Adikku Bukan Adikku

Adikku Bukan Adikku
Episode 59


__ADS_3

"Ya sudah sekarang Tiara istirahat dulu yah." ucap papah sambil mengelus pipi putri nya.


Tiara pun tersenyum dan nurut. dia naik ke atas mendatangi kamar nya yang sudah lama Ia tinggalkan.


"Hah akhirnya aku dikamar ini lagi." batin Tiara dambil melihat sekeliling kamarnya. Ia merebahkan dirinya ditempat tidur, tiba-tiba saja terdengar ketukan pintu,


"Tiara, kakak boleh masuk?" suara dari luar


"Iya kak, masuklah." sahut Tiara


Nisa pun membuka pintu dan melihat Tiara. Nisa tersenyum dan mendekati Tiara.


"Bagaimana keadaanmu cantik?" ucap Nisa sambil menyentuh pipi Tiara


"Aku baik ibu dosen. Liat aku sekarang kan." jawab Tiara sambil merentangkan tangannya.


Nisa pun tersenyum dan merasa lega melihat keadaan Tiara. selama ini Ia dan suaminya sering susah tidur saat menerima laporan baru dari orang suruhan suaminya.


Nisa benar-benar tak percaya bahwa gadis yang selalu dilindungi suaminya ini ternyata sangat kuat dan hatinya sangat tegar. Nisa sampai frustasi jika Tiara melakukan hal yang tidak-tidak saat mengetahui kenyataan hidupnya. tapi Tidak, Tiara benar-benar membuktikan dia tidak lemah.


"Kak, kakak kenapa? kok nangis?" kata Tiara yang melihat mata Nisa berkaca-kaca


"Ah maaf, Kakak ga bermaksud." ucap Nisa berusaha menghapus air mata nya.

__ADS_1


"Kak, Ada apa? coba berbagi."


"Kamu kuat sekali Tiara, kenapa ini harus menimpa dirimu." Nisa memeluk Tiara


"Apa yang harus aku khawatirkan kak, cinta kalian membuat aku kuat."


"Rey bagaimana Tiara?"


"Entahlah kak, aku tidak siap untuk memberitahukan nya."


"mau sampai kapan Tiara?"


"Tiara juga gak ta....


"Ada apa? kenapa terkejut begitu?


"Eeh ti.. tidak ada Rey." ucap Nisa


"Hem ya sudah. papah memanggil untuk makan malam tuh, Ayo kita turun." ajak Rey


"Emh Iya. ayo Tiara kita turun." ucap Nisa


Tiara pun mengangguk dan bersama-dama mereka melarikan diri dari Rey.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya mereka sembunyikan." batin Rey


Rey kemudian berlalu meninggalkan kamar Tiara dan segera bergabung untuk makan malam. Semua orang sudah berkumpul dimeja makan.


"Tiara, apa semua baik? bagaimana kuliahmu?" ucap Rendy


"Semua baik kak, dikampus ga pernah ada kendala. Diasrama juga aku baik." jelas Tiara


"Syukurlah. ingat yah utamakan pendidikanmu dan jangan terlalu banyak bermain." nasehat Rendy


"Siap bos." ucap Tiara dengan senyum meyakinkan. dan itu membuat jantung Rey berdebar-debar


Saat semua sedang bersuka cita, hanya mamah yang tidak menunjukkan reaksi bahagia nya. Papah yang menyadari itu pun acuh seakan tidak terjadi masalah.


"Ayo kita makan, setelah itu papah ingin bicara dengan kalian."


Semua pun mengangguk dan menikmati makanan mereka. begitu banyak pertanyaan dikepala Tiara namun Ia tak menemukan jawaban.


Setelah makan, mereka bersama-sama menuju ruang kerja papah termasuk mamah dan Nisa. Nisa bisa merasakan jika mamah tidak menyukai hal ini, Nisa jadi bertanya-tanya apa yang ingin papah lakukan.


"Maafkan papah, papah tau ini waktu istirahat dan libur kalian. tapi papah rasa, papah harus melakukan sekarang." papah membuka obrolan


"Ada apa pah, katakan saja." sahut Rey

__ADS_1


"Hah, baiklah papah akan menjelaskan." semua orang menjadi fokus ke papah. tapi tidak dengan mamah, mamah terlihat sangat kesal bahkan hampir marah.


__ADS_2