Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 12


__ADS_3

Tiara yang sudah berada dikamar setelah makan malam mendadak menjadi haus dan turun ke dapur untuk minum. Saat melewati ruang kerja papahnya sekilas dia melihat lampu ruangan itu masih menyala. kemudian Tiara teringat bahwa tadi papahnya mengajak Rendy dan Anisa untuk bicara. Tiara langsung punya ide untuk membuatkan minuman. Tiara langsung menuju dapur dan segera membuat teh.


"Pah, terkadang aku merasa khawatir dengan Rey. Dia begitu mencintai Tiara." Ucap Nisa sedikit gelisah


"haah.. Papah selalu memikirkan itu sepanjang hari Nisa. tapi pada saat nya Rey akan tau dan dia harus mengerti." balas papah


"Rey masih sangat muda pah. Dan Tiara, dia sudah menjadi permata dirumah ini pah."suara Rendy parau


"Tapi mas, Tiara juga akan tau nantinya." air mata Nisa mengalir begitu saja. Rendy langsung memeluk Nisa saling menguatkan.


"Papah sudah lupa Ren kalau Tiara itu anak yang papah angkat karena mamahmu. Papah sudah jatuh cinta dengan Tiara tapi mamah malah salah paham." ujar papah


Sejenak mereka terdiam dalam fikiran masing-masing hingga Nisa memutuskan membuat teh untuk menenangkan hati mereka. Nisa pun keluar ruangan dan betapa terkejutnya dia saat membuka pintu. Sudah ada Tiara berdiri disana sambil membawa nampan berisi teh. dan yang lebih mengejutkan Anisa, dia melihat wajah Tiara sudah sembab dan berlinang air mata. Ternyata Tiara sudah cukup lama berdiri didepan pintu dan mendengarkan segala nya.


"Aaa Ti.. Tiaraa..!! Sapa Anisa sedikit gelagapan."


"Tiara cuma mau membawakan teh untuk semua nya." ucap Tiara berusaha tegar


"Sayang, ada siapa??" Teriak Rendy dari dalam.

__ADS_1


"Eemhh ini mas.. belum sempat Nisa menyelesaikan kalimatnya Rendy sudah sampai dipintu.


Rendy pun tak kalah terkejut nya dengan Anisa. Rendy seperti ingin mengatakan sesuatu tapi entah laah


"Emmh Tiara, ada apa??" tanya Rendy


"Kakak, Tiara sudah dengar segalanya." ucap Tiara dengan tenang. Anisa yang mendengar itu pun tak kuasa menahan air matanya.


"Tiara, masuklah."ajak Rendy, karena dia takut mamah atau Rey mendengar.


"Kenapa Ren??" tanya papah saat Rendy masuk. namum Rendy tidak menjawab, membuat papah mengalihkan pandangan ke arah Rendy.


Tuan Erwin tidak menjawab. Dia langsung berdiri dan menuju Tiara. Papah menatap lekat wajah Tiara, sebelum papah negeluarkan suara Tiara sudah lebih dulu berbicara.


"Terima kasih ya pah." ucap Tiara penuh cinta.


Tuan Erwin yang melihat tatapan dan ucapan Tiara mengerti segalanya.


"Hanya cinta yang bisa papah kasih buat mu nak." ucap papah terbata-bata

__ADS_1


"Itu sebabnya mamah bersikap dingin sama Tiara."


"Mamah tidak bermaksud begitu nak."


"Tapi Tiara sangat sangat sama mamah pah." Air mata Tiada mengalir kembali. Papah dengan sigap memeluk tubuh Tiara yang berdiri lemah. Rendy dan Anisa yang menyaksikan ikut menangis, Rendy yang berusaha tegar tidak pernah melepas rangkulan nya dari istrinya.


"Percayalah nak, mamah tidak seperti itu. Mamah hanya salah paham dengan keadaan ini." timpal Papah berusahan menenangkan Tiara.


"Tiara ngerti pah. Tiara hanya rindu mamah." ucap Tiara dalam dekapan papah.


"Tiara harus gimana untuk membalas nya pah."


Sejenak Tiara memikirkan segalanya, akhirnya dia memberanikan diri bertanya


"Pah, Tiara ingin tau segalanya." ucap Tiara sambil menyeka air matanya.


Papah menghela napas dan melepaskan pelukan nya. kemudia papah mengelus pipi Tiara menghapus air mata yang membasahi wajah manis Tiara.


Tuan Erwin sejenak melirik kearah Rendy dan Anisa,

__ADS_1


"Duduklah, Papah akan ceritakan segalanya."


__ADS_2