
“Aku tidak setuju dengan pertunangan kalian berdua! Tristan seharusnya menjadi tunanganku, wanita itu telah merebut Tristan dariku!”
Suara teriakan Gea membuat Tiysa dan kedua orang tuanya yang berjalan menuju panggung sontak terhenti.
Dia begitu cemburu dan marah ketika Tristan mengumumkan rencana pernikahannya dengan Tiysa yang akan dilangsungkan dua bulan lagi.
Gea yang sedang menatap Tiysa dengan penuh kebencian, kini berdiri di depan panggung. Dia ingin membongkar kedok Tiysa di depan keluarga Trisan dan para tamu hadir di tempat itu.
“Tristan selama ini sangat baik kepadaku, dia terus memperhatikan dan juga mmemperlakukaku dengan lembut, aku tahu jika dia mencintaiku, harus aku akui jika aku sudah membuat kesalahan, tapi jika wanita ini tidak menggoda Tristan terus-menerus, aku yakin jika Tristan akan memaafkanku.”
Kata-kata Gea menggema di ruangan itu, dia mengepalkan kedua tangannya dan terus-menerus menatap Tiysa yang sedang bersama Haris dan Faiz.
“Wanita itu sudah mengetahui identitas Tristan, karena itulah dia terus mengejar tunanganku, Tiysa kamu memang wanita mura-“
Plakk!
Sofia yang mendengar itu langsung berjalan menghampiri Gea dan menampar wajah Gea yang terus menuduh Tiysa sebagai wanita yang telah merebut tunangannya.
Gea terdiam, walaupun Sofia berusia lebih muda darinya, dia tidak berani membalas perlakuan Sofia.
Gea lalu mendekatkan wajahnya ke Sofia dan berbisik.
“Kamu benar-benar tidak tahu diri, apakah kamu kira keluargaku tidak mengetahui tentang perselingkuhanmu?”
Mendengar ucapan Sofia, Gea terdiam dengan mata membelalak.
“Keluarga kami selalu mengawasi gerak-gerak wanita yang akan menjadi calon istri penerus keluarga kami, sejak awal kamu terus di pantau untuk mengetahui wanita seperti apa dirimu, apakah menurut kamu keluarga kami begitu rendahnya sehingga mau memaafkan wanita tidak tahu diri sepertimu?”
“Kamu berselingkuh saat Kak Tristan sedang berstatus sebagai tunanganmu, itu sendiri sudah sangat menghina keluarga besarku, jika bukan karena Kak Tristan yang meminta keluargaku untuk tidak menyentuhmu, aku tidak tahu akan seperti apa nasibmu sekarang, apakah kamu tahu jika seluruh keluarga yang melayani keluargaku sangat marah dengan tindakanmu itu?”
Gea yang terdiam melirik orang-orang yang duduk di dekat Bisma dan Damar, dia langsung menunduk lesu ketika melihat cara orang-orang itu menatapnya, dia tidak menyangka jika rahasianya sudah di ketahui oleh keluarga besar Tristan.
__ADS_1
Sofia lalu menjauhkan wajahnya dari Gea, sambil terus menatap sinis Gea, dia melanjutkan perkataannya.
“Kamu mengatakan jika Kak Tristan mencintaimu, sekarang biar kujelaskan agar kamu yang bodoh bisa mengerti, kamu tentunya sudah tahu jika Devan pernah di siksa oleh pengurus keluargaku yang bernama Haris, apakah kamu tahu alasan dia menerima hukuman itu?”
Gea menggelengkan kepalanya, waktu itu dia sendiri tidak mengetahui mengapa Cakra dan Devan bisa tiba-tiba di rawat di rumah sakit dengan kondisi yang mengenaskan.
Dia juga baru mengetahui jika orang yang sudah menyiksa Devan adalah pria yang saat ini memegang tangan Tiysa menuju ke panggung.
“Alasannya sederhana, itu karena Devan juga berniat menjebak Tiysa sama seperti dirimu, seharusnya dengan penjelasanku ini kamu sudah mengerti, siapa wanita yang lebih di cintai oleh Kak Tristan.”
“Kalian berdua di jebak oleh pria yang sama, Kak Tristan juga mengetahui hal itu, namun mengapa dia memilih menyelamatkan Tiysa dan tidak menyelamatkan dirimu ketika kamu di jebak?”
Gea semakin menunduk, kata-kata Sofia terasa lebih menyakitkan dari pada tamparan yang baru saja dia terima.
“Sebelum aku pergi biar aku memberitahu kamu satu hal lagi, Kak Tiysa tidak pernah mengetahui status Kak Tristan yang sebenarnya, dia mencintai Kak Tristan apa adanya, baik saat dia masih menjadi CEO di Tirta Wira Perkasa, maupun ketika Kak Tristan tidak memiliki jabatan itu lagi, melihat ketulusan yang di tunjukkan oleh Kak Tiysa, Kakek kami segera mengangkatnya menjadi cucu ketika bertemu dengan Kak Tiysa di Rusia.”
“Jadi sekarang status Kak Tiysa adalah cucu angkat dari kepala keluarga Yaroslav saat ini, sekarang biar aku tanyakan kepada kamu, apakah kamu masih berani menghina Kak Tiysa?”
“Sofia, apa yang kamu katakan kepada anak Purwadi,” tanya Kirana begitu Sofia kembali.
“Aku hanya mengingatkan dia agar mengetahui tempatnya, Bibi tidak usah mencemaskan hal itu, mari kita lanjutkan acara pertunangan Kak Tristan dan Kak Tiysa,” jawab Sofia.
“Baiklah sayang,” balas Kirana sambil tersenyum lembut.
Gea berbalik, dengan berat dia melangkahkan kakinya menuju lift, dia sudah pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa, penjelasan Sofia membuatnya menyadari jika dia tidak lagi memiliki kesempatan untuk kembali bersama Tristan.
Veronica yang melihat itu segera menghampiri putrinya dan bertanya apa yang terjadi. Karena suara Sofia tadi sangat pelan, dia tidak bisa mendengar percakapan antara Sofia dan putrinya dengan baik.
“Ada apa Gea, mengapa kamu tiba-tiba menuju ke lift?” tanya Veronica sambil mencoba menahan Gea yang terus berjalan.
“Kita sudah tidak memiliki kesempatan Ibu, Tiysa sudah diangkat menjadi cucu oleh Kakek Tristan, mereka selama ini mengawasi keluarga kita, jadi mereka telah mengetahui semuanya, sebaiknya kita meninggalkan tempat ini, kita tidak pantas berada di ruangan ini.”
__ADS_1
Veronica terperangah mendengar penjelasan putrinya, dia lalu merangkul putrinya dan ikut berjalan menuju lift sambil menundukkan wajahnya menahan malu kepada ketiga Bibi Tristan.
Saat mengetahui jika teman suaminya mengambil alih puncak pimpinan Tirta Baskara Group, Veronica juga ikut bertingkah dengan merendahkan ketiga Bibi Tristan ketika diadakan pertemuan keluarga pemegang saham.
Kini dia merasa benar-benar sangat malu telah mengatakan semua itu kepada ketiga Bibi Tristan saat keadaan sudah berbalik 180 derajat.
Melihat Gea dan Veronica berjalan menuju lift, Purwadi, William dan Devan segera berdiri dari duduknya, mereka bertiga juga hendak meninggalkan aula itu untuk mengamankan diri.
Namun baru beberapa saat melangkahkan kakinya, beberapa orang yang mengenakan setelan jas hitam menghampiri mereka.
“Kalian bertiga sebaiknya ikut bersamaku,” kata Evander bawahan Haris sambil menatap dingin mereka.
Purwadi dan William masih berusaha menolak, namun ketika salah seorang bawahan Haris menunjukkan benda yang berada di balik jasnya, mereka bertiga langsung menunduk dan pasrah mengikuti Evander dan beberapa bawahan Haris.
“Ba... baiklah,” jawab Purwadi Lirih.
Semua orang menatap grup Purwadi yang pergi secara terpisah menggunakan lift yang berbeda, orang-orang yang memihak Purwadi kini terlihat pucat, mereka tahu jika bisnis mereka juga sudah diambang kehancuran.
Setelah Purwadi dan grupnya meninggalkan aula itu, Tiysa dan kedua orang tuanya kembali berjalan menuju panggung.
Tristan langsung menyambut Tiysa dengan memegang tangan Tiysa dengan lembut, dia tersenyum memandangi wajah Tiysa dengan mata yang berkaca-kaca.
“Maafkan aku karena merahasiakan semua ini darimu,” kata Trisan dengan suara yang lembut.
Tiysa menggelengkan kepalanya, dia berkata, “Kamu tahu ‘kan jika aku tidak akan pernah menanyakan alasannya, sama seperti ketika kamu kembali setelah 5 tahun menghilang, aku juga tidak pernah menanyakan alasan mengapa kamu pergi, dan dari mana saja kamu selama 5 tahun ini... aku selalu percaya kepadamu, sama seperti saat ini, aku percaya jika kamu memiliki alasan lain sehingga kamu menyembunyikan semua ini dariku,” jawab Tiysa yang mulai menitikkan airmata.
Tristan menyeka airmata yang membasahi pipi Tiysa, dia lalu berkata, “Tiysa... aku benar-benar beruntung karena di cintai oleh wanita sepertimu.”
...****************...
Habis liburan jadi lupa up 😌🙏, maaf ya kakak-kakak karena cuma bisa up 1 bab ☺☺🙏🙏
__ADS_1