After The Rain

After The Rain
Candle Light Dinner


__ADS_3

Selepas isya, tepatnya jam tujuh lebih enam belas menit, Atha betulan datang menjemput Kinara di rumahnya. Penampilan pemuda itu cukup rapi. Dengan setelan kemeja lengan pendek warna navy dan celana bahan warna khaki serta sepatu sneaker warna putih bersih.


Melihat penampilan Atha yang tidak biasa membuat Kinara mengerutkan kening. Kemudian, dia menunduk, menatapi penampilannya sendiri yang benar-benar sederhana. Hanya setelan kaus pendek warna hitam dan celana pendek selutut warna putih tulang. Untuk alas kaki, Kinara hanya mengenakan sandal Crocs warna hitam dengan pin berbentuk kepala beruang yang lucu. Rambutnya juga hanya digerai tanpa tambahan aksesoris apa pun.


"Ini yang salah kostum aku atau kamu?" tanya Kinara setelah memindai penampilannya dan kembali menilik penampilan Atha.


Bukannya menjawab, Atha malah terkekeh, membuat Kinara sontak melotot ke arahnya.


"Atha..." panggil Kinara dengan penuh penekanan.


"Nggak ada yang salah kostum. Match aja kok style kita."


"Apanya yang match? Satu kasual banget, yang satu rapi." Kinara cemberut. Tangannya terlipat di depan dada dan dia tidak henti-hentinya menatapi Atha dari kepala sampai ke ujung kakinya.


"Kita match karena saking melengkapi."


Kinara tahu itu kalimat gombal. Sumpah, dia tahu. Dia bukannya anak yang sepolos itu sampai tidak bisa membedakan mana kalimat sungguhan dan mana yang cuma gombalan semata. Meskipun demikian, Kinara tetap tidak bisa mencegah munculnya rona merah di kedua belah pipinya. Apalagi saat Atha mengulurkan tangan kepadanya dengan senyum yang melebar sampai ke telinga.


"Waktu kita nggak banyak, sayang. Kita harus jalan sekarang." Kata Atha.


Kinara menyambut uluran tangan Atha dan menurut saat pemuda itu menuntunnya menuju mobil. Tadi, mereka sudah pamit kepada Papa dan Mama. Jadi, sekarang mereka tinggal tancap gas dan menikmati malam minggu berdua.


"Kita mau ke mana?" tanya Kinara setelah memasang sabuk pengaman.


"Candle light dinner." Jawab Atha dengan seulas senyum hangat.


Kinara menaikkan sebelah alisnya. Atha memang romantis, sering memberinya kejutan dan hadiah-hadiah cantik. Tetapi, pemuda itu tidak pernah bertindak sejauh ini. Sebab untuk menyiapkan sebuah candle light dinner tentu diperlukan usaha dan waktu yang lumayan, sedangkan Atha sendiri tidak serajin itu.

__ADS_1


"Kesambet apa kamu?" tanya Kinara kemudian.


Mendengar itu, bukannya tersinggung, Atha malah terkekeh. Dia paham kalau Kinara merasa heran melihat effort yang dia berikan kali ini.


Setelahnya, tidak ada lagi percakapan ketika mobil mulai melaju di jalanan. Hening tidak boleh menyapa, jadi Atha berinisiatif untuk menyalakan radio.


Senyumnya seketika terkembang sempurna ketika lagu If I Ain't Got You milik Alicia Keys mengalun merdu dari sana.


Jemari panjangnya mengetuk-ngetuk kemudi, mengikuti irama musik selagi bibirnya berkomat-kamit ikut bernyanyi.


Di kursi penumpang, Kinara ikutan tersenyum. Dia tahu seberapa Atha menyukai lagu ini. Dan sebesar Atha menyukainya, sebesar itu pula rasa suka Kinara terhadap lagu ini. Sebab, ini adalah lagu yang Atha nyanyikan secara langsung di depannya ketika laki-laki itu pertama kali mengungkapkan perasaan kepadanya tiga tahun lalu.


"Some people want it all, but I don't want nothing at all. If it ain't you, baby. If I ain't got you, baby. Some people want diamond rings, some just want everything. But everything means nothing, if I ain't got you...."


Atha menyanyikan lirik itu sembari menggenggam erat tangan Kinara di satu tangannya. Mengusap punggung tangan gadis kesayangannya itu menggunakan ibu jari sebelum membawa tangan itu ke depan wajahnya dan melabuhkan satu kecupan hangat di sana.


...****************...


Sebuah candle light dinner saja sudah membuat Kinara terkesan, ditambah lagi Atha juga menyiapkan sebuah hadiah yang disodorkan kepadanya setelah mereka selesai mengisi perut yang keroncongan.


Sebuah kotak kado berukuran sedang disosorkan ke hadapan Kinara. Dengan senyum yang semakin terkembang dan tatapan yang berbinar-binar, Atha menyuruh Kinara membuka kotak kado itu setelah hitungan ke-tiga.


Meskipun detak jantungnya semakin menggila dan dia merasakan tangannya mulai berkeringat karena gugup, Kinara tetap menuruti perintah Atha. Dengan tangan yang sedikit gemetar, dia membuka penutup kotak kado di hadapannya itu. Hanya untuk dibuat menutup mulut ketika sebuah benda yang bersinar nampak oleh matanya.


Di dalam kotak kado itu, ada sebuah kalung dengan liontin kecil berbentuk mawar berwarna merah. Kalung itu begitu cantik, sampai rasanya Kinara tidak punya padanan kata yang pas untuk mewakilkan betapa cantiknya wujud kalung tersebut.


"Tha, ini buat aku?" tanya Kinara, masih tidak percaya bahwa kalung secantik itu diperuntukan untuknya.

__ADS_1


Atha mengangguk tanpa ragu, tentu saja. Sebab dia memang sudah menyiapkan hadiah ini sejak beberapa bulan terakhir. Kalung itu limited, karena dia membuat desainnya sendiri dan memesannya langsung di sebuah toko perhiasan ternama yang kalau Kinara tahu, gadis itu pasti akan mencak-mencak dan mengatainya berlebihan.


"Cantik banget, Tha." Kinara masih tidak bisa berhenti mengagumi keindahan kalung itu. Saking kagumnya, dia bahkan tidak berani menyentuh kalung itu dan cuma bisa menatapnya dengan binar yang semakin terlihat terang.


"Nggak secantik kamu. Karena buat aku, nggak ada yang lebih cantik dari satu manusia bernama Kinara Adorelia."


Oke, mulai sekarang, juluki Atha sebagai Raja Gombal. Karena berkat ucapannya barusan, Kinara kembali dibuat tersipu malu.


"Boleh aku bantu kamu buat pakai kalungnya?" tanya Atha.


Kinara mengangguk setelah berpikir selama beberapa detik. Kemudian, dia membalikkan badan dan memunggungi Atha.


Atha segera mengambil kalung itu dari tempatnya. Dengan perasaan menggebu-gebu, Atha memakaikan benda berkilauan itu ke leher Kinara. Aroma sampo yang menguar dari rambut Kinara yang tersibak ketika gadis itu membawa helaian rambutnya ke depan membuat debaran di dada Atha kian menjadi-jadi.


Kalung sudah melingkar cantik di lehernya, Kinara menunduk sebentar sembari memegangi liontin berbentuk mawar itu dengan senyum yang terkembang. Lalu, dia kembali membalikkan badan.


"Makasih, Atha."


"Sayang," ralat Atha. "Panggil aku sayang."


Biasanya, Kinara akan menanggapi ucapan Atha itu dengan sebuah tepukan pelan di bahu. Tapi malam ini, dengan senyum lembut yang menghiasi wajah cantiknya, Kinara dengan lapang dada berkata, "Makasih, sayang." Yang sontak membuat ribuan koloni kupu-kupu yang hidup di perut Atha berteriak kegirangan. Mereka mengepakkan sayapnya secara serempak, menimbulkan gejolak asing yang membuat senyum Atha tak kunjung habis.


Malam minggu ini, mungkin akan jadi malam minggu paling indah yang pernah Atha lewati sepanjang hidupnya. Dan semua itu berkat Kinara. Sebab yang bersama dengannya saat ini adalah seorang gadis bernama Kinara Adorelia.


Karena kalau orangnya bukan Kinara, Atha mungkin tidak akan merasa sebahagia ini.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2