
"Baiklah, aku pesan taksi online dulu. ku pikir mobil kak Rey ga akan cukup kan." kata Icha
"Tidak perlu, Kakak sudah memanggil Seseorang untuk bergabung bersama kita. kita tunggu sebentar." timpal Rendy
Selang beberapa saat, Sosok pria tampan dengan santai berjalan kearah mereka.
"Naah itu dia sudah datang." kata Rendy
Semua mata tertuju pada sosok itu dan betapa tercengang nya Icha melihat sosok yang dimaksud. Icha tak berkedip sangking kagetnya.
"Maaf pak saya sedikit terlambat. halo semuanya." sapa sosok tampan tersebut.
"Cha.. ICHAAA... " tegur Tiara karena melihat reaksi Icha.
"Iy.. Iyaa Ara, kenapa?" sahut Icha
"Kamu yang kenapa, dari tadi gak kedip." timpal Tiara
"Sudah sudah... ayo kita berangkat." ajak Rey. dan mereka langsung bergegas menuju parkiran. tapi Icha sungguh tidak dapat memalingkan pandangannya pada sosok tersebut.
"Icha mungkin bisa ikut dimobil kamu, biar Tiara bersama kami." atur Rendy
"Baik pak." jawab sopan sosok tersebut. Icha tak bergeming sedikit pun seakan terhipnotis.
Akhirnya mereka bersama-sama meninggalkan taman itu untuk mencari restoran terdekat.
__ADS_1
Sementara Itu...
"Mas sebenarnya kita mau kemana sih?" tanya Sarah kebingungan
"Sudah diam, tunggu sampai baru aku jelaskan." terang Tomy
"Emm mas....
"Iyaa, kenapa?"
"Mas berangkat pagi-pagi apa sudah sarapan?"
"Sudah dong, kenapa?"
"Kapan sarapannya, Subuh?"
"Ikkhh mas, kamu kok tega sih..!!" ucapnya sambil menepuk bahu Tomy
"Salah sendiri disuruh sarapan gak mau."
Jadi, saat Icha tengah siap-siap ibu mengajak Tomy untuk sarapan terlebih dahulu sambil menunggu Sarah. kebetulan Tomy belum sarapan, akhirnya Ia mengiyakan ajakan ibu. Tomy juga sedikit menjelaskan tujuannya pagi-pagi datang mengajak Sarah keluar. sebenarnya ibu sedikit ragu, namun akhirnya ibu menyetujui.
Mobil Tomy tiba disebuah rumah yang cukup megah yang pernah dilihat Sarah. sedikit heran namun Sarah memberanikan diri bertanya
"Mas, ini rumah siapa?" tanya nya
__ADS_1
"Sebaiknya kita masuk dulu biar jelas." jawab Tomy. mereka pun turun dari mobil dan memasuki rumah tersebut. betapa kagum nya Sarah melihat kemegahan dari rumah tersebut.
"Kamu suka rumah ini?" tanya Tomy
"Waah waah rumah ini indah sekali mas, semoga kelak aku bisa membelikan ibu rumah seperti ini." ucapnya sambil terus menelusuri rumah tersebut hingga mereka tiba ditepi kolam renang yabg mungil namun sangat nyaman.
Tomy hanya sibuk memperhatikan tingkah Sarah. dalam benak Tomy sedikit merasa kasihan pada wanita pujaan hatinya tersebut. kadang Ia berfikir mengapa wanita sebaik dan sepolos Sarah harus mengalami masalah hidup yang sangat berat.
Perlahan Tomy melangkah mendekati Sarah dan memeluknya dari belakang.
"Eh mas, Ada apa ini?" Sarah sedikit risih
"Tolong biarkan aku sebentar aja." ucap Tomy lembut
Sarah pun membiarkan posisi mereka seperti itu untuk beberapa saat.
"Apa kamu menyukai rumah ini?" lagi-lagi Tomy bertanya
"Rumah ini begitu indah mas. siapa pun pasti menyukainya." jawab Sarah dengan nada lembut.
"Kalau begitu, rumah ini akan menjadi milikmu."
Sarah tak menjawab dan langsung membalikkan badannya, menatap Tomy seakan menanti penjelasan.
"Sarah aku sungguh menyukaimu, aku bersungguh-sungguh ingin membina rumah tangga denganmu. aku bahkan sudah mengatakan ini pada ibumu. Aku sangat mencintaimu Sarah." Tomy menhelaskan dengan lembut
__ADS_1
"Mas, aku sama kamu jauh berbeda. Mas mungkin memliki keluarga yang berkualitas, sementara aku hanya hidup dengan ibu dan bahkan dipandang sebelah mata dengan orang disekitar.