Akulah Yang Memilihmu

Akulah Yang Memilihmu
Bab 29 : Menyelamatkan Tiysa


__ADS_3

“Halo,” ucap Tristan menjawab panggilan telepon dari Haris.


“Tuan Muda, ini tentang Nona Tiysa.”


Tiba-tiba wajah wanita cantik yang seakan menghilang dari ingatan Tristan kembali muncul setelah mendengar nama Tiysa disebut.


“Aku baru mendapat laporan dari Yono jika nona Tiysa sedang berada dalam bahaya,” ucap Haris.


“Ada apa dengan Tiysa?” tanya Tristan yang mulai terlihat panik.


“Menurut laporan dari Yono, Cakra dan Devan sekarang sedang bersama Nona Tiysa, mereka berencana untuk menjebak Nona Tiysa menggunakan obat tidur."


Emosi Tristan meledak ketika mendengar hal itu.


“Haris dimana kamu sekarang?” tanya Tristan.


Sambil tetap memegang ponselnya Tristan langsung berlari menuju parkiran mobil di rumahnya.


“Aku sudah menunggu di depan rumah Tuan Muda.”


Mendengar jawaban Haris, Tristan langsung mengakhiri pembicaraannya melalui telepon dan langsung menuju ke tempat Haris yang sudah menunggu Tristan di dalam mobil.


Tak lama kemudian mobil mereka meninggalkan kediaman Tristan.


Dalam perjalanan Tristan terus mengumpat dirinya sendiri, dia juga mengutuk kebodohannya yang terlalu terlena ketika bersama Gea, dia bahkan tidak pernah menghubungi Tiysa sama sekali, padahal Haris sudah memberikan nomor ponsel Tiysa kepadanya sejak 5 bulan yang lalu.


Kini ketika Tiysa berada dalam bahaya, barulah dia menyadari jika dirinya ternyata sangat menyukai Tiysa.


Dia tidak mengerti mengapa dia bisa melupakan Tiysa selama beberapa bulan ini, hal itu membuat dia semakin frustasi.


Ketika dia tahu bahwa Gea berselingkuh, dia bisa menghadapinya dengan tenang. Namun kali ini berbeda, dia merasa sangat marah.


Bunyi notifikasi pesan masuk, Haris langsung mengecek Ponselnya.


[xxxx] Kami sudah tiba dilokasi, apa perintah Tuan Haris.


“Tuan Muda, anak buahku sudah tiba di tempat Nona Tiysa berada, apa perintah Tuan Muda,” ucap Haris.


“Tangkap mereka berdua!” perintah Tristan.


“Siap Tuan Muda.”

__ADS_1


Haris langsung menghubungi bawahannya dan memberitahu perintah Tristan kepada mereka.


___


Cakra menghampiri kedua pelayan yang berada di Cafe itu, dia memberikan sejumlah uang lalu meminta kedua pelayan itu untuk pulang.


Setelah menyerahkan kunci pintu, kedua pelayan pergi meninggalkan Cafe. Cakra dan Devan sudah menyewa seluruh Cafe, mereka berdua berniat menikmati Tiysa di tempat ini.


Tiysa sendiri sudah tidak bisa menyadari keadaan di sekitarnya, saat ini dia terus memegang kepalanya, dia berusaha bertahan dari rasa kantuk yang tiba-tiba menghampirinya.


Tak lama kemudian, Tiysa pun tumbang.


Devan bersorak kegirangan, dia menoleh ke salah satu sofa panjang yang berada di Cafe itu, dia merasa sofa itu akan menjadi tempat yang bagus untuk melaksanakan aksinya.


Cakra yang juga sudah menyadari keadaan Tiysa sontak bergegas menuju pintu untuk menguncinya.


Namun belum sempat dia mengunci pintu, beberapa orang asing mengenakan setelan jas hitam langsung masuk ke Cafe itu sambil menodongkan pistol kepadanya.


Cakra langsung berlutut di hadapan orang-orang itu sambil meletakkan kedua tangannya di belakang kepala.


Sedangkan Devan lari bersembunyi di belakang salah satu kursi di tempat itu,


Beberapa saat kemudian, Haris yang juga telah tiba terlihat memasuki Cafe itu.


Duak !!


Tubuh Cakra langsung terlempar beberapa meter ke belakang. Dia meringis kesakitan sambil memegang perutnya dengan nafas tersengal-sengal.


Haris lalu menoleh ke Devan yang sedang bersembunyi.


“Bawa orang itu kesini!” teriak Haris sambil menunjuk ke arah Devan.


2 anak buah Haris langsung melaksanakan perintah, mereka langsung menuju ke tempat Devan bersembunyi dan memegang kedua tangan Devan yang sudah membatu karena ketakutan, mereka lalu membawa Devan ke hadapan Haris.


Bukk !


Crakk


Haris melayangkan pukulan uppercut ke bagian rusuk kanan Devan, bunyi retakan terdengar setelah Haris mendaratkan serangannya.


"Acckk!" pekik Devan.

__ADS_1


Haris kembali menoleh ke arah Cakra yang masih meringis kesakitan.


Tanpa diperintah 2 anak buah Haris lainnya langsung menuju Cakra dan membawanya ke hadapan Haris.


“Ampun Tuan...,” pinta Cakra memohon pengampunan dengan nada memelas.


Cakra masih tidak mengerti mengapa orang-orang asing ini memperlakukannya seperti itu.


Haris menatap wajah Cakra dengan dingin. “Bukankah Yono sudah memberimu peringatan agar tidak mengganggu Nona Tiysa?”


Cakra langsung teringat ketika Yono mencoba menghentikannya, dia juga kembali mengingat ketika Yono berkata jika ada orang besar yang melindungi Tiysa.


“Ahh ... Tuan mohon maafkan aku ... aku-”


“Hussstt ....” Sambil meletakkan telunjuknya di bibir, Haris meminta Cakra untuk diam.


Bukk !!


Crack


Haris juga melayangkan pukulan uppercut ke rusuk bagian kiri Cakra. Bunyi retakan juga terdengar setelah haris melayangkan serangannya.


"Ackk!" jerit Cakra menahan sakit.


“Bawa mereka,” perintah Haris kepada anak buahnya.


Anak buah Haris langsung membungkus kepala Cakra dan Devan dengan kain hitam yang sudah di persiapkan sebelumnya, tangan mereka diikat, setelah itu mereka dibawa ke mobil van berwarna hitam milik anak buah Haris


Tanpa diperintah, anak buah Haris lainnya langsung menggeledah tempat itu, beberapa di antara mereka mencari tempat cafe itu menyimpan rekaman CCTV, dan yang lain terlihat merapikan Cafe seperti keadaan semula.


“Tuan Muda, semua sudah selesai,” ucap Haris sambil mengetuk kaca pintu mobil tempat Tristan menunggu.


“Terima kasih Pak Haris,” balas Tristan singkat.


Setelah turun dari mobil Tristan langsung menuju ke tempat Tiysa.


“Gadis ceroboh,” gumamnya dalam hati ketika melihat Tiysa yang sedang tertidur lelap. Dia akhirnya bisa tersenyum lega.


Tristan membelai rambut indah Tiysa, dalam hati dia sangat bersyukur karena tidak terjadi hal buruk kepada Tiysa.


Dengan lembut Tristan mengangkat tubuh Tiysa yang tidak berdaya, dia lalu membawa Tiysa ke dalam mobil, di ikuti oleh Haris di belakangnya.

__ADS_1


Anggota Haris juga telah selesai melakukan tugasnya, tak ada satu pun barang bukti tertinggal, keadaan Cafe kembali seperti semula. Seakan kejadian tadi tidak pernah ada.


__ADS_2