Akulah Yang Memilihmu

Akulah Yang Memilihmu
Bab 98 : Kisah Ayah dan Ibu Tristan 26 tahun yang lalu


__ADS_3

Tirta Baskara Group adalah perusahaan yang didirikan oleh Hartono Kakek Tristan, Subroto Kakek Damar dan Hardinata Kakek Tiysa. Tiga orang ini berhasil membuat Tirta Baskara Group menyaingi Grup Sinar Citra Khatulistiwa yang beranggotakan 25 keluarga pengusaha ternama di Indonesia saat itu.


Di awal tahun 1996, Pemimpin Grup Sinar Citra Khatulistiwa yang adalah ayah Lingga, berniat menelan Tirta Baskara Group melalui perjodohan antara Lingga dan juga Liliana ibu Tristan.


Mendengar penawaran dari pimpinan Grup Sinar Citra Khatulistiwa, Hartono langsung mendiskusikan hal itu dengan Subroto dan Hardinata, setelah berdiskusi, Hartono bertemu ayah Lingga, Hartono menyetujui rencana perjodohan itu dengan catatan, perjodohan itu baru bisa terjadi jika putrinya menyetujui.


Lingga akhirnya dipertemukan dengan Liliana, beberapa kali mereka berdua jalan bersama untuk lebih saling mengenal.


Liliana tidak mengetahui jika pria baik yang sedang bersamanya adalah pria yang akan dijodohkan dengannya, karena menganggap Lingga juga adalah temannya, dia selalu menerima ajakan Lingga untuk jalan bersama.


Setelah seminggu pendekatan, Lingga akhirnya menyatakan cintanya kepada Liliana, tentu saja Liliana menolak, dan mengatakan jika dia sudah memiliki kekasih.


Lingga yang marah karena ditolak akhirnya berniat untuk memaksa Liliana, di tempat sepi, dia berniat untuk melakukan hal yang tidak-tidak kepada Liliana.


Subroto dan Hardinata yang sedikit curiga dengan motif perjodohan ini, dari awal sudah meminta Bisma dan Bimo untuk mengikuti Liliana dan Lingga setiap mereka jalan bersama.


Saat melihat Lingga berniat mencelakai Liliana, Bisma dan Bimo langsung menghentikan Lingga, mereka berdua menghajar Lingga sampai babak belur.


Lingga yang tidak terima, akhirnya mengadu ke ayahnya, saat itulah perang besar terjadi antar Tirta Baskara Group dan Grup Sinar Citra Khatulistiwa.


Dengan sekuat tenaga Tirta Baskara Group berusaha bertahan dari serangan-serangan kotor yang dilancarkan Ayah Lingga.


Tidak hanya menyerang Tirta Baskara Group dari segi bisnis, ayah Lingga juga menyuruh orang-orang suruhannya untuk menculik Liliana.


Karena merasa nyawa Liliana dalam bahaya, Subroto dan Hardinata meminta, Bisma, Bimo dan Purwadi, untuk membawa Liliana meninggalkan Jakarta dan bersembunyi di kota Surabaya bersama beberapa orang yang akan melindungi mereka.


Bimo terpaksa meninggalkan Kirana dan Tiysa yang masih berusia 3 tahun saat itu, untuk melindungi Liliana yang sedang dalam bahaya.

__ADS_1


Sama seperti Bimo, Bisma juga terpaksa meninggalkan istrinya dan Damar yang berusia 4 tahun saat itu, demi melindungi Liliana yang sudah seperti saudara mereka sendiri.


Purwadi yang juga menyukai Kirana merasa sakit hati kepada Bimo, itu karena Kirana lebih memilih Bimo dari pada dirinya, dia juga merasa Bisma yang anak angkat adalah ancaman bagi dirinya untuk mewarisi kekayaan keluarga Kuncoro, karena dua hal itu, akhirnya dia berkhianat dan memberi tahu Lingga, tempat mereka bersembunyi.


Mendapat informasi dari Purwadi, Lingga, Oscar dan Winata membawa ratusan orang menuju ke tempat persembunyian Liliana di Surabaya saat orang tua mereka terus menekan Tirta Baskara Group di Jakarta.


Jam 1 pagi, mereka akhirnya Tiba di rumah yang di jadikan tempat persembunyian Liliana, ratusan orang yang mereka bawa langsung bentrok dengan orang-orang yang ditugaskan untuk melindungi Liliana.


Di dalam rumah, Bisma, Bimo menjaga Liliana yang sedang ketakutan, tak jauh dari tempat itu Purwadi tampak tersenyum bahagia, karena sebentar lagi dia bisa menyingkirkan dua orang yang sudah mengganggu hidupnya.


Suara teriakan dan tubrukan besi terdengar dari luar rumah, itu benar-benar masa yang paling menakutkan untuk mereka.


Puluhan orang yang menjaga Liliana mulai terdesak, mereka terpaksa mundur dan bertahan dari balik pagar rumah tempat Liliana bersembunyi.


Suara kaca pecah karena lemparan batu terdengar dimana-mana, Bimo, Bisma dan Liliana mulai putus asa dan berharap agar orang-orang yang menjaga mereka bisa bertahan sampai pagi hari.


Saat Liliana sudah merasa putus asa tiba-tiba terdengar raungan mesin pesawat terbang.


Setelah pesawat itu pergi, pemandangan menakjubkan terlihat, bayangan bulan tertutup oleh 128 orang yang turun menggunakan parasut.


Orang-orang yang berada di tempat itu terdiam, mereka mematung sambil memandangi para penerjun yang berpakaian tactical militer berwarna hitam dengan logo beruang merah di dada mereka mendarat di tanah.


Setelah mereka mendarat, seorang pria yang sedang menghisap cerutu maju dengan memegang pisau komando di tangan kirinya, sambil menghembuskan asap cerutu dari mulutnya dia berteriak, “Bantai semua yang mencoba mengganggu calon istriku.”


127 pria yang baru saja turun langsung berlari dan mulai menyerang ratusan orang yang dibawa Lingga, dengan kejam mereka mulai menembaki preman suruhan lingga dengan pistol yang dipasang peredam dan juga menghujam tubuh orang-orang itu dengan pisau sangkur yang mereka bawa.


Teriakan memilukan terdengar memenuhi tempat itu, dengan santai pria yang sedang menghisap cerutu maju menuju rumah tempat Liliana bersembunyi.

__ADS_1


Lingga, Oscar dan juga Winata langsung bergidik ngeri, mereka melihat orang-orang yang mereka bawa di bantai satu persatu dengan cara mengenaskan.


Mereka baru menyadari jika di balik Tirta Baskara Group ada kekuatan besar yang sangat menakutkan sedang melindungi grup itu, dari teriakan pria yang sedang menghisap cerutu, mereka yakin jika pria itu adalah kekasih Liliana.


Dengan perasaan takut, mereka diam-diam meninggalkan tempat itu dan menghubungi keluarga mereka untuk melaporkan apa yang baru saja mereka saksikan.


Bisma, Bimo, dan Liliana semakin khawatir, itu karena teriakan dari luar rumah semakin terdengar mengerikan, namun semuanya kekhawatiran mereka langsung sirna tatkala pintu rumah tiba-tiba terbuka.


Seorang pria yang sedang menghisap cerutu tersenyum kepada mereka, Bisma dan Bima yang juga mengenal pria itu langsung bernafas lega.


Pria itu adalah Gennady, kekasih Liliana yang baru saja pulang dari misi pelatihan keluarga Yaroslav.


Liliana langsung berlari memeluk Gennady, dia menangis sejadi-jadinya dalam pelukan pria yang menjadi pujaan hatinya.


Keesokan harinya, keluarga Lingga, Oscar dan Winata langsung pergi meninggalkan Indonesia, secara diam-diam mereka pergi tanpa memberitahu 22 keluarga lainnya yang sedang menyerang Tirta Baskara Group.


Keluarga Lingga bersembunyi di Thailand, keluarga Oscar lari ke Italia, dan keluarga Winata mengungsi ke Kanada, ketiga keluarga itu lari bersembunyi dari kejaran calon suami Liliana.


Beberapa hari kemudian, Sinar Citra Khatulistiwa tiba-tiba bubar, keberadaan semua keluarga anggota grup itu tidak diketahui keberadaannya, mereka seolah menghilang tanpa kabar.


Lingga dan keluarganya yang sedang memantau dari Thailand juga mengetahui kabar itu, dalam hati Lingga menyimpan dendam kepada keluarga Prabaswara karena sudah membuat mereka terpaksa pergi meninggalkan Indonesia.


Beberapa hari kemudian, Lingga, Oscar dan Winata mendapat informasi jika Liliana sedang melangsungkan pernikahannya.


Saat mereka menggali informasi dari jaringan bawah tanah, mereka akhirnya mengetahui jika pria yang menjadi suami Liliana adalah tuan muda keluarga pengusaha kaya raya dari Rusia, dan juga pemilik pasukan militer Independen yang disegani di seluruh dunia.


__ADS_1




__ADS_2