
Sekitar setengah delapan malam, Kinara dibuat geleng-geleng kepala saat mendengar suara genjrengan gitar yang diiringi suara nyanyian membahana.
Ketika dia keluar dari kamar untuk memeriksa, dia menemukan Papa dan Mama sedang duduk berdampingan di teras. Meja bundar yang biasa menjadi pembatas antara satu kursi dengan kursi yang lain sudah digeser hingga hampir ke pojok teras.
Sepasang manusia itu tampak tersenyum cerah. Jemari tangan Papa dengan lihai menggenjreng gitar sementara Mama di sebelahnya tampak menepuk-nepukkan kedua tangan mengikuti irama genjrengan gitar. Tubuh mereka bergoyang ke kanan dan ke kiri, seiring dengan bibir mereka yang berkomat-kamit menyanyikan sebuah lagu bernada romantis.
"Nothing's gonna change my love for you, you oughta know by now how much I love you. One thing you can be sure of, I'll never ask for more than your love." Papa menyanyikan lirik itu dengan semangat, menatap Mama seolah wanita itu adalah pusat dunianya.
Mama tidak mau kalah, dengan tatapan yang tertuju lurus ke manik mata Papa, Mama ikutan menyanyikan bagiannya.
"Nothing's gonna change my love for you, you oughta know by now how much I love you. The world may change my whole life through, but nothing's gonna change my love for you."
Bahagia Kinara memang selalu sederhana. Tetapi karena kebahagiaan yang dia rasakan sekarang ini membuat hatinya bergetar begitu hebat hingga dia nyaris mengeluarkan air mata, Kinara segera mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana.
Menggunakan benda pintar itu, Kinara mengabadikan momen di mana Papa dan Mama saling pandang untuk mengutarakan perasaan mereka lewat tatapan mata yang sama-sama lekat ke arah satu sama lain.
Papa dan Mama masih saling pandang meskipun lagu yang mereka nyanyikan mulai berganti.
Kinara mengembangkan senyum, menekan tombol stop pada ponselnya setelah mendapatkan rekaman yang cukup kemudian berjalan kembali menuju kamarnya. Biarlah dia beri waktu kepada Papa dan Mama untuk menghabiskan waktu berdua. Biar dua orang itu kembali menjadi sepasang manusia yang seolah sedang pertama kali jatuh cinta.
__ADS_1
Di dalam kamar, Kinara merebahkan diri di atas kasur. Laptop di atas meja belajar masih menyala, dan dia tinggalkan begitu saja. Tadi, sebelum fokusnya terganggu, Kinara sedang sibuk mengerjakan sesuatu dengan laptopnya. Berhubung sekarang perasaannya sedang bagus dan dia memiliki mood untuk mengunggah sesuatu di akun Instagramnya, jadi Kinara tinggalkan sebentar pekerjaannya di laptop dan beralih menekuri layar ponselnya.
Hal yang pertama Kinara temukan ketika aplikasi Instagram berhasil terbuka adalah enam notifikasi yang muncul di bagian pojok kanan atas layar. Karena berpikir notifikasi itu mungkin cuma akan berisi tentang pemberitahuan pengikut baru seperti kemarin, dia memutuskan untuk mengabaikan notifikasi tersebut dan fokus pada apa yang hendak dia lakukan.
Tidak butuh waktu lama bagi Kinara untuk merealisasikan niatnya menjadi sebuah tindakan. Setelah memilih sebuah foto dari dalam galeri ponselnya, dia segera mengunggah foto tersebut di akun miliknya. Di bagian caption, Kinara menuliskan sebaris kalimat berbunyi : Dua orang yang terus jatuh cinta dari hari ke hari.
Kinara tersenyum puas setelah foto itu berhasil diunggah. Itu merupakan foto yang menampilkan Mama dan Papa yang tengah bergandengan tangan membelakangi kamera dengan tatapan lurus ke depan, memandangi hamparan laut luas ketika senja perlahan naik dan semburat oranye yang cantik mulai tampak di atas langit.
Foto itu diambil sekitar enam bulan yang lalu ketika mereka sedang berlibur ke Bali untuk merayakan hari jadi pernikahan Mama dan Papa. Itu adalah momen yang membahagiakan, tetapi bagian sedihnya adalah, itu menjadi foto liburan terakhir mereka sebelum kehidupan mereka berhasil dijungkir-balikkan oleh keadaan.
Kinara tidak perlu menunggu respon apa pun untuk foto yang dia unggah, karena memang apa pun yang dia unggah di sini bertujuan untuk mengekspresikan apa yang sedang dia rasakan, sekaligus berbagi dengan orang-orang yang mungkin perlu melihat hal-hal yang sama seperti yang dia sukai. Jadi, dia tidak pernah mengharapkan feedback apa pun dari setiap unggahannya.
Meskipun awalnnya Kinara tidak tertarik untuk memeriksa isi notifikasi di pojok kakan atas, tetapi tanda titik berwarna merah itu lama-lama mengganggu penglihatannya juga. Jadi, Kinara segera meng-klik ikon notifikasi itu untuk memeriksa informasi apa yang akan ditampilkan di sana.
Entah mengapa, Kinara mendadak merasa gugup. Tangannya bahkan sedikit gemetar ketika hendak meng-klik notifikasi itu untuk memeriksa balasan apa yang sudah @dyellow tuliskan di sana.
Ketika pada akhirnya Kinara berhasil melihat balasan yang diberikan, dia menemukan jantungnya berdetak lebih cepat ketimbang sebelumnya, hanya karena sebuah emotikon senyum yang jumlahnya pun hanya satu. Iya, si akun @dyellow itu cuma membalas komentarnya dengan satu emotikon senyum, tetapi sudah berhasil membuatnya merasa berbunga-bunga, seperti dia baru saja mendapatkan pengakuan cinta dari laki-laki paling dia sayang di seluruh dunia.
Karena itu hanya sebuah emotikon senyum, Kinara memutuskan untuk tidak membalas lagi. Dia cuma menekan lambang hati untuk menyukai komentar tersebut kemudian berniat menutup aplikasi Instagramnya, ketika lagi-lagi fokusnya tercuri.
__ADS_1
Kinara kembali menilik notifikasi lain yang baru masuk, dan dia baru sadar kalau ternyata ada satu notifikasi yang memberitahukan bahwa akun @dyellow itu baru saja mengikutinya. Yang berarti, si pemilik akun juga sedang membuka akunnya sekarang ini.
Tidak lama berselang, Kinara mendapatkan satu notifikasi lain berupa pemberitahuan bahwa seseorang baru saja mengiriminya direct messages. Yup, dia adalah pemilik akun @dyellow.
Hi, lets be friend. I guess you like the sunset too, don't you?
Begitulah bunyi pesan yang dia terima. Kinara butuh waktu hampir lima belas detik hanya untuk mengetikkan sebaris kalimat sederhana, yang kalau kondisi jantungnya sedang normal, dia bahkan tidak butuh waktu untuk memikirkan balasannya.
Di ponselnya, Kinara menuliskan Hi, nice to meet you here. You guess it right, I do like the sunset. Dengan membubuhkan sebuah emotikon senyum di akhir kalimat.
Tidak berselang lama, balasan lain muncul dari @dyellow.
Glad to hear that. Saya masih punya ratusan foto sunset yang belum saya unggah, and from now on I will post it one each day, in case you want to see it.
Kinara tersenyum, kemudian dengan dada yang semakin berdebar-debar, dia menuliskan sebuah balasan.
I would love to see it everyday. Please post it, saya akan tinggalkan jejak di setiap foto yang kamu unggah mulai sekarang. Cuz from now on, I am a big fans of you.
Balasan lain dari @dyellow tak kunjung muncul setelahnya, Kinara juga tidak melihat tanda-tanda bahwa pemilik akun itu masih aktif. Jadi, Kinara memutuskan untuk keluar dari aplikasi dan berniat kembali mengerjakan apa yang sebelumnya dia tinggalkan.
__ADS_1
Tetapi sebelum dia benar-benar keluar dari aplikasi, dia terlebih dahulu merubah setelan notifikasi di akunnya yang semula disenyapkan menjadi aktif agar jika @dyellow membalas pesannya yang terakhir, dia akan segera tahu dan bisa langsung membalasnya.
Bersambung