After The Rain

After The Rain
@dyellow


__ADS_3

Kalau bukan karena suara alarm yang berdering berkali-kali, Kinara mungkin tidak akan bangun saking lelapnya dia tidur. Dengan mata yang masih setengah terpejam, Kinara meraba-raba ruang kosong di kasurnya untuk menemukan ponsel yang meraung-raung minta disentuh tersebut.


Setelah mematikan alarm, Kinara bukannya segera bangun, tetapi malah kembali memejamkan matanya. Namun, tidak lama kemudian, dia seperti ditarik paksa untuk kembali ke dunia sadar ketika pintu kamarnya didobrak kencang.


Kinara refleks terduduk dan membuka matanya lebar-lebar, hanya untuk menemukan Papa melongokkan kepala dengan tatapan polos tak berdosa.


"Apa?" tanya Kinara dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


"Sholat subuh." Kata Papa. Kemudian, tanpa mengatakan apa-apa lagi, Papa melenggang pergi begitu saja tanpa mau repot-repot menutup pintu kembali.


Kinara mendengus. Sepertinya, semua bapak-bapak di dunia ini memang hobi menerobos masuk ke dalam kamar anaknya dan pergi begitu saja tanpa menutup kembali pintunya. Menyebalkan.


Meskipun sambil menggerutu, Kinara tetap bangkit dari kasur kemudian berjalan pelan keluar dari kamar. Tidak seperti biasanya ketika rumah masih dibiarkan dalam keadaan gelap, subuh ini beberapa lampu telah dinyalakan. Hanya lampu ruang tamu saja yang masih dibiarkan padam, selebihnya sudah menyala terang.


Kinara segera bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Lalu setelah selesai membasuh beberapa bagian tubuhnya dengan air mengalir, dia kembali ke kamar untuk melaksanakan ibadah sholat subuh.


Tetapi langkahnya terhenti tepat di depan pintu kamar saat suara Papa kembali menginterupsi. Kinara menolehkan kepala dan menemukan Papa sedang melongokkan kepala dari balik pintu kamarnya sendiri.


"Sholat berjamaah, yuk." Ajak Papa.

__ADS_1


Kinara iya-iya saja. Dia segera masuk ke dalam kamar, mengenakan mukenanya kemudian menerobos ke dalam kamar Papa dan Mama untuk sholat berjamaah dengan kedua orang tuanya.


Papa sebagai satu-satunya laki-laki di rumah tentu saja bertugas menjadi imam. Sedangkan Kinara dan Mama mengambil peran sebagai makmum yang baik dengan mengikuti setiap gerak yang Papa ambil.


Ibadah subuh selesai dengan khusyuk, dilanjut dengan doa bersama dan berbincang-bincang sebentar sebelum akhirnya Kinara pamit undur diri karena tahu Mama dan Papa butuh lebih banyak ruang untuk mengobrolkan sesuatu di antara mereka.


Setelah melabuhkan kecupan di pipi Mama dan Papa, Kinara kembali ke kamarnya. Mukena yang dia tenteng digantung kembali di belakang pintu dan dia berjalan pelan menuju meja belajar.


Ini hari minggu, dan kemarin dia sudah memeriksa jadwal kuliahnya untuk seminggu ke depan. Jadi, sekarang ini, dia cuma mau duduk di meja belajar dan menggunakan laptopnya untuk berselancar sebentar di dunia maya. Hitung-hitung sekalian mencoba koneksi internet dari WiFi yang kemarin akhirnya dipasang.


Selama beberapa menit, Kinara cuma berkutat dengan browser, mengetikkan beberapa kata kunci acak yang secara tiba-tiba muncul di kepala. Apa yang ingin dia tahu melalui mesin pencarian benar-benar hanya hal-hal acak yang sederhana. Seperti di jari mana cincin pernikahan disematkan sampai berapa jarak antara Indonesia dan Afrika Selatan.


Itu adalah foto pohon Flamboyan yang ada di depan cafe incarannya. Awalnya Kinara cuma mengambil foto itu untuk kenang-kenangan dan dia jadikan koleksi pribadi, tetapi karena foto itu terlihat cantik dan sayang kalau hanya dia simpan sendirian, Kinara berinisiatif untuk mengunggah foto itu ke akun Instagramnya. Dia tidak menyangka akan ada seseorang yang meninggalkan komentar di postingan tersebut setelah satu minggu kemudian.


Beautiful


Hanya satu kata itu yang orang dengan username @dyellow itu tuliskan. Tapi, berkat satu kata itu saja, senyum Kinara sudah berhasil terkembang.


Berbekal dengan satu komentar yang ditinggalkan itu, Kinara menjadi tertarik untuk mengintip ke dalam akun Instagram si pemilik akun @dyellow. Lalu, Kinara dibuat takjub karena hampir seluruh postingan yang ada di sana (jumlahnya hampir seratus) adalah foto-foto langit ketika senja. Berbagai foto langit dengan semburat yang berbeda-beda tampak cantik, dan Kinara tidak bisa menahan diri untuk menekan tombol hati di beberapa postingan yang ada.

__ADS_1


Puas menjelajah, Kinara berniat keluar dari laman akun Instagram tersebut. Tapi kemudian niatnya urung ketika jemarinya tak sengaja menggeser layar hingga sampai ke postingan paling bawah dari akun tersebut.


Di sana, di antara banyaknya foto-foto langit senja, ada satu foto yang menampilkan keadaan langit sore yang gelap dan hanya sedikit terdapat semburat kemerahan. Tapi bukan itu yang menarik perhatian Kinara, melainkan adanya sosok pemuda yang berpose membelakangi kamera, tampak mendongak menatap langit yang perpaduan warnanya tidak secerah foto-foto yang lainnya.


Ini mungkin terdengar gila, tapi Kinara berani mengatakan bahwa dia telah jatuh cinta. Pada foto-foto langit yang ada di akun ini, juga pada si pemuda yang membelakangi kamera.


Rasa cinta yang dia maksud bukanlah rasa cinta secara romantis kepada sesama manusia, tapi lebih kepada perasaan menggebu-gebu ketika dia melihat sesuatu yang begitu indah dan menyegarkan mata. Dan, ya, sosok pemuda itu juga tampak indah di matanya walaupun pada kenyataannya yang Kinara bisa lihat hanyalah tampak belakangnya saja.


"As beautiful as the sky." Tulis Kinara di kolom komentar foto tersebut setelah menekan tombol hati.


Setelah itu, Kinara betulan keluar dari laman akun Instagram tersebut dan segera menutup laptopnya setelah menekan tombol power.


Kinara lalu berjalan menuju lemari, mengambil setelan kaus pendek pas badan dan celana training serta handuk kecil yang biasa dia pakai untuk mengelap keringat.


Lalu, Kinara mulai menanggalkan baju tidur yang semula dia kenakan dan menggantinya dengan setelan yang dia ambil dari dalam lemari. Setelah selesai, dia berjalan kembali menuju meja belajar untuk mengambil ponsel dan earphone lalu berjalan keluar dari kamar.


Subuh ini, dia akan kembali melakukan aktivitas rutinnya, yaitu berlari keliling komplek perumahan untuk menjaga kondisi tubuhnya agar tetap bugar.


Kinara tidak akan pernah tahu, bahwa tepat setelah laptopnya dimatikan dan dia mengangkat bokongnya dari atas kursi, seseorang yang fotonya baru saja dia komentari sedang membuka akun Instagram miliknya dan tersenyum simpul mendapati sebaris kalimat menenangkan yang ditinggalkan di foto yang diunggah hampir enam bulan yang lalu itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2