Akulah Yang Memilihmu

Akulah Yang Memilihmu
Bab 103 : Kediaman Keluarga Yaroslav.


__ADS_3

Keesokan harinya...


Waktu menunjukkan jam 8 pagi, Tiysa dan Tristan sedang bersiap menuju kediaman Yaroslav tempat acara pernikahan Widy dan 20 wanita lainnya di laksanakan.


Semalam mereka berdua menghabiskan waktu di restoran hotel ini dan langsung beristirahat di kamar, mereka menunda berkeliling Moscow karena acara Widy dilaksanakan tepat pukul 10 pagi.


Tristan tampil gagah dengan setelan tuxedo berwarna hitam, sedangkan Tiysa tampil mempesona dengan gaun putih renda tanpa lengan yang menampakkan keindahan lekuk tubuhnya.



"Sayang... Sayang!"


Suara Tiysa yang sedang memanggilnya membuat Tristan sadar, dia yang sedari tadi terus memandangi Tiysa seakan terhipnotis dengan kecantikan Tiysa dalam balutan gaun itu.


Tiysa menatap tajam mata Tristan, alisnya mengernyit, dia lalu berkata, "Apakah kamu berniat untuk berbuat jahil lagi?" Tiysa yang terus menerima kejahilan Tristan mulai curiga jika Tristan sedang merencanakan sesuatu.


Namun kata-kata yang diucapkan Tristan berikutnya langsung membuat perasaannya terbang ke awan-awan.


"Tidak sayang, aku melamun karena aku benar-benar terpesona dengan kecantikanmu, kamu terlihat begitu mengagumkan," jawab Tristan sambil tersenyum.


Wajah Tiysa kembali memerah, hatinya berbunga-bunga, sejak mereka berdua berada dalam hubungan, sudah sangat lama sejak terakhir kali Tristan memujinya seperti ini.


"A... Ayo Pak Igor pasti sudah menunggu kita di bawah," kata Tiysa terbata-bata, tanpa menunggu jawaban dari Tristan dia langsung meraih tangan Tristan dan menuntunnya menuju lobi.


"Nona Tiysa anda terlihat sangat cantik," puji Igor begitu mereka tiba di lobby.


Tiysa kembali tersipu malu ketika mendengar pujian dari Igor, Tristan yang berada dibelakang nya juga tampak tersenyum, setelah saling menyapa, Igor memandu mereka menuju mobil Mercedes Maybach s600 Pullman Guard yang dikendarai Igor, tak berselang lama, mereka meninggalkan tempat itu menuju kediaman keluarga Yaroslav.



Dua jam setengah kemudian, setelah menempuh perjalanan sejauh 188km, mobil mereka akhirnya tiba di depan gerbang besar menuju kediaman Yaroslav yang nampak seperti sebuah benteng bagi Tiysa.

__ADS_1


Ketika mereka memasuki gerbang itu, Tiysa sedikit cemas ketika melihat 4 tentara yang membawa senjata laras panjang berjaga, dia tanpa sadar menggenggam erat tangan Tristan yang duduk di sampingnya.


Ketika melihat mobil yang biasa digunakan Tristan ketika berada di Rusia, ke empat tentara itu langsung berdiri tegap dan memberikan hormat kepada mereka, mereka langsung mengetahui jika Tuan Muda pertama mereka tentu saja berada di dalam mobil itu.


Mobil mereka terus masuk lebih dalam, Tiysa semakin terkejut, dia melihat beberapa bangunan yang mirip hanggar pesawat terbang dengan ratusan kendaraan militer terparkir rapi di depannya, tidak hanya itu, di sepanjang jalan, Tiysa melihat banyak sekali tentara yang sedang latihan, itu membuat Tiysa kembali cemas.



Tristan yang bisa melihat kecemasan dari wajah calon istrinya segera memberikan kode berupa kedipan melalui kaca spion tengah kepada Igor.


Igor dengan sigap langsung mengerti maksud Tuan mudanya, dengan tenang dia berkata, "Nona Tiysa tidak usah cemas, tentara itu bagian dari keluarga ini, tempat ini merupakan pangkalan dan juga tempat mereka berlatih, jadi kita sedang tidak berada dalam kondisi siaga untuk berperang."


Mendengar jawaban Igor Tiysa langsung bernafas lega, wajahnya tidak lagi terlihat cemas.


Beberapa saat kemudian, mobil mereka kembali berada di depan gerbang yang besar, berbeda dengan gerbang pertama, gerbang kedua ini memiliki desain yang indah.


Perasaan takjub langsung menghapiri Tiysa tatkala mobil mereka masuk ke dalam gerbang kedua.



Tiysa tampak terkagum-kagum saat melihat deretan rumah indah itu, tidak hanya rumah mewah, kebersihan dan keindahan tata letak dari kompleks itu membuat Tiysa berdecak kagum.


Pemandangan yang Tiysa lihat semenjak melewati gerbang kedua sangat berbanding terbalik 180 derajat dengan kondisi setelah memasuki gerbang pertama. Setelah tadi dia merasa cemas ketika melihat para tentara sedang berlatih, saat ini dia benar-benar menikmati perjalanannya menuju lokasi tempat dilangsungkannya acara pernikahan Widy.


Beberapa menit kemudian, dari kejauhan Tiysa bisa melihat sebuah mansion besar di penghujung jalan, ratusan mobil mewah dari berbagai merek tampak terparkir rapi di luar pekarangan mansion itu, anehnya Igor tidak berhenti, dia terus mengemudikan mobilnya melewati ratusan mobil mewah yang terparkir menuju pekarangan mansion besar itu.



Setelah mereka tiba tepat di depan mansion, Igor turun terlebih dahulu, untuk membuka pintu, setelah mempersilakan Tiysa dan Tristan turun, Igor memandu mereka menuju taman yang berada di samping mansion itu, tempat di mana acara pernikahan dilangsungkan.


Foto 21 pengantin tampak berjajar rapi di sepanjang jalan setapak menuju taman, kain sutra putih panjang membentang berjarak diatas kepala Tiysa dan juga hiasan dekorasi yang serba berwarna putih seakan mempertegas kesucian acara ini.

__ADS_1


Hal yang cukup membuat Tiysa kaget adalah saat dia melangkahkan kakinya memasuki taman, ratusan tamu yang sedang duduk di kursi sontak berdiri dan memandanginya.




Mendapatkan tatapan dari ratusan pasang mata membuat Tiysa sedikit gugup, dia menundukkan kepalanya, melihat itu Tristan yang berada di belakangnya mempercepat langkah dan segera memegang tangannya.


Tiysa menoleh ke Tristan yang sudah berjalan disampingnya, karena merasa gugup dengan tatapan para tamu tanpa dia sadari dia kembali menggenggam erat tangan Tristan.


Para tamu yang hadir semuanya merupakan pengurus ataupun relasi dari keluarga Yaroslav, tentu saja mereka bisa mengenali Tristan, hal yang membuat mereka penasaran karena mereka ingin melihat calon istri dari penerus keluarga Yaroslav, hal itulah yang membuat mereka langsung memandangi Tiysa yang berjalan di belakang Igor yang merupakan sopir pribadi Tristan di keluarga Yaroslav.


Tiysa memandangi wajah Tristan yang terlihat santai, saat itulah dia melihat sosok pribadi Tristan yang benar-benar berbeda ketika bersamanya.


Tristan yang sedang tersenyum sedikit menundukkan kepalanya sambil memandangi para tamu yang hadir, dan anehnya seluruh tamu tersenyum lembut dan membalas Tristan dengan menundukkan kepala mereka dengan sopan, seakan mereka semua sudah mengenali Tristan.


Melihat itu, Tiysa tentu saja menjadi terkejut, dia ingin menanyakannya kepada Tristan, namun teriakan Widy dan teman-temannya langsung membuat Tiysa teralihkan.


"Kak Tiysa," teriak Widy sambil melambaikan tangannya, para pengantin wanita yang juga mengenali Tiysa ikut memangil namanya sambil melambaikan tangan mereka.


Tiysa tersenyum bahagia, dia melambaikan tangan kepada Widy dan para pengantin wanita yang terlihat sangat cantik.


"Apakah itu calon istri Tuan Muda Tristan?" Dengan ekspresi wajah terkejut, Luciano mengkonfirmasi kepada Widy, jika wanita yang berjalan di samping Tristan adalah calon istri Tuan Muda keluarga Yaroslav.


"Iya, bukankah dia terlihat sangat cantik?" tanya Widy.


"Aku benar-benar tidak bisa memikirkan kandidat wanita yang lebih baik dari Tiysa untuk menjadi istri Tuan Muda Tristan, mereka berdua terlihat sangat serasi," jawab Luciano.


Tiysa dan Tristan lalu menuju meja yang dipersiapkan untuk mereka berdua, tak berselang lama setelah mereka duduk acara pun segera dimulai.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2