
Tiara benar-benar bersyukur memliki Icha sebagai sahabatnya. bahkan saat Icha tau kalau Tiara bukan siapa-siapa, dia tetap mencintai dan menggandeng tangan Tiara.
Malam Hari
Tiara sedang termenung dibawah jendela kamarnya, Ia memikirkan Rey yang enat masih maraha atau tidak. saat Tiara tenggelam dalam lamunan tiba-tiba terdengar ketukan pintu.
tok.. tok...
"Tiara, boleh kakak masuk."
Tiara terkejut karena dia tau ith suara Rey, dia kebingungan apakah Rey datang untuk marah dengan nya, apa yang harus Ia lakukan.
"Emmh i.. iyaa ka. masuklah."jawab Tiara terbata-bata.
Rey pun masuk, dan menemukan Tiara sedang duduk disofa tepat dibawah jendela kamar. Rey tau bahwa Tiara sangat sedih dan kebingungan kwtena sikapnya tadi pagi. Rey langsung duduk disamping adiknya, Namun Tiara hanya tertunduk karena bingung dan sedikit takut.
"Kakak minta maaf ya, tadi pagi kakak benar-benar ga bisa atir emosi." Rey membuka obrolan. namun Tiara hanya menganggukkan kepala nya.
"Tiara, jujur kakak ga setuju kalau kamu tinggal diasrama. tapi kakak akan memberimu izin, dengan catatan tidak ada lagi kebohongan." ucap Rey sambil mengelus kepala Tiara.
"Serius kakak mengizinkan. Kakak sudah ga marah lagi." sahut Tiara sedikit bingung
__ADS_1
"Iyaah. Kakak seri...
"Terima kasih kak, terima kasih." Tiara memotong kalimat Rey danmenghambur dipelukan Rey. Rey pun langsung membalas pelukan Tiara.
"Terima kasih kak, Aku janji ga ada kebohongan. lagian aku mana pernah bohong sih." ucap polos Tiara.
"Yakin kamu ga pernah bohong denganku?" goda Rey
"Memank kapan aku bohong dengan kakak."
"Kemarin kamu ga ada kuliah pagi kan?"
"Iyah iyah aku memang ga jujur kenapa aku berangkat pagi, tapi kan aku ga bohong."
Rey melepas pelukan Tiara dan melihat wajah polos adiknya, kemudian mereka tertawa bersama. Kini Tiara merasa lega karena semua bisa teratasi, dia bisa tinggal diasrama tanpa kendala lagi.
Malam Hari. .
Semua sudah berada diruan makan untuk makan malam. Papah senang melihat keakraban Rey dan Tiara. papah merasa bangga karena anak-anak nya bisa mengatasi perbedaan diantara mereka sendiri.
"Tiara, kapan rencana pergi keasrama?" tanya papah
__ADS_1
"Tiara pindah besok siang pah. Tiara belum periksa barang-barang Tiara." jawab Tiara
"Baiklah, Rendy tolong urus keperluan Tiara. dan Anisa, papah minta tolong hubungi pengurus asrama yah." ucap papah
"Rendy fikir itu ga perlu pah. karena Tiara sendiri sudah mengurus segalanya, benarkan Tiara." timpql Rendy sambil melirik Tiara.
Tiara hanya terdiam, Rey dan papah sedikit bingung, sementara Rendy dan Anisa hanya tersenyum. berbeda dengan mamah yang bahkan Tidak berkomentar sama sekali mengenai Tiara akan pindah namun Tiara bisa memahami sikap mamahnya dan berusaha bersikap biasa.
Mereka pun menikmati makan malam dengan nikmat. setelah itu mereka pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
"Saya masih membutuhkan kamu dalam pekerjaan ini." ucap Rendy berbicara ditelpon dengan seseorang
"Baik pak, saya selalu siap menunggu perintah bapak."
"Bagus. saya benar-benar mau tidak ada kesalahan."
"Baik pak. saya mengerti."
Rendy memutuskan telponnya dan berharap semua sesuai keinginannya.
"Bicara dengan siapa mas? " tanya Nisa yang baru keluar dari kamar mandi.
__ADS_1