After The Rain

After The Rain
Membaik


__ADS_3

Tiga hari kemudian, Kinara mendengar kabar bahwa Layla resmi dikeluarkan dari kampus. Kabar tentang dirinya yang merupakan salah satu mahasiswa di kampus elit ini ternyata membuat pihak kampus merasa nama baiknya tercoreng karena kasus tersebut. Jadi, dengan tegas dewan kampus menyatakan bahwa mulai hari ini, Layla sudah tidak lagi menjadi bagian dari kampus ini.


Di sepanjang koridor menuju kelas pertama, Kinara masih mendapati orang-orang yang menggunjingkan hal yang sama sejak seminggu lalu. Tapi bedanya kali ini Kinara sudah tidak lagi mengambil pusing apa pun yang mereka sedang gosipkan.


Meskipun kenyataannya, dia masih merasa sedih dan kesal karena lagi-lagi cuma Layla yang harus menanggung akibat dari masalah ini, sedangkan pihak laki-laki yang ada di dalam video (yang mana Kinara telah ketahui bahwa laki-laki itu adalah Pak Andreas) sama sekali tidak mendapatkan hukuman apa pun. Lelaki itu masih bebas berkeliaran di kampus ini, tersenyum ramah kepada para mahasiswi seolah dia tidak pernah berbuat sesuatu yang menjijikkan.


Sampai di depan kelas, Dahayu ternyata sudah ada di sana. Gadis itu menyambutnya dengan senyum yang mengembang dan Kinara membalas senyuman itu sama lebarnya.


Setelah pembicaraan panjang yang terjadi antara mereka berdua kemarin, Dahayu akhirnya memutuskan untuk mencoba bertahan sedikit lebih lama di kampus ini. Dan hal itu tentu saja merupakan kabar baik bagi Kinara karena berarti dia tidak harus kehilangan Dahayu dalam waktu cepat.


"Masih ada waktu tiga puluh menit, mau ke kantin dulu nyari camilan?" tawar Dahayu sembari menggeser duduknya agar Kinara bisa bergabung.


"Boleh. Tapi aku mau submit tugas dulu ya bentar." Kata Kinara sembari duduk di sebelah Dahayu dan mengeluarkan laptop dari dalam tas.


"Tugas yang mana?" tanya Dahayu kebingungan karena dia merasa tidak ada tugas yang harus mereka submit dalam waktu dekat.


"Mata kuliahnya Pak Januar. Masih ada dua minggu lagi sih sebelum deadline, tapi aku mau submit duluan biar nanti punya lebih banyak waktu luang."


Dahayu manggut-manggut saja mendengar penjelasan Kinara. Jangan ditanya kenapa Dahayu tidak melakukan hal yang sama. Sebab dia adalah penganut sistem kebut semalam alias mengandalkan ajian the power of kepepet. Bukannya malas, dia hanya merasa kalau mengerjakan tugas saat sudah mendekati deadline justru membuat otaknya bekerja lebih maksimal dan dia bisa mengeluarkan lebih banyak potensi dari dalam dirinya.


Beberapa menit kemudian, Kinara telah selesai dengan tugasnya. Dia menutup laptopnya dan memasukkan benda itu kembali ke dalam tas.

__ADS_1


"Yuk." Ajaknya sembari bangkit dari duduknya.


"Let's goooo!" seru Dahayu semangat. Hanya satu detik setelah dia berhasil bangkit dari duduknya, gadis itu langsung menggamit lengan Kinara dan bergelayut manja di sana.


Kinara cuma bisa geleng-geleng kepala saat Dahayu menyeretnya menuju kantin sambil sesekali berceloteh riang. Diam-diam dia merasa lega, karena memang sudah seharusnya Dahayu bersikap seperti ini. Melankolis dan galau tidak pernah terlihat cocok dengan Dahayu. Jadi Kinara bersyukur sahabatnya ini berhasil melewati kesedihannya dan kembali menjadi sosoknya yang cerah seperti dulu.


Setibanya di kantin, Dahayu langsung mengarahkannya untuk mengambil posisi duduk di deretan meja paling luar. Gadis itu bahkan menarikkan kursi untuknya sehingga membuatnya terkekeh pelan.


"Aku bisa sendiri, Ay." Kata Kinara saat Dahayu lagi-lagi bersikap berlebihan. Gadis itu merebut tas yang masih tersampir di bahu Kinara dan meletakkannya di kursi samping tempatnya duduk.


"Diam." Kata Dahayu. "Hari ini, gue mau menjadi teman yang baik untuk lo. Jadi lo diam aja, biar gue yang urus semuanya."


Hal seperti ini memang jarang terjadi. Karena biasanya dia lah yang akan mengambil tugas untuk memesan karena Dahayu terlalu malas berinteraksi dengan ibu-ibu penjual di kantin karena dinilai terlalu cerewet dan kepo pada urusan orang lain. Entah apa yang membuat gadis itu menjadi bersemangat hari ini.


Sembari menunggu Dahayu selesai dengan urusan memesan makanan, Kinara mengeluarkan ponsel dari dalam tas. Rasanya agak aneh saat dia tidak menemukan eksistensi aplikasi burung biru di sana, sebab Dahayu memaksanya untuk menghapus aplikasi itu sejak banyaknya berita tentang Layla yang menyebar di sana. Dahayu bilang, untuk berhenti ikut campur, dia harus mulai dari hal-hal kecil. Karena dia tahu apa yang Dahayu lakukan semata untuk melindungi dirinya, Kinara menurut saja dan langsung menghapus aplikasi tersebut. Toh, aplikasi itu bukan merupakan salah satu yang terpenting untuknya.


Setelah menggeser layar ke kanan dan ke kiri selama beberapa saat dan tidak menemukan aplikasi yang menarik perhatiannya untuk diselami, Kinara akhirnya membuka catatan di ponselnya.


Dalam sekejap saja, dia sudah tenggelam dalam dunianya sendiri. Jemarinya bergerak lincah di atas papan ketik ponsel, mengetikkan kata demi kata yang tersusun di kepala sampai akhirnya membentuk beberapa paragraf yang setelah dibaca ulang, berhasil membuat senyumnya terkembang.


Sejak beberapa bulan terakhir, Kinara memang suka menulis. Sebenarnya, dari dulu juga dia sudah suka menulis. Hanya saja, selama beberapa bulan terakhir, kecintaannya terhadap dunia kepenulisan menjadi lebih besar ketimbang sebelumnya. Setiap ada kesempatan, dia akan mencoba menulis sesuatu dari hal-hal yang dia temui sepanjang hari. Kalau sedang tidak memungkinkan untuk menulis di laptop, dia akan menuliskannya di catatan ponsel seperti yang sekarang ini dia lakukan.

__ADS_1


Tepat ketika Kinara selesai menyimpan catatan di ponselnya, Dahayu kembali membawa kantung kresek berisi berbagai jenis makanan ringan dan dua plastik cup jus alpukat.


"Nih," Dahayu menyodorkan salah satu plastik cup ke arahnya.


Kinara menerimanya dengan senang hati. Kemudian dia segera menyeruput jus di dalamnya dan dibuat tersenyum cerah karena rasa yang menyapa lidahnya begitu pas dengan selera.


Melihat ekspresi Kinara yang puas, Dahayu juga ikut puas. Dia sudah berhasil mengerjakan tugasnya sebagai teman dengan mengerti dengan baik selera Kinara. Dia tahu Kinara tidak suka manis, jadi di dalam jus itu, Dahayu meminta si ibu penjual untuk tidak menambahkan gula cair. Dan karena dia juga tahu Kinara tidak terlalu suka minum dingin, dia juga meminta kadar es di dalam jus itu dikurangi.


"Perfect." Puji Kinara bahkan tanpa Dahayu harus bertanya.


"Iya, dong! Walaupun selama ini lo yang selalu mengambil alih tugas memesan, tapi diam-diam gue memperhatikan selera lo. Hebat, kan, gue?" kata Dahayu sembari menepuk dadanya beberapa kali, merasa bangga pada dirinya sendiri.


"Hebat banget!" puji Kinara lagi. "Dahayu memang the best." Sambungnya.


Berani sumpah, tidak ada yang lebih menyenangkan ketimbang melihat seseorang menghargai apa yang sudah kita kerjakan. Sama halnya seperti Dahayu yang merasa begitu tersentuh saat Kinara selalu mengapresiasi setiap hal kecil yang berhasil dia kerjakan. Di dalam diri Kinara, ada banyak hal yang berhasil membuat Dahayu jatuh cinta.


Dan semoga saja, keputusannya untuk tetap tinggal di sisi gadis itu adalah keputusan yang tepat. Dahayu yakin, masih ada waktu untuk memperbaiki apa yang telah rusak. Pelan-pelan, Dahayu akan membuat pertemanan mereka menajdi semakin kuat dan tak terpisahkan.


"Habisin." Katanya sembari menepuk-nepuk pelan kepala Kinara.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2