
"Mah, kenapa harus bicara seperti itu sih. Tiara itu anak perempuan mah."
"Lalu?? dia bukan anak mamah kan."
"Tapi mah, Tiara sudar bersama kita sejak dia balita.."
"Mamah ga pernah setuju pah. dan mamah ga bisa terima."
"Pelankan suara mamah, nanti anak-anak dengar mah."
"Mau sampai kapan pah ditutupin."
tanpa mereka sadari, Tiara mendengar segalanya didepan pintu kamar. Tiara benar-benar hancur sekarang, ternyata kehadirannya membuat kedua orang tua nya bertengkar. kini tekad Tiara semakin bulat untuk keluar dari rumah itu. dan tanpa Tiara sadari pula, dari kejauhan Rendy dan Nisa menyaksikan kehancuran Tiara. Anisa sudah tidak kuat lagi menahan air mata nya, dia menanamkan wajah nya didada suaminya dan menangis diam-diam.
Sementara itu, dikamar Rey juga sangat marah. Ia tidak menyangka dengan apa yang Tiara lakukan.
"Pantas saja Icha kebingungan tadi saat aku telpon." batin Rey
- Flashback on -
Setelah Rey mengantar Tiara, dan sebelum tiba dikantor. Rey menelpon Icha,
__ADS_1
"Halo, ini siapa? " Icha setengah sadar mengangkat terlpon dari Rey
"Icha, ini kak Rey. Apa sekarang kamu sibuk."
"gak kok ka, ada apa?"
"Kamu sudah sampai kampus?"
"Hah.. kampus? untuk apa pagi-pagi ke kampus, mata kuliah ku jam 11 nanti kak."
"Emhh itu, aku juga ga paham kak." Icha sedikit kebingungan
"Icha, jangan coba-coba menutupi apapun dari aku ya."
"Baiklah, jangan katakan pada Tiara kalau kak Rey menghubungimu."
"Baik kak." dan sambungan telpon terputus. karena masih mengantuk akhirnya Icha tidur kembali dan melupakan segalanya. tak lama Icha terlelap hanphone nya kembali berdering dan itu telpon dari Tiara.
- Flashback off -
"Mas, kenapa mas begitu santai dengan keributan tadi." tanya Anisa yang baru keliar dari kamar mandi
__ADS_1
"Karena mas sudah tahu rencana Tiara." Rendy menjawab dengan santai sambil memainkan ponsel nya.
"Maksud mas?" Anisa terkejut dengan jawaban suaminya, dan mendekat untuk minta penjelasan
Rendy menaruh ponselnya dan membenahi duduknya, kemudian menarik tangan Nisa agar lebih mendekat.
"Sayang, kamu fikir dengan kita liburan aku tidak bisa mengawasi Tiara. Aku sudah menyiapkan seseorang untuk mengawasi Tiara sejak Ia masuk kuliah." jelas Rendy
"Jadi itu sebabnya setiap saat ponsel mas menerima notifikasi, itu laporan mengenai Tiara."
"Istriku pintar sekali. sekarang ayo kita tidur."
"Ya ampun mas, aku benar-benar ga nyangka suamiku handal sekali."
"Jangan banyak bicara atau ku bantai kau."
"Oh mari kita tidur." ucap Nisa berlalu mengambil posisi tidur, dan Rendy menjadi tersenyum melihat tingkah istrinya.
"Selamat malam sayang." ucap Rendy sambil mengecup kening Nisa. Anisa pun mengecup pipi suaminya dan mereka pun tertidur dan Rendy memeluk istrinya.
Tiara merasa tidak memiliki tenaga lagi. dia duduk dilantai terkulai tak berdaya, menyandarkan tubuhnya yang lemah disamping tempat tidur.
__ADS_1
"Tuhan, bukan ini yang aku inginkan, tolong damaikan rumah ini. sudah cukup mamah sama papah bertengkar karena aku, sudah cukup kak Rendy dan kak Nisa selalu membantuku.dan juga Redamkan amarah ka Rey tuhan, bagaimana aku bisa keluar dari rumah ini.bantu aku tuhan, aku mohon. " ucap Tiara sambil menangis tersedu-sedu. Ia benar-benar kacau
begitu lemah nya Tiara hingga tidak memiliki tenaga lagi dan Ia pun tertidur dilantai dengan tubuhnya bersandar ditempat tidurnya.