bersalah karena niat membawa istrinya liburan tapi fikiran nya selalu dibayangi Tiara.


Rendy dan Anisa sudah tiba dibandara dan langsung. Mereka bergegas karena pesawat nya akan segera berangkat.


Kini Rendy dan Anisa sudah duduk dibangku pesawat, Anisa yang tampak bahagia setelah melewati hari-hari bahagia bersama suaminya. Rendy merasa bersyukur diberi jodoh seperti Anisa yang benar-benar mengerti dirinya. Rendy mengenggam tangan Nisa dan menatap lekat istrinya.


"Ada apa mas?" tanya Nisa

__ADS_1


"Sayang, aku benar-benar minta maaf. Sungguh aku sudah mempersiapkan liburan kita dengan baik, tapi yang terjadi kita banyak menghabiskan waktu dikamar hotel." ucap Rendy dengan raut wajah sedih


"Mas, aku baik-baik aja kok. dan asal kamu tahu, selama kami disampingku, itu sudah membuatku sangat bahagia." Nisa berucap sambil mengangat dagu suami nya


"Terima kasih sayang." Rendy merasa lega


"Lagi pula meskipun hanya dikamar hotel, Mas benar-benar menikmati liburan kita kan." ucap Anisa dengan lirikan tanpa menoleh


Rendy pun terkejut dan menoleh ke istrinya. sejenak dia terdiam namun kemudian Rendy paham maksud dari ucapan istrinya dan dia pun tertawa sambil merangkul istrinya dan mereka pun tertawa kecil bersama.


Malam hari dikediaman Pratama.


Tiara keluar dari kamarnya dan diam-diam mencari tuan Erwin. Ia mencari disetiap sudut rumah namun Tiara tidak menemukan nya, Namun langkah Tiara terhenti saat melintas ruang tv yang terhubung dengan taman. Tiara pun berfikir mungkin papah ada ditaman, Tiara pun langsung menuju taman dan benar saja tuan Erwin ada disana menikmati sejuknya malam seorang diri.


"Hai nak, kemari lah." jawab papah


"Papah sedang apa?" Tiara basa basi


"Seperti yang kamu lihat, papah sekarang tidak ada kerjaan. selalu menghabiskan waktu didepan tv dan taman."

__ADS_1


"Papah jaga kesehatan yah."


"Pasti dong. papah akan selalu sehat dan panjang umur untuk melihat anak-anak papah sukses." ucap papah sambil mengelus kepala Tiara, dan itu membuat Tiara merasa pilu.


"Pah, sebenarnya ada yang mau Tiara sampaikan."


"Katakan saja, papah pasti siap membantu nak."


"Tiara mau tinggal diasrama pah." ucap Tiara tanpa menatap wajah papah


"Apaa.. tapi kenapa? apa ada yang menganggumu dirumah ini? "


"Bukan begitu pah. Maksud Tiara...


"Pah, kalai dia mau tinggal diasrama biarkan ajalah. mungkin dia mau belajar mandiri."Tiba-tiba mamah memotong


"Mamah." gumam Tiara


"Gak bisa begitu dong mah, Tiara anak perempuan. Bagaimana bisa dia tinggal diasrama." kata papah dengan nyaring

__ADS_1


Diwaktu yang bersamaan, Rendy dan Anisa baru saja masuk kedalam rumah dan ingin memberikan kejutan tapi malah mereka yang dikejutkan dengan suara lantang papah. begitu pun dengan Rey yang baru saja menuruni anak tangga. Rendy, Anisa, dan Rey buru-buru menuju taman untuk melihat apa yang terjadi.


"Pah.. Tiara mohon..


__ADS_2