
"Bagus.. sekarang kau bisa memindahkan barang-barang mu." Perintah Rendy
"Baik pak. saya permisi." balas Sarah kemudian meninggalkan ruangan Rey.
Rey yang masih bingung harus melakukan apa, tiba-tiba dia teringan dengan Tiara.
"Sedang apa ya dia sekarang." batin Rey lalu mengeluarkan ponsel dari saku nya. Rey ingin menelpon Tiara. tapi....
"Rey, ini ada beberapa berkas perusahaan yang harus kamu pelajari. berhenti memikirkan hal diluar pekerjaan dan fokuslah." Ucap Rendy sedikit menekan. karena Rendy tau apa yang dipikirkan Rey saat ini.
"Eem.. baik ka." jawab Rey gelabakan.
"Kenapa dia selalu tau yang aku pikirkan sih." batin Rey.
Dirumah.
"Pah.. Tiara mau ketemu Icha di toko buku sebentar ya." pamit Tiara
"Perlu diantar supir nak?" tanya papah
"Gak perlu pah, Tiara bisa naik bus." jawab Tiara
"Ya sudah. hati-hati ya, dan jangan lambat pulang." Nasehat mamah
__ADS_1
"Iyah mah, sebelum malam Tiara sudah dirumah." balas Taiara sambil tersenyum.
Tiara pun pergi meninggalkan kedua orang tua nya.
Sampai di toko buku yang menyediakan caffe kecil bagi pengunjung yang hanya sekedar ingin membaca. Dan ternyata Icha sudah menunggunya disana.
"Maaf ya Cha, tadi sedikit macet." kata Tiara sambil mengatur napas.
"Gak apa, aku juga belum lama kok." balas Icha
"Ya sudah ayo kita masuk." ajak Tiara
Dan mereka pun masuk dan langsung menuju rak buku yang ingin dibeli Tiara. Cita-cita menjadi dokter sudah Tiara inginkan sejak dibangku SMP. itu sebab nya dia ingin melanjutkan kuliah Kedokteran begitupun dengan sahabatnya dan mereka sudah merencanakan untuk masuk di kampus yang sama.
"Apaan sih cha, saat di kampus ka Nisa pasti akan bersikap selayaknya dosen. aku bahkan tidak ingin orang-orang dikampus tau siapa aku." timpal Tiara
"Ya ampun Tiara, bercanda..!!!" sambil menepuk bahu Tiara.
Dikantor Rey sedang mempelajari berkas-berkas yang diberikan Rendy mulai merasa suntuk dan mengantuk. dan waktu sudah menunjukkan jam makan siang.
"Hoam.. Ya ampun aku sudah bosan dengan berkas-berkas ini." ucap Rey sambil menguap. Tiba-tiba pintu ruangan nya terbuka dan Rendy muncul dibalik pintu itu.
"Rey.. bagaimana??. tanya Rendy
__ADS_1
"Aku sudah ngantuk dan lapar kak." jawab Rey
"hahaa itu belum seberapa Rey. Ya sudah ayo kita keluar makan siang."
"Dengan senang hati." timpal Rey penuh kemenangan
Rendy dan Rey keluar dari kantor dan pergi mencari restoran. Rey sudah sangat lapar meminta pada kakak nha untuk mencari caffe terdekat dan Rendy menyetujui nya.
Tibalah mereka dicaffe yang tak jauh dari kantor. Rendy memarkirkan mobilnya dihalaman caffe tersebut dan langsung masuk bersama Rey. Samoai didalam caffe Rey melihat 2 wanita sedang berbincang asik disudut ruangan, dan Rey langsung mengenal salah satu nya, Yaah siapa lagi kalau bukan adik tersayang nya.
"Tiaraa..!!" Rey memangil tanpa mempedulikan pengunjung disekitar.
Tiara dan Icha kaget dan menoleh bersamaan, begitu Rendy yang terkejut disamping Rey. Tanpa pikir panjang Rey langsung mendatangi Tiara dan disusul Rendy.
"Kakak, Kenapa bisa disini?? tanya Tiara heran
"Kakak mengajak nya makan siang agar bertenaga bekerja sampai malam nanti!!" seru Rey menggoda
"Kakak bercanda kan. kenapa aku dikantor sampai malam???" tanya Rey dengan kesal. Tiara yang mengerti kalau Rendy hanya menggoda Rey berusaha menyembunyikan tawa nya.
"Tentu kakak serius. saat malam semua karyawan harus membersihkan seluruh ruangan sebelum pulang." tambah Rendy
Tiara dan Icha semakin tidak kuat menahan tawa melihat wajah Rey yang panik. pasalnya Rey sudah jenuh setengah hari dikantor, Dia tidak membayangkan harus dikantor sampai malam.
__ADS_1