
Gino terlihat sangat panik ketika bawahan Haris menghampiri 21 bawahannya sambil memegang pistol berjenis FN di tangan mereka.
Dia ingin menanyakan maksud Kakaknya bertindak seperti itu, namun saat melihat ekspresi wajah Tristan, dia langsung mengurungkan niatnya.
"Apa kalian tidak mendengar apa yang baru saja aku katakan, jika kalian tidak serius, sebaiknya kalian mundur!" Tristan kembali mengulang perkataannya dengan nada tinggi.
21 bawahan Gino tidak bergeming dari tempat mereka, dengan tenang mereka memegang tangan wanita pilihan mereka masing-masing.
Hanya para wanita muda dan keluarganya yang terlihat sangat panik, Tristan yang kemarin bersikap sangat sopan dan ramah, kini menatap para pria yang sedang memegang tangan putri mereka dengan tatapan dingin.
"21 pria tampan dengan kekayaan berlimpah yang bisa membuat wanita manapun bertekuk lutut, lebih memilih 21 wanita yang pernah menjadi korban pelecehan sebagai istri, apa kalian pikir keluarga para wanita muda itu akan percaya?"
Para keluarga wanita terlihat menunduk, mereka tidak menyangka jika Tristan bisa membaca kekhawatiran mereka dengan mudah.
"Aku butuh bukti jika kalian benar-benar serius ingin menikahi wanita yang berada di samping kalian," kata Tristan.
"1 butir peluru... jika kalian bersedia menerima satu butir peluru di paha kalian, aku akan menganggap jika kalian bersungguh-sungguh, jadi ini kesempatan terakhir kalian, jika kalian tidak serius, lebih baik kalian mundur, buat apa kalian menahan sakit untuk wanita yang tidak kalian cintai," sambung Tristan melanjutkan.
Haris mengangkat tangannya, dia memberikan kode kepada bawahannya untuk bersiap.
Melihat Haris memberikan kode, bawahan Haris langsung bertindak, mereka menodongkan pistol di masing-masing paha bawahan Gino.
Para wanita muda yang berada di ruangan itu tercengang mendengar kata-kata Tristan, mereka terlihat ingin melepaskan tangan mereka dari genggaman pria yang berada di samping mereka.
Para wanita muda yang ada di tempat itu tidak mau jika pria yang baru mereka kenali harus menahan sakit hanya karena ingin membuktikan kepada Tristan jika mereka serius.
Nyatanya tak ada satupun bawahan Gino yang berniat melepaskan wanita pilihannya.
"Jangan lepaskan tanganku, aku bersungguh-sungguh ingin menikahimu, luka kecil seperti ini tidak akan menyurutkan niatku untuk menjadikanmu istriku," kata salah satu bawahan Gino yang bernama Liam sambil tersenyum kepada wanita pilihannya.
"Maaf, untuk beberapa bulan ke depan, kamu sepertinya harus menunggu lukaku sembuh terlebih dahulu sebelum bisa menikahimu, kata bawahan Gino yang bernama Luciano kepada wanita pilihannya.
"Kamu dan aku wajib menceritakan hal ini kepada anak kita nantinya, dia harus mengetahui betapa jantan dan gagah ayahnya menerima peluru demi agar dapat bersama ibu mereka," kata Dawson bawahan Gino sambil bercanda kepada wanita pilihannya.
Para bawahan Gino terlihat menyampaikan kesungguhannya kepada wanita pilihan mereka, mereka semua tampak tersenyum dan mencoba bersikap tenang di bawah todongan pistol bawahan Haris.
Walaupun bawahan Gino terlihat tenang, para wanita muda itu bisa mengetahui jika 21 bawahan Gino sedang ketakutan, semua tangan mereka bergetar, namun mereka berusaha tidak terlihat lemah di depan wanita pilihan mereka.
Para wanita terlihat memeluk lengan pasangan mereka masing-masing, beberapa diantaranya bahkan dengan berani mencium calon suami mereka, untuk memberikan semangat.
__ADS_1
Para orang tua keluarga wanita terlihat ingin menghentikan Tristan, namun ketika mereka melangkah, bawahan Haris dengan sopan meminta mereka untuk tidak ikut campur.
“Maaf Tuan dan Nyonya, aku harus menghentikan kalian, ini adalah urusan keluarga Yaroslav dengan para bawahannya, aku harap kalian bisa menghormati keputusan Tuan Muda kami,” kata salah satu bawahan Haris.
Gino sendiri langsung membalikkan badannya ketika melihat para bawahannya di todong pistol, dia tidak mau melihat wajah bawahannya yang pasti sedang tertekan mendapat perlakuan seperti itu.
21 bawahan Gino rata-rata berusia sama seperti Gino, mereka semua adalah pebisnis dan bukan petarung seperti anggota pasukan beruang merah, Gino bisa membayangkan ketakutan para bawahannya saat ini.
“Apa kalian siap menerima peluru demi wanita yang kalian pilih?” tanya Tristan.
“Siap Tuan Muda,” jawab bawahan Gino kompak.
“3....”
“2....”
“1....”
21 bawahan Gino beserta wanita pilihan mereka kompak menutup mata.
Namun setelah beberapa saat tidak terdengar letusan senjata api, ketika mereka membuka mata, mereka mendapati Tristan sedang tersenyum kepada mereka dan berkata, “Selamat, kalian lulus,” kata Tristan.
“Paman dan Bibi yang ada dibelakang, aku tahu jika terdapat kecemasan di dalam diri kalian,” kata Tristan.
“Mungkin setelah melihat kejadian ini, kalian bisa menyadari jika 21 pria yang ditunjuk keluarga Yaroslav untuk menjadi pendamping hidup putri kalian, adalah orang-orang yang benar-benar serius untuk menjadikan putri kalian istri mereka,” sambung Tristan.
“Kalian juga bisa melihat jika para putri kalian sudah menerima pria yang ingin memperistri mereka,” kata Tristan sambil menunjuk ke arah 21 wanita muda yang sedang memeluk pasangan mereka masing-masing.
“Aku sangat mengenal 21 pemuda di tempat ini, mereka adalah anak-anak muda yang dulu mendapat bimbingan langsung dari ibuku yang asli orang Indonesia, jadi aku bisa menjamin jika mereka adalah pria yang tepat untuk menjadi pendamping putri kalian,” lanjut Tristan.
Para keluarga wanita muda itu tersenyum mendengar perkataan Tristan, mereka akhirnya menyadari maksud dan tujuan Tristan melakukan ini.
Mereka semua menghampiri calon menantu mereka masing-masing, tidak ada lagi keraguan di dalam hati mereka.
Hal yang membuat orang tua para wanita muda itu semakin kaget, karena 21 bawahan Gino bahkan mengerti adab anak kepada orang tua sesuai dengan kebiasaan orang Indonesia.
21 bawahan Gino yang berasal dari berbagai negara terlihat dengan sopan mencium tangan calon mertua mereka.
Itu semua berkat didikan dari mendiang Ibu Tristan, sejak kecil mereka semua di ajari untuk bersikap sopan kepada orang yang lebih tua, khususnya kepada anggota keluarga mereka sendiri.
__ADS_1
Gino yang sudah sangat panik terlihat bernafas lega, dia sendiri tidak menyangka jika kakaknya melakukan hal seperti itu untuk meyakinkan 21 orang tua wanita muda yang akan di persunting oleh bawahannya.
Untuk masalah ini Gino harus mengakui jika Kakaknya jauh lebih baik dari pada dirinya.
Setelah situasi yang cukup menegangkan tadi, para pelayan di hotel itu terlihat masuk membawa berbagai hidangan lezat, mereka semua merayakan terbentuknya 21 pasangan yang saling mencintai di tempat itu.
Gino dan Tristan ikut bergabung bersama mereka, suasana ceria sangat terasa di aula itu.
“Tuan Muda Tristan, aku mohon izin untuk membawa istriku dan calon mertuaku ke Swedia, aku berencana untuk memperkenalkan mereka kepada kedua orang tuaku,” kata Liam salah satu bawahan Gino.
Bawahan Gino yang lain mendekat, mereka juga mempunyai rencana yang sama dengan Liam.
“Lebih cepat lebih baik, aku setuju dengan rencana kalian,” jawab Tristan sambil tersenyum kepada Liam.
“Terima kasih Tuan Muda,” kata Liam yang juga mewakili teman-temannya.
___
Beberapa saat kemudian, 21 bawahan Gino sudah membawa calon istri dan calon mertua mereka meninggalkan Indonesia dengan pesawat pribadi mereka masing-masing.
21 wanita muda beserta keluarganya tidak berhenti menangis ketika mereka berpamitan kepada Tristan dan Gino, mereka terus mengucapkan rasa terima kasih mereka kepada dua Tuan Muda keluarga Yaroslav.
Tidak hanya menyelamatkan mereka, Tristan dan Gino bahkan menjamin masa depan yang cerah untuk mereka.
“Kakak, aku benar-benar panik saat anak buah Pak Haris menodongkan senjata ke bawahanku, seharusnya kamu bisa mengatakan rencanamu kepadaku terlebih dahulu agar aku tidak panik,” protes Gino sambil berjalan menuju parkiran mobil.
“Aku tidak merencanakan hal itu sama sekali,” jawab Tristan sambil tertawa.
“Benarkah?”
“Iya, ide untuk menguji mereka muncul di kepalaku saat aku melihat ekspresi wajah para orang tua 21 wanita muda itu, mereka terlihat cemas, mungkin mereka takut jika bawahanmu akan mempermainkan putri mereka,” jawab Tristan.
“Aku melakukan hal itu bukan untuk menguji 21 bawahanmu, aku sudah mengenal mereka sejak mereka masih kecil, tentu saja aku mempercayai mereka, ujian tadi lebih ditujukan kepada para keluarga wanita muda yang tidak percaya, jika bawahanmu jatuh cinta pada pandangan pertama kepada putri-putri mereka,” sambung Tristan.
“Seorang pria kaya Jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang wanita yang statusnya jauh di bawah sang pria, mungkin memang akan sulit mempercayai itu, Kakak, apakah kamu mempercayai hal seperti itu?” tanya Gino sambil mengernyitkan alisnya.
“Bagaimana aku tidak percaya, aku sendiri langsung jatuh cinta kepada Tiysa saat pertama kali aku bertemu dengannya,” jawab Tristan sambil tertawa.
__
__ADS_1